NovelToon NovelToon
Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:329.1k
Nilai: 5
Nama Author: Iin Nuryati

Sequel dari novel Cinta Sheila 😘

Sena tidak pernah menyangka bahwa ibu tirinya akan begitu tega menjebaknya dengan obat perangsang dan hendak melemparkan dirinya pada seorang pengusaha licik.

Sayangnya, bak terlepas dari mulut buaya namun masuk ke dalam mulut harimau, Syafiq yang menyelamatkan Sena justru menjerat Sena dalam sebuah pernikahan.

Apa niat Syafiq yang begitu kekeuh untuk menikahi Sena? Dan mampukah Sena bertahan dalam rumah tangganya bersama laki-laki sombong yang sayangnya sudah mencuri hati Sena sejak masih kecil dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Daily Routine

Sena Andriyana

"Sena, buruan turun terus masak buat sarapan pagi," kata Mama Bella dari balik pintu kamarku.

"Iya Ma," balasku dari dalam kamar, tidak ingin membantah sama sekali.

Kemudian aku mendengar langkah kaki Mama Bella yang menjauh dari pintu kamarku. Beliau adalah Mama Bella, mama tiri-ku, adik dari Mama kandungku Mama Arini yang sudah meninggal ketika melahirkan diriku ke dunia ini.

Aku kemudian melipat mukena dan sajadah yang baru saja selesai aku gunakan untuk sholat subuh. Berdiri, meletakkan perlengkapan sholatku kembali ke tempatnya, kemudian beranjak keluar dari kamar. Segera aku menuruni anak tangga dan menuju ke arah dapur. Aku kemudian segera memasak untuk sarapan pagi hari ini.

Di rumah ini aku tinggal bersama Papa Bima, Mama Bella, dan kedua adikku, Vira dan Azka. Ada juga seorang pembantu yang membantu mengurus pekerjaan rumah, Bik Prapti namanya.

Tapi memang setiap hari Mama Bella pasti menyuruhku memasak dan melakukan beberapa pekerjaan rumah yang lainnya, jika aku ada di rumah. Karena terkadang, kalau Papa menginap di markas, maka aku juga lebih memilih untuk menginap di markas bersama Papa. Intinya, sebisa mungkin aku menyibukkan diri dengan aktivitas di luar rumah.

Bukannya ingin lari dari pekerjaan di rumah. Hanya saja terkadang aku merasa iri juga ketika melihat Mama begitu menyayangi dan memanjakan Vira dan Azka, berbeda dengan perlakuan Mama kepadaku. Manusiawi bukan kalau aku merasakan perasaan ini? Itu kenapa aku lebih memilih untuk menghindar.

🌺🌺🌺

Saat ini semuanya sudah berkumpul di meja makan dan sedang sarapan pagi bersama.

"Mmm, masakan kakak selalu juara," puji Vira di sela mengunyah sarapan paginya.

"Iya, kak Vira benar. Masakan kak Sena selalu delicioso," imbuh Azka dengan mengecup pucuk ibu jari dan jari telunjuk yang disatukan, udah kayak iklan kopi yang krimer-nya nempel di hidung itu.

Aku dan Papa tersenyum menanggapi ucapan Vira dan Azka. Sekilas aku bisa melihat raut wajah kesal dan tidak suka dari Mama. Tapi biarlah, yang penting aku tidak membuat masalah apalagi keributan.

"Udah, makan dulu yang bener. Jangan sambil ngomong, nanti keselek," tegur Mama dengan intonasi yang dibuat sebiasa mungkin.

"Iya Ma," balas Vira dan Azka bersamaan.

Kemudian kami pun menyelesaikan sarapan pagi kami dalam diam. Soalnya kalau Mama sudah dalam mode dingin kayak gitu, jangan coba-coba untuk mencari masalah kalau tidak ingin berakhir dengan pelototan garang, omelan, atau bahkan hukuman.

Selesai sarapan aku dan Vira membereskan meja makan dengan dibantu oleh Bik Prapti. Mama membantu Papa dan Azka untuk bersiap. Aku, Vira, dan Azka kemudian berangkat lebih dulu. Yup, aku bawa mobil sendiri sekalian nganterin dua adikku itu.

