Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.2
Setelah memanggil tabib istana, pelayan setia rose tetap berdiri dengan pandangan cemas, dan berusaha menyakinkan dirinya bahwa lady rose akan baik baik saja.
Tabib Surya menghela nafas nya, dan menyampaikan bahwa kondisi lady rose tak baik baik saja.
"Saat ini, lady rose harus beristirahat ekstra. Dan kemungkinan ingatan nya hilang sebagian. Dan detak nadi nya sedikit melemah."
Anti yang mendengar nya ikut merasakan kesedihan dari ucapan sang tabib. kasihan lady rose yang begitu malang.
"Terima kasih tabib, saya akan mengantarkan anda ke luar."
"Tidak perlu, sebaiknya kau menunggu lady rose saja Disini. Dan pastikan obat nya habis diminum."
"Baiklah.tabib, terima kasih atas bantuan mu ini." ucap anti dengan nada penuh hormat.
Setelah tabib keluar, Denada, atau yang sekarang menjadi rose merasakan tubuhnya mengalir ingatan ingatan yang jelas, tentang sang pemilik tubuh yang asli.
Keringat nya jatuh bercucuran, dan tatapan nya langsung berubah gelisah. Anti yang melihat nya, langsung merasa panik dan mencoba memanggil nama nona nya itu.
"Lady, tolong katakan apa yang terjadi, lady rose?"
"Argh.....sakit sekali." gumam nya dengan wajah cemas, dan air mata yang mengalir.
Setelah beberapa menit, mengalami perubahan dalam tubuh nya, yang tadinya lemah, dan begitu kesakitan, kini telah baik baik saja. Dan memandang wajah anti dengan tatapan yang rumit.
"Lady, tolong katakan. Apakah kau baik baik saja, apakah aku harus mencari tabib Surya lagi. Tolong lady, jangan diam saja. Apakah ada yang sakit?"
"Aku baik baik saja. Tolong berikan aku minum." ucap rose dengan tatapan datar nya.
"Gluk....gluk...gluk.. setelah air nya habis, barulah dia bernafas lega dan merasa sedikit bertenaga. karena jujur saja, rasanya sangat berbeda setelah bertransmigrasi ke tubuh anak selir kejam itu.
"Siapa nama mu?" tanya rose dengan meneliti penampilan anti dari atas ke bawah. sekaligus menilai apakah orang ini baik kepada nya, atau tidak.
Glek....
Anti yang ditatap begitu tajam, langsung menelan Saliva nya dalam dalam, apakah dia akan di pukul, atau dihukum lagi oleh nona nya. Dia benar benar ketakutan saat ini.
"Lady, tolong jangan hukum saya. tolong jangan pukul saya lady." ucap nya dengan raut wajah ketakutan
"Heh?" gumam nya dengan kaget, melihat respon pelayan itu.
"Kenapa kau ketakutan, apakah aku bersikap seburuk itu" ucap rose dengan tatapan bingung nya. jujur saja, kilatan ingatan yang masuk di dalam pikiran nya, masih terlihat samar. Dan dia hanya tau sebagain saja.
"Tidak, anda tak buruk lady. anda hanya kesal dengan sikap sikap mereka. Jadi anda tak perlu berkecil hati, dan merasa emosi."
"Baiklah baiklah, aku sedikit paham sekarang. Jadi siapa nama mu?" tanya nya ulang dengan penuh penegasan.
"Nama saya adalah anti. Saya adalah pelayan setia lady rose."
"Apa!" pekik nya dengan kaget, dan mata melotot
"Lady, ada apa. Kenapa respon lady seolah tak mengenal hamba?" ucap pelayan itu dengan tatapan kaku nya.
"Kenapa dia malah mirip sohib gue, si anti. Woi lah jauh jauh transmigrasi, malah jumpa anti yang Laen." gumam nya sambil terkekeh kecil. Tapi dia suka dengan gadis di depan nya, sangat polos sekali.
"Eh, tidak tidak. baiklah anti, mulai sekarang gue, eh aku aku berubah. Bukan lagi rose yang bertindak semena-mena, dan hanya ada rose yang baik hati, dan tidak sombong." ucap nya sambil terkekeh geli.
