Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Seorang gadis yang mempunyai tinggi 167cm dengan rambut hitamnya yang panjang berjalan seorang diri menyusuri koridor sekolah yang terlihat sepi.
Hanya beberapa yang terlihat duduk dengan memegang buku di tangannya.
"Kok ga kelapangan basket nad..katanya rame banget.." sapa seorang dari mereka yang melihat nadia berjalan sendiri kearah yang berlawanan.
"Ah aku ga tertarik,kamu sendiri kok ga kesana.."
"Ahh tugas remidi milikku banyak banget nih..pusing aku.."
"Mana bentar lagi kita bakal ada latian ujian.."
"Hahaha gausah di pikirlah.."
"Kamu mah enak pinter.."
"Mau masuk ke kampus manapun juga gampang.."
Nadia langsung terdiam mendengar ucapan salah satu temannya tersebut.
Bayang-bayang larangan dari kedua orang tuanya yang tidak mengijinkannya untuk melanjutkan pendidikan muncul kembali.
"Yee kok malah bengong.."
"Sini deh bantuin aku,jangan berdiri di depan pintu gitu.."
"Kalau kata orang tua pamali.."
Nadia pun berjalan menghampiri mikayla.
Mereka sudah lama sekali saling mengenal.
Sejak keluarga nadia pindah ke kawasan perumahan yang di tempati mikayla dan keluarganya beberapa tahun lalu.
Mereka berteman sejak masuk sekolah menengah pertama,meskipun beda sekolah.
Orang tua nadia sering sekali meminta ayah mikayla untuk sekalian menjemputnya setiap pulang sekolah.
Dan disaat itulah mereka sering bertemu dan menjadi akrab.
Nadia duduk menghampiri mikayla sesekali ia meraih lembar kertas yang berisi hasil ulangan yang mendapat nilai dibawah 60.
Mikayla jelas melihat senyum usil dari sahabatnya itu.
"Jangan menghina.."
"Kalau aku ga bisa masuk fakultas impian dengan nilai yang bagus,aku pastiin bakal tetep kuliah kok dimanapun itu.."
"Enak banget yaa.."
"Hmm aku masih ga tau nih kedepannya gimana.."
"Mamah ga ngebolehin aku buat lanjut tapi aku pengen banget.."
"Hah kenapa.."
"Maksutku kenapa kok begitu.."
"Ntah lah..mungkin aku nanti langsung kerja terus diam-diam kuliah sambil kerja gitu.."
"Aku pengen banget kaya kakaku.."
"Bebas milih kampus yang di mau.."
"Sedangkan aku ga boleh.."
"Kok gitu sii.."
"Masa iyaa ga mau anaknya punya pendidikan yang tidak setara dengan saudaranya.."
"Hmm jadi sekarang gimana?.."
"Aku jadi sedikit males-malesan belajar.."
"Yang penting nanti lulus ujian ajalah..gausah ngejar nilai.." keluh nadia.
Krruuukk
"Duh laper.." ucap mikayla.
"Kantin yuk..pengen soto.."
Kini nadia dan mikayla duduk berdua di tengah meja kursi kantin yang juga terlihat sepi.
"Eh kayanya aku sekarang jarang liat kamu dianter ayah.."
"Dia baik-baik saja kan?.."
"Atau sedang ada pekerjaan diluar.."
"Hmm semenjak mama meninggal dia selalu menyibukkan diri dengan pekerjaannya.."
"Kadang dia ke balikpapan,ke bali.."
"Haahh sudah hampir ga pernah di rumah lah.."
"Terus kamu?.."
"Ah emm akuu.."
"Aku kadang nginep di kosan,aku sendiri kalau di rumah suka kesepian.."
"Enak banget bisa kos sendiri.." puji nadia.
"Pasti bebas bisa main kemana aja,pulang kapan aja.."
"Ya tapi aku harus tau juga jadwal ayah pulang.."
"Tiba-tiba dia pulang aku ga dirumah bisa berabe.."
"Oh jadi ayah juga ga tau kamu kos?.."
"Terus yang bayarin siapa?.." nadia masih dengan polos bertanya kepada mikayla.
"Haahh kamu punya sampingan yaa.."
"Aku mau ikut dong..."
Mikayla terdiam sesaat tak menjawab ocehan nadia.
Ia menatap datar sahabatnya itu, nadia yang berasal dari orang kaya tapi orang tuanya tak mengijinkan untuk melanjutkan pendidikan.
"Ah kamu kan pinter ya.."
"Mau ga ngajar les privat.."
"Lumayan tau.."
"Hah..les privat.."
"Nanti aku kenalkan kamu dengan kenalanku.."
"Tempo hari ia memberi tahu bahwa salah satu ponakannya ga mau sekolah jadi dia maunya belajar di rumah.."
"Tapi kalau di tanya bilang aja kuliah yaa.."
"Seriusan ini?.." nadia mengernyitkan dahinya menatap mikayla yang menganggukkan kepalanya.
"Tapi yakin ga ketauan?.."
"Kalau di tanya kuliah dimana atau apalah itu gimana?.."
"Jawab aja sebisamu.."
"Hahahaa.."
"Ihh kamu..engga deh kalau gitu.."
"Daripada nanti jadi masalah mending sabar aja nunggu lulus sekolah.."
"Terus lulus sekolah mau kemana? Mau jadi penjaga toko? Pelayan cafe.."
"Sekarang kalau hanya mengandalkan ijazah sma kita ga bisa dapet kerja seperti yang kita inginkan nad.."
"Iyaa si.."
"Gapapalah yang penting bisa kerja dulu ntar sambil kuliah.."
"Yaudah deh terserah.."
"Tapi kalau semisal kamu tertarik kamu ke kosan aku aja.."
"Seminggu ini ayah ga pulang,jadi aku tinggal di kosan.."
******
Malam harinya di kediaman keluarga abimana terlihat seluruh anggota berada di ruang tamu sembari menonton tv.
Nadia berniat memberitahukan niatnya kembali yang ingin berkuliah.
"Maah..apa ga bisa aku kuliah dulu.."
"Engga nadia..kamu kalau mau kuliah ya kuliah aja tapi mamah papah ga mau bayarin ya.."
"Kamu liat mama kan?.."
"Dulu mama kuliah di kampus bergengsi,lulus kuliah nikah.." jawab mamanya.
"Lagian bener kata mama nad..kaka aja yang kuliah kamu gausah.."
"Laki-laki bertanggung jawab atas anak istrinya.."
"Sedangkan kamu perempuan akan di tanggung oleh suamimu kelak.."
Terkadang memang kakanya ini menyebalkan tapi memang sikapnya yang hangat membuatnya tak bisa membantah.
"Hiih.."
"Kalau misal aku kerja sambil kuliah.."
"Ya itu terserah kamu.."
"Tapi mama sudah mewanti-wanti kamu ya.."
"Papa ga bisa apa bujuk mama biar aku kuliah gapapa deh sambil kerja.."
"Ok nadia,.kamu boleh kuliah sambil kerja.."
"Tapi kamu harus fokus.."
"Jangan sampai terbengkalai.."
Ucap papanya yang akhirnya mamanya pun menyetujuinya.