NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Presdir

Istri Kontrak Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Cerai / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:26.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asti Amanda

Demi balas dendam pada orang-orang yang sudah menjualnya, Aradella terpaksa setuju untuk menikah dengan Devandra, seorang CEO yang dingin dan arogan. Sebuah kisah pernikahan pilu tanpa adanya cinta.

Ketika cinta mulai menyatukan mereka, tiba-tiba saja seorang wanita lain datang mengaku sebagai tunangan Devandra.

~Follow Instagram @asti.amanda24
~Facebook : Asti Amanda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Rencana Jahat

Pagi itu, udara dingin menyergap, tapi panas demam serasa membakar tubuh Aradella, gadis muda berusia 19 tahun. Di ambang kesadarannya, ia merasakan cengkeraman kasar. Adiknya, Aline Chertin, dengan tanpa belas kasihan menyeretnya, lalu mendorong tubuh lemah itu keluar dari pintu rumah mereka.

Brak!

"Aduh!" Aradella meringis, menahan sakit saat punggungnya menghantam lantai teras. Rasa sakit fisik itu bercampur dengan kepedihan di hatinya.

"Ampun, Aline! Kumohon jangan usir aku! Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di luar sana. Aku janji, aku tidak akan menentangmu lagi," mohon Aradella pilu, tangannya yang gemetar meraih betis Aline.

Aradella, gadis berambut pendek dengan paras yang cukup manis, adalah putri sulung dari almarhum Pak Shan. Sejak lima tahun lalu ayahnya meninggal, ia terpaksa hidup di bawah atap ibu tiri—istri kedua ayahnya—dan Aline. Sepanjang tahun, perlakuan kejam sudah menjadi makanan sehari-hari.

"Cih, dasar kakak tak berguna! Sudah kubilang, kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Enyahlah dari rumahku!" bentak Aline. Kaki Aline melayang keras, menendang lengan Aradella. Aradella tersungkur ke belakang, rasa sakit menjalari lengannya yang baru saja ditendang.

Aradella berusaha bangkit, matanya dipenuhi air mata kekecewaan. "Aline, aku selalu baik padamu. Kenapa kau sekasar ini? Rumah ini juga peninggalan Ayahku. Kau seharusnya menghargaiku sebagai kakakmu—"

Brak!

Belum selesai bicara, Aline mendorongnya lagi. Wajah Aline memerah karena geram dan muak mendengar argumen itu. Tanpa peringatan, Aline mencengkeram rambut Aradella kuat-kuat, memaksa kepala kakaknya mendongak.

"Dengar baik-baik. Pak tua itu sudah mati! Rumah ini sudah sepenuhnya jatuh ke tangan Ibuku. Seharusnya kamu berterima kasih Ibuku sudi merawat Ayahmu yang sakit-sakitan itu!" bentak Aline, lalu melepas cengkeramannya. Ia menatap Aradella dengan tatapan penuh kesombongan.

Aradella menunduk, air mata mulai tumpah. Ia menangis dalam diam. Andai saja tubuhnya tidak selemah ini—ia memang sering sakit-sakitan sejak kecil—mungkin ia akan punya kekuatan untuk melawan perlakuan semena-mena adiknya.

"Hahaha!" Tawa puas meluncur dari bibir Aline. Ia menikmati pemandangan Aradella yang menyedihkan, masih terduduk tak berdaya di depan pintu.

"Sekarang, pergi dari sini! Jangan pernah berani kembali!" teriak Aline. Ekspresi wajahnya begitu kejam, kontras dengan perlakuan Aradella selama ini yang selalu menganggap Aline sebagai adik kandungnya sendiri.

"Aku mohon, Aline, biarkan aku tinggal di sini," pinta Aradella lagi, ia mencoba meraih tangan Aline.

"Jangan harap!" Aline menendang Aradella sekali lagi.

"Aaaakh!" Aradella jatuh tersungkur ke tanah, kini ia benar-benar terlihat seperti gembel lusuh di mata Aline. Aline tersenyum sinis, menikmati kemenangannya.

Tiba-tiba, suara teriakan terdengar dari dalam rumah. Seorang wanita berpakaian elegan muncul. Dialah Kalista Chertin, ibu kandung Aline dan istri kedua almarhum Pak Shan.

"Cih, Aline. Kenapa kau teriak-teriak begini? Ibu sampai terbangun," ujar Bu Kalista sambil menguap. Matanya kemudian menangkap sosok Aradella yang tersungkur di tanah. Alis Bu Kalista terangkat. Ia melihat anak tirinya yang sedang demam itu tak berdaya.

"Ada apa ini, Aline?" tanya Kalista. Ada nada iba yang dibuat-buat, namun senyum sinis tipis tak luput dari bibirnya.

"Ini, Bu. Aku sudah muak menampungnya. Dia hanya menyusahkan kita! Apalagi keuangan kita sudah menipis. Jangan sampai kita jatuh miskin gara-gara merawat dia!" jawab Aline manja, menunjuk Aradella dengan tatapan meremehkan.

Aradella segera merangkak mendekati ibu tirinya. "Aline mengusirku, Bu. Aku tidak mau pergi. Aku minta maaf kalau aku salah. Aku akan lakukan apa pun asalkan Ibu izinkan aku tinggal di sini lagi." Aradella terisak-isak. Ia memohon dengan sangat menyedihkan. Sejak kecil, ia hanya menerima "cinta" dan "kasih sayang" palsu di rumah ini.

Aline geram. Tangan Aline sudah terangkat, siap menampar Aradella, namun Kalista segera menahan tangan putrinya. Aline terkejut.

"Ibu, kenapa hentikan aku?" tanya Aline bingung.

Kalista terdiam, pikiran jahatnya mulai bekerja. 'Hmm, ini bagus. Aku bisa mendapatkan uang dari anak ini pada pengusaha di luar sana.' Kalista tersenyum licik. Sebuah ide kotor telah dirancangnya.

Perempuan paruh baya itu dengan mendadak bersikap manis, membantu Aradella berdiri. Ia menatap Aline. Aline semakin bingung melihat perubahan sikap ibunya.

"Anak Ibu tidak perlu menangis. Kamu tidak akan pergi dari rumah ini. Kita masuk sekarang. Biar Aline yang di luar. Ibu akan buatkan kamu teh hangat," ujar Kalista, menuntun Aradella menuju sofa.

"Aline, dengar baik-baik. Mulai sekarang, bersikap baiklah pada kakakmu," perintah Kalista, melirik sinis ke arah putrinya.

Aradella tersenyum lega. Ia salah mengira. Ia pikir ibu tirinya benar-benar telah berubah menjadi baik. Di belakangnya, Aline mengepalkan tangan, kesal melihat Aradella kembali masuk ke dalam rumah.

"Cih, sialan!" umpat Aline sebelum membanting pintu di belakangnya dengan keras.

1
Sitinjak Walida1979
Luar biasa
Laurentia Delimarta
Elisa pake jurus bunuh diri, biar Devan mau nikahin dia
Laurentia Delimarta
ella masa msh manggil Tuan !
Laurentia Delimarta
bgs Ella mulai berani
Enny Nuraeni
ok
Jarmini Wijayanti
nyimak dulu thor
tri kutmiati
iya...selimut atau bed cover
tri kutmiati
betapa kotornya masuk kedalam seprei....
yg bener masuk ke dalam selimut atau ke dlm bed cover...
tri kutmiati
bukan seprei....tp selimut..atau bed cover...
Angelia
Lumayan
Bara Athallah
𝗰𝘂𝗸𝘂𝗽 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗿𝗶𝗸
Retno Elisabeth
kasian aradella
Retno Elisabeth
mampir thor
Muawanah
maaf Thor baru mampir nieh
Christina Dewi
siap melanjutkan
Yuyun Arianti
ini krymu yg ke tiga aku BCA Thor bgus ceritnya🥰🥰👍👍👍
Yuyun Arianti: kok pinter bnget sih bikin critany nglahin drm sinetron 🤭🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
Sherlyn
ayoo kita jadikan devan bakso aja biar bisa di giling😴geregetan aq😤
Aprilia Rahmayanti
ko nama pemainnya sma di hasrat terindah istri kecilku.. apa in lanjutannya atau yg hasrat terindah yg lanjutannta
altanum
alurnya susah ditebak... semangat berkarya thor
Mariana Frutty
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!