Kami bertiga pun kemudian berpamitan dan mencium punggung tangan kanan Papa juga Mama. Setelah itu kami pun berangkat. Terlebih dahulu aku dan Vira mengantarkan Azka ke sekolahnya. Baru setelah itu aku dan Vira menuju ke kampus kami.

Aku dan Vira kuliah di universitas yang sama, hanya berbeda jurusan saja. Setelah sampai di kampus aku dan Vira berpisah di parkiran. Kalau untuk masalah pulang kita fleksibel aja. Kalau pas bisa bareng ya bareng, kalau enggak bisa ya kita pulang sendiri-sendiri, saling ngabarin aja sih.

Begitulah rutinitasku hampir setiap hari. Rasanya tidak ada yang spesial dan menarik. Sedikit membosankan. Atau mungkin aku yang kurang bersyukur? Entahlah. Apakah hal seperti ini hanya aku saja yang mengalaminya? Atau memang ada juga di antara kalian yang merasakan hal yang sama seperti diriku saat ini? Terkadang, ingin rasanya aku keluar dari rutinitas membosankan ini.

🌺🌺🌺

Syafiq Aquila

"Kakak berangkat duluan ya Bun, Yah," pamitku kepada Bunda dan Ayah yang masih sarapan di meja makan.

Aku mencium punggung tangan kanan Bunda dan Ayah bergantian. Kemudian beralih ke adik perempuanku, si bungsu, Safa.

"Dah jelek, kakak ganteng berangkat dulu ya," pamitku menggoda Safa dengan mengacak-acak rambut adikku itu.

"Kakak tuh yang jelek, bukan aku," balas Safa kemudian menepis tanganku dari kepalanya.

"Ihhh, tuh kan jadi berantakan lagi. Ayah, Bunda, lihat tuh kelakuan kak Syafiq," adu Safa dengan bibir mengerucut lucu dan tangan yang berusaha merapikan kembali rambutnya.

Aku tertawa melihat raut wajah adikku yang menggemaskan itu.

"Kakak, udah dong. Suka banget sih gangguin adikmu itu," tegur Bunda dengan suara lembut seperti biasanya.

"Kamu kayak nggak hafal aja Bun kelakuan anak kamu itu. Belum lengkap hari Syafiq kalau belum gangguin Safa dulu," kata Ayah santai masih dengan menyuap sarapan paginya.

"Uhh, Ayah the best deh," balasku dengan mengacungkan jempol tangan kanan dan kiriku bersamaan.

"Aaahhh, Ayah nggak asik ah," gerutu Safa kesal dengan wajah cemberut.

Aku semakin tertawa melihat wajah kesal adikku itu.

"Awas aja ya kak, nanti kalau aku udah nikah terus ikut tinggal sama suami aku, kakak pasti bakal kesepian dan jadi kangen berat sama aku. Lihat aja nanti, nggak bakal ada lagi orang yang bisa kakak gangguin. Kakak bakal merana dan tersiksa," sumpah serapah Safa berapi-api.

"Wohoo, bangun dulu Non, udah siang ini, jangan kelamaan mimpi," cibirku. "Sebelum kamu yang nikah, kakak yang akan lebih dulu nikah daripada kamu. Jadi nanti bukan kakak yang kangen sama kamu, tapi kamu yang akan kangen sama kakak. Kangen kakak gangguin lagi. Kangen berantem sama kakak kamu yang ganteng ini," balasku ikut menyumpahi.

"Idih, amit-amit jabang bayi. Najis deh aku kangen sama kak Syafiq yang super usil kayak gitu," sewot Safa.

"Hei, udah dong. Kalian berdua ini ya, astaghfirullah hal adziim," lerai Bunda dengan diakhiri istighfar.

"Hahaha, oke deh Bun. Kakak juga mau berangkat sekarang, ada meeting pagi soalnya. Assalamu'alaikum semuanya," pamitku lagi setelah tertawa singkat.

"Wa'alaikumsalam," balas Ayah, Bunda, dan Safa.

"Hati-hati ya kak," pesan Bunda.

"Siap Bun, pasti itu," jawabku.

Aku kemudian berbalik dan melangkah menuju ke luar rumah. Membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam. Aku pun segera melajukan mobil Porsche 911 Turbo S warna Rhodium silver metallic milikku. Mobil coupe 4 kursi yang dibekali dengan mesin boxer 3.800 cc twin-turbocharger, yang diklaim mampu menghasilkan tenaga 641 dk dan torsi maksimal 800 Nm.

Mesin 'gahar' yang dipadukan dengan transmisi PDK 8-percepatan, yang diklaim bisa membuat 911 Turbo S milikku ini melesat dari 0-99 Km/jam hanya dalam 2,7 detik serta dapat dipacu hingga 330 Km/jam. Mobil seharga hampir 6 M ini aku beli dengan hasil kerja kerasku sendiri, oleh karena itu aku sangat membanggakannya.

Tidak butuh waktu yang lama, aku pun sudah sampai di perusahaan. Perusahaan ini milik Opa Ricko, tapi sekarang sudah dialih-namakan atas nama diriku dan sahabatku Alvin. Tentu saja kami berdua masih di bawah pengawasan langsung Ayah Andika, ayah Alvin, selaku tangan kanan Opa Ricko.

Turun dari mobil dan memasuki area lobi kantor, para security sudah menyambutku dengan salam hormat dan senyuman mereka, yang aku balas dengan anggukan kepala. Begitu pun juga setelah masuk ke dalam kantor. Setiap karyawan yang berpapasan denganku selalu menganggukkan kepalanya dan menyapa dengan hormat.

Di mata para karyawan, aku adalah CEO yang dingin dan tegas, tapi memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan baik. Oleh karena itu mereka sangat menghormatiku. Dan ya, aku memang selalu berusaha untuk bisa bekerja sebaik mungkin dan memajukan perusahaan RSA Group ini. Aku tidak ingin mengecewakan Opa Ricko yang sudah memberikan kepercayaan untuk memimpin perusahaan ini kepadaku.

Begitulah aku menjalani kehidupanku setiap hari. Cukup menyenangkan, meski terkadang masalah pekerjaan sering membuatku pusing. Tapi aku memiliki keluarga dan sahabat-sahabat sebagai tempatku berkeluh kesah, menghilangkan segala kepenatan.

Terkadang terlintas di dalam pikiranku, bagaimana jika aku menikah nanti? Memiliki seseorang yang menemaniku dalam menjalani kehidupanku sehari-hari. Kira-kira akan seperti apa orang itu? Bagaimana sifat dan kepribadiannya? Apakah akan membawa perubahan yang signifikan pada kehidupanku nantinya?

Tapi jujur saja, aku ingin sekali memiliki seorang istri yang bisa aku jadikan partner dalam menjalani kehidupan ini. Bukan tipe gadis penurut dan lemah. Seorang gadis yang penyayang tapi juga mampu melindungi secara bersamaan. Sedikit keras dan mandiri, pasti akan sangat menyenangkan. Menaklukkannya pasti akan menjadi tantangan yang menarik untukku. Adakah gadis seperti itu? Bisakah aku menemukannya suatu saat nanti?

1
Lies Atikah
. sena lebih suka di perkosa si rudi dari pada di tolong syafik bukti nya gak ada terima kash nya malah lebay merasa di bohongi dasar egois
Lies Atikah
ah gak ngerti lebay banget.
Lies Atikah
kok masing 2 seru ah wkwk
Lies Atikah
ngemplong yah sen
Lies Atikah
chytia jadi cewe maksa banget gak ada malu ih amit2
Lies Atikah
jadi geregeteun sebetul ada apa sih si vira sama syafik
Lies Atikah
syafik mah pengecut
Lies Atikah
syafik di jodohin sama vira kayanya makanya si bellong marah sama sena
Shifa Burhan
novel hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita saja, semua kesalahan yang dia lakukan mudah sekali dimaafkan semua orang, dan semua kamu nggak salah, wajar, dan pemeran lelaki dibuat bodoh mengemis terus dengan sena kayak tidak ada wanita lain saja

*daftar kesalahan sena yang kalian bela semua
*pergi dari rumah, dan dia teang2 saja bersama Naura dan rey, tapi suaminya dibuat, cemas sampai sakit masuk rumah sakit tapi dengan enteng semua memaklumi perbautan sena
*suami lagi kerja, dia curiga bahkan buat suami cemas dan tidak tenag karena memikirkan dia, lagi dia dimaklumi begitu saja
*dan ini puncaknya dia kayak wanita murahan yang ngidam makan berduaan dengan pria lain dan memaksa suami Terima, dan lagi kelakuan nya dimaklumi begitu saja
*dan ini puncaknya saat sena merasa kecewa pada suaminya dia pergi dan tidak semudah itu memaafkan suaminya tapi ketika dia salah semudah itu dimaafkan

dan egoisnya novel ini juga membela semua kelakuan laknat sena
ini saja kalian mencerminkan kelakuan kalian didunia nyata saat suami kalian salah tidak mudah kalian maafkan, tapi ketika kalian salah kalian mau semudah itu dimaafkan dan dimaklumi kesalahan kalian, dan itu menunjukkan kalian adalah wanita egois
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐: mohon maaf dengan sangat ya kak, sungguh bukan seperti itu yang aku maksudkan dalam cerita ini 🙏🙏🙏

mungkin memang benar Sena aku buat sedikit agak keterlaluan, sedikit egois, bahkan kata kakak ( maaf ) 'laknat' ( nauzubillahi mindzalik ), tapi sungguh itu hanya sebagai plot cerita, dan juga tidak aku buat berlarut-larut dan langsung selesai dalam beberapa bab saja 🙏🙏🙏

sekali lagi mohon maaf ya kak kalau cerita ini tidak berkenan di hati kakak, diriku memang masih jauh dari kata sempurna 🙏🙏🙏
total 1 replies
idha idhutt
good job kakak, tetep semangat selalu ya 😘😘😘
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
horeeeeeee
🕋 mamah iin ιиɑ͜͡✦🌸⛲🌴: Yeay 🤩🤩🤩
total 1 replies
Mmh Astri
novel toon isthe besh pokoknya 🥰🥰💪💪💪
Luqman ιиɑ͜͡✦
𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 😍😍😍

𝘭𝘰𝘷𝘦 𝘺𝘰𝘶 𝘬𝘢𝘬 😘😘😘
fia nur ιиɑ͜͡✦
ceritanya bagus banget 😍😍😍

semangat selalu dalam berkarya kak 😘😘😘
Hakim ιиɑ͜͡✦
ceritanya bagus banget 😍😍😍

tetep semangat dalam berkarya ya 😘😘😘
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
semangat lebarkan sayap Mamah 💪🙏
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐: iya Ecce sayang, insya Allah 😊

terima kasih banyak untuk semua bantuan dan dukungannya selama ini ya Dek 😘😘😘
total 1 replies
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
semuanya mamah tunggu kehadiran kalian semua di f1zz0 ya 😘

jangan lupa tinggalkan ulasan bintang 5 dan juga komentar-komentar kalian semua disana ya 😊

mamah sayang kalian semua, love you all 😘😘😘
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: love you much mbak Iin sayang
total 3 replies
𝓐𝓼𝔂 𝓢𝔂𝓲𝓯𝓪
good job, karya yang bagus, suka banget sama alur ceritanya 🥰🥰🥰

tetep semangat selalu dalam berkarya buk 😘😘😘
Afrilia Welly Welly
kok gua yg jadi geregetan,sena kok sampe nyiksa gitu sih,gua yg sesak liat Shafiq emosi gitu 😒
💞🖤Icha
Langsung cuzzzz....tekan ❤ sajennya juga uda...wkwkwkwkwk..
semangat berkarya mbak Iin 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!