Anti yang merasa perubahan lady nya merasa bingung, sekaligus merasa heran. Lady rose yang terkenal kaku dan bersifat datar, sekarang terlihat berbeda. apakah lady nya benar benar sakit hati, karena tak mendapatkan kasih sayang dari sang kaisar.
Usia rose saat ini adalah sekitar 10 tahunan. Jadi masih sangat kecil, dan sudah mengalami kepahitan dikucilkan, dan dihina habis habisan oleh anak sang permaisuri kerajaan. Tak heran bila sikap rose suka memberontak, sebab perlakuan kaisar benar benar berbeda dan begitu pilih kasih terhadap nya.
"Lady, apakah lady butuh sesuatu?" tanya anti yang berdiam diri dari tadi, melihat sang nona nya melamun.
"Anti, apakah aku pernah memukul mu, atau pernah menyakiti mu?" ucap nya dengan suara tulus dan lembut.
"Sialan, gue kembali jdi anak anak. Apes banget. Mana jadi anak selir lagi. huft, nasib gue gini banget. Dan suara gue kayak tikus kejepit lagi. Dahlah, semangat Denada, eh rose Lo pasti bisa menjalankan hidup di jaman kuno ini." ucap nya dengan nada penuh semangat, tak sabar menjelajahi seluruh wilayah nymeria.
Anti yang ditanyai seperti itu, langsung merasa sendu, dan merasa sedikit kaget melihat nona muda nya bertanya tentang perilaku nya selama ini.
"lady, anda tak perlu merasa bersalah. Hamba memang pantas menerima nya. jadi lady tak perlu merasa sungkan seperti ini. Hamba yakin, ingatan lady juga akan kembali secepatnya."
" bibi Anti, maafkan aku ya. dan semua perlakuan ku, selama ini. dan tolong jangan memanggil lady lagi. panggil saja nona kecil. Karena aku memang masih kecil." gumam nya yang terlihat kesal dengan transmigrasi menjadi bocil pula.
"Lady, tapi_
"Tak apa apa bibi anti, sekarang bibi adalah sohib ku. Jadi aku akan memanggil bibi mulai sekarang. Oh ya, dimana selir, eh maksud nya ibu ku?'
"Ibu nona kecil saat ini, sedang sibuk mengurus upacara kedewasaan nya pangeran pertama."
"Apa! kenapa ibu ku harus repot repot mengurus nya, bukan kah dia memiliki permaisuri?' yah dimaksud oleh rose adalah pangeran pertama memiliki seorang ibu dari permaisuri. dan kenapa harus ibu nya yang mengurus pesta kedewasaan nya. Ibu nya kan hanya seorang selir, apa jangan jangan ada niat dari orang orang yang tak suka dengan ibunya itu. Huft, dasar selir gila, terlalu ikut campur dalam permasalahan di istana ini.
"ini atas perintah permaisuri nona kecil, permaisuri Elli meminta selir agung mengurus seluruh pesta pangeran pertama. Dan sang kaisar menyetujui nya. selir agung juga tak bisa menolak titah sang kaisar." ucap anti yang menjelaskan sedikit yang dia tau, kepada nona kcil nya itu.
Walaupun anti merasa aneh, dan heran melihat lady rose, yang dulu nya tak Suka dipanggil nona, dan sekarang malah meminta dipanggil nona, membuat anti merasa senang, sebab perlahan lady rose mau berubah menjadi lebih baik. Dan tak sekasar dulu lagi. Ini adalah awal yang bagus untuk nona kecil nya, dan tak mengharapkan orang orang yang telah menghina nya selama ini.
" bibi Anti, tolong bantu aku ke toilet, karena ingin membersihkan diri terlebih dahulu. Sebab rasanya sangat lengket dan aku merasa tak nyaman dengan gaun ini." ucap rose kepada pelayan setia nya.
"Baik nona kecil. Sini biar saya bantu."
"Tak perlu bibi anti, aku bisa sendiri. Dan tolong bantu buka kan saja gaun berat ini."
Dengan cekatan bibi anti membantu nya membuka gaun yang cukup berat itu, dia bernafas lega. Dan langsung berendam di air hangat yang berisi wangi wangian disana.
"Enak juga jadi orang kaya di jaman ini, ya walaupun seorang anak selir, tapi fasilitas nya masih tetap wort it di gunakan." ucap nya sambil menggosok gosokan punggung, serta kulit nya yang sebening susu itu.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh