NovelToon NovelToon
Terikat Luka, Terlahir Cinta

Terikat Luka, Terlahir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: M. ZENFOX

Erlangga Mahardika Pratama—seorang CEO muda yang dikenal dingin dan tak tersentuh—terbiasa mengendalikan segalanya dalam hidupnya. Hingga satu hari, sebuah kegagalan cinta menghancurkan pertahanannya, dan mempertemukannya dengan Zea Anindhita Kirana, gadis sederhana yang datang tanpa rencana… namun perlahan mengisi ruang kosong di hatinya.

Hubungan mereka tumbuh dalam diam—penuh tarik ulur, perbedaan dunia, dan luka yang belum sembuh. Di tengah kehangatan yang mulai tercipta, kebahagiaan itu justru direnggut oleh sebuah kebohongan kejam.

"Kadang, cinta datang bukan untuk dimulai... tapii untuk di perbaiki"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. ZENFOX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Tak Pernah Terjadi

Di puncak menara pencakar langit Jakarta, nama Erlangga Mahardika Pratama adalah hukum yang tak tertulis. Sebagai CEO dari Mahardika Group, konglomerasi yang memegang kendali atas jaringan infrastruktur dan teknologi terbesar di Asia, ia adalah arsitek di balik perputaran uang miliaran dolar. Baginya, kegagalan hanyalah variabel yang bisa dieliminasi dengan kalkulasi yang tepat.Saat ini iya sudah berusia sangat matang, yaitu berusia 30 tahun. Akan tetapi ia belum pernah sama sekali menjalin hubungan dengan seorang wanita, ia biasanya hanya fokus pada perkembangan perusahannya.

Namun malam ini, di dalam ballroom yang megah ini di sebuah pesta yang di adakan teman masa kecilnya, seluruh kekuasaan dan angka-angka di neraca sahamnya terasa tidak berarti sama sekali.

Cahaya dari lampu-lampu kristal memantul di permukaan lantai, menciptakan pendar keemasan yang menyilaukan. Di telinga Erlangga, musik klasik yang mengalun lembut terdengar seperti latar belakang yang terlalu rapi untuk debar jantungnya yang kian berantakan. Malam ini seharusnya menjadi garis start bagi hidup barunya, sebuah rencana yang ia susun lebih teliti daripada merger perusahaan mana pun.

Erlangga berdiri tegak, membiarkan setelan jas hitam buatan penjahit terbaik Italia menyembunyikan kegelisahan yang merayap. Wajahnya tetap sekaku pahatan marmer dingin dan tak terbaca, meski telapak tangannya mulai basah oleh keringat dingin. Di dalam saku jas, jemarinya terus meraba permukaan beludru kotak kecil yang ia bawa. Sebuah janji yang melingkar, menunggu untuk diberikan kepada satu-satunya orang yang tidak pernah memandangnya sebagai "Sang CEO"..

Malam ini seharusnya menjadi garis start bagi hidupnya yang baru dan moment yang ia tunggu-tunggu.

Fokusnya hanya satu, yaitu Lea.

Sahabat yang telah menemaninya melewati berbagai musim, perempuan yang selama ini ia anggap sebagai rumah, namun baru ia sadari sebagai tujuan.

"Akhirnya, momen eksekusi juga bro," celetuk Rian yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya sambil menyesap minuman. Sekretaris sekaligus sahabatnya itu adalah satu-satunya orang yang tahu isi saku jas Erlangga.

"Wajah lo nggak bisa bohong, Lang. Tegang banget, kayak bukan Lo aja bro" lanjut Rian dengan nada menggoda yang tertahan.

Erlangga membuang napas berat. "Gue cuma nggak mau ada celah sedikit pun malam ini."

"Seorang Erlangga Mahardika takut salah langkah? Surprising," Rian mengangkat alis, lalu meninggalkannya, ia membiarkan Erlangga kembali dalam keheningan pribadinya.

Biasanya, hidup Erlangga adalah tentang kalkulasi. Bisnis, investasi, dan keputusan besar selalu berada dalam kendalinya. Namun di hadapan cinta, ia menyadari bahwa seluruh rencananya tak lebih dari sekadar spekulasi yang rapuh.

Lampu ruangan meredup, menyisakan sorotan tunggal ke arah panggung. Lea melangkah naik. Gaun champagne yang ia kenakan tampak menyatu dengan keanggunannya. Senyumnya masih sama, senyum yang selalu mampu melumpuhkan logika Erlangga dalam hitungan detik.

Erlangga mengencangkan genggamannya pada kotak di saku jas. Sekarang, batinnya. Setelah pidatonya selesai, aku akan naik ke atas dan langsung melaksanakan rencananya.

Namun, kalimat pertama yang keluar dari bibir Lea justru membekukan aliran darahnya.

"Terima kasih sudah hadir di malam yang sangat berarti ini," suara Lea menggema, jernih dan penuh binar. "Aku ingin membagikan sebuah kabar bahagia yang sudah lama ingin kusampaikan..."

Ada jeda sejenak. Lea tersenyum lebar, jenis senyuman yang belum pernah Erlangga lihat sebelumnya, senyum milik seseorang yang baru saja menemukan seluruh dunianya. Seketika ia merasakan firasat yang buruk.

"Malam ini, aku resmi bertunangan."

Dunia di sekitar Erlangga mendadak sunyi. Suara riuh tepuk tangan dan sorak-sorai pengunjung terdengar seperti dengung statis di radio yang rusak. Matanya terkunci pada jari manis Lea. Di sana, sebuah cincin telah melingkar. Berkilau sombong di bawah lampu panggung.

Di samping Lea datang, seorang pria melangkah maju, merangkul pinggangnya dengan gestur posesif yang penuh kebanggaan.

"Langga..." Suara Rian terdengar jauh, seperti memanggil dari dasar sumur.

Erlangga tidak mampu menyahut. Paru-parunya seolah mengecil, membuatnya sesak oleh udara yang tiba-tiba terasa berat. Ia meremas kotak cincin di sakunya begitu kuat hingga sudut-sudut kotak itu seolah menusuk telapak tangannya. Ironis. Ia datang untuk memenangkan masa depan, namun justru mendapati bahwa kursinya sudah diisi orang lain bahkan sebelum ia sempat mendaftar.

Ia berbalik arah. Tanpa kata, tanpa pamit.

Langkahnya tetap tegap, menunjukkan sisa-sisa harga diri yang masih ia miliki, menembus kerumunan yang tengah merayakan kebahagiaan yang justru menghancurkannya. Di luar gedung, udara malam Jakarta yang lembap menyambutnya.

Erlangga berdiri diam di samping mobilnya, menatap kosong ke jalanan yang padat. Ia mengeluarkan kotak beludru itu, membukanya sedikit. Cincin itu masih di sana, sempurna dan berkilau, namun kini tak lebih dari sekadar benda mati yang kehilangan makna.

"Telat, ya..." gumamnya lirih. Kalimat itu menguap begitu saja tertiup angin.

Ia memacu mobilnya membelah malam tanpa tujuan pasti. Lampu-lampu jalanan tampak seperti garis cahaya yang kabur di matanya. Rasa sesak itu akhirnya memuncak.

Brak!

Tangannya menghantam setir. Sekali, cukup keras hingga tangannya terasa berdenyut nyeri. Namun rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan kekosongan yang menganga di dadanya.

Entah berapa lama ia berkendara, hingga akhirnya ia sampai di tepian sebuah danau di pinggiran kota. Tempat itu sunyi, hanya ada bisikan air dan jangkrik. Erlangga turun, duduk di bangku kayu yang sudah mulai lapuk, menatap riak air yang hitam pekat.

"Gue tolol..." ia tertawa getir, suara yang lebih mirip sebuah rintihan.

Ia selalu mengira waktu akan selalu berpihak padanya. Ia selalu percaya bahwa Lea adalah kepastian, sehingga ia lalai untuk menyatakan. Kini, di bawah gelapnya langit malam, Erlangga harus menelan kenyataan pahit: bahwa dalam hidup, beberapa hal tidak bisa diperbaiki hanya dengan penyesalan.

Ia tetap di sana, sendiri, menggenggam kotak cincin yang tak akan pernah menemukan tuannya.

1
Faiz Utama
gws hp
Fatma
Kasian hp nyaa
Nadia Julia
Enaknya punya temen kyk Rian
M. ZENFOX: Author kak💪
total 1 replies
Nadia Julia
Semangat thorr, aku tunggu updatenya ;)
M. ZENFOX: Siapp
total 1 replies
Nadia Julia
Jail amat
Nadia Julia
Perbedaan kael & Erlangga :)
M. ZENFOX: Apatuh?
total 1 replies
Nadia Julia
Jangan pernah pelit untuk memberi intinya, bolee
Nadia Julia
Semangat Thorrr>
M. ZENFOX: Makasih kakkk💪
total 1 replies
ELVI NI'MAH
Bagus, aku suka happy ending, inginku ibunya langga menyukai zea
M. ZENFOX: Makasihh kakk🤩
total 1 replies
Nessa
lapor donk zea jangan diam aja
M. ZENFOX: Tau ya, ngapain diem 😄
total 1 replies
Nessa
yakin ni g tertarik kita liat aja nanti 🤭
M. ZENFOX: hehe🙄😁
total 1 replies
Nessa
gimna nasib zea
M. ZENFOX: Di tunggu ya kakk
total 1 replies
Nessa
diihh sarah sombong kali
Nessa
erlangga 😤😤😤
Nessa
salut banget padamu zea, intinya bersyukur
Nessa
smngat zea
Nessa
ikut sedih 😢
M. ZENFOX: Sama kak🥲
total 1 replies
Nessa
zea kenapa g minta erlangga menikahimu
M. ZENFOX: Ending tamatnya cepet kak😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!