NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Bad Boy / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Lupakan apa yang kalian ketahui tentang Zhang Yuze yang lama. Di Jilid 2 ini, panggung kehidupan akan menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.

​Bukan lagi sekadar urusan asmara di bangku sekolah, Zhang Yuze akan mulai melangkah ke dunia bisnis yang penuh intrik, berhadapan dengan tokoh dunia bawah tanah yang kuat, hingga terjebak di antara pesona selebritas papan atas yang memabukkan. Akankah Kitab Santo Cinta cukup untuk melindunginya saat kekuatan rahasia mulai mengincar dirinya? Ataukah godaan dari para wanita menawan di sekelilingnya justru akan menjadi bumerang bagi takdirnya?

​Persiapkan diri kalian. Ambisi yang lebih besar, romansa yang lebih membara, dan rahasia pusaka yang lebih dalam akan segera dimulai.

​Pastikan kalian berada di barisan terdepan saat langkah baru ini dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Demi kenyamanan dan kedekatan emosional serta permintaan dari beberapa pembaca dalam mengikuti alur cerita yang semakin kompleks, mulai Jilid 2 ini, nama-nama tokoh dan latar tempat akan diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Perubahan ini bertujuan agar nuansa "lokal" dan dinamika percakapan terasa lebih natural bagi kita semua.

​Di tengah riuhnya kantin universitas yang dipenuhi aroma soto dan gorengan, pandangan Yudha dan Mina tiba-tiba terpaku pada segerombolan mahasiswi yang baru saja melangkah masuk. Mereka berasal dari Jurusan Akuntansi.

Salah satu di antara mereka, dengan rambut yang ditata anggun bak putri keraton, seketika menjadi pusat gravitasi di ruangan itu.

​"Wah, gila! Bukankah itu salah satu dari tiga bidadari Jurusan Akuntansi?" bisik seorang mahasiswa di meja sebelah dengan mata berbinar kagum.

​"Wulan?" Yudha bergumam tak percaya melihat kehadirannya di sana.

​Melihat bagaimana tatapan lapar para 'buaya' di sekeliling kantin mengekor ke arahnya, Yudha tahu betapa populernya gadis itu di Fakultas Ekonomi. Jika saja tatapan mata bisa menembus kain, Yudha yakin pakaian yang dikenakan Wulan sudah compang-camping sekarang.

​Mungkin karena baru saja berganti pakaian setelah sesi latihan militer, Wulan kini hanya mengenakan kaus kartun simpel dan celana pendek abu-abu yang memamerkan kaki jenjangnya yang mulus. Kulitnya yang putih bersih tampak berkilau di bawah lampu kantin, memancarkan pesona yang sulit ditolak. Tenggorokan Yudha mendadak terasa kering. Terbayang di benaknya betapa luar biasanya jika ia bisa menaklukkan wanita sekelas Wulan. Hasrat di hatinya mulai berkobar. Sial, sejak kapan pengendalian diriku jadi serapuh ini? batinnya.

​Menyadari Mina yang duduk di sampingnya mulai menunduk dengan raut wajah mendung, Yudha bertanya cemas, "Ada apa, Na? Kok tiba-tiba cemberut?"

​"Kak Yudha... apa aku jelek?" tanya Mina pelan, suaranya nyaris tenggelam dalam kebisingan kantin.

​"Mana mungkin! Kenapa tanya begitu?" Yudha menatapnya heran sambil tersenyum menenangkan.

​"Tadi kulihat Kakak tidak berkedip menatap Wulan," gumam Mina sambil mengerucutkan bibirnya.

​Deg! Yudha tidak menyangka Mina bisa cemburu secepat itu.

​Saat ia menoleh, Wulan ternyata sudah berjalan ke arah meja mereka. Merasa canggung bertemu dalam situasi seperti ini, Yudha mencoba memalingkan wajah, berpura-pura sibuk dengan ponselnya agar bisa berbaur dengan kerumunan. Namun, tindakan itu justru membuatnya semakin mencolok. Di saat hampir semua pria di kantin menatap Wulan, hanya meja Yudha yang tampak acuh. Lirikan mata Wulan pun akhirnya menangkap sosok familiar itu.

​"Wah! Kapten, ternyata kau sedang kencan rahasia dengan Mina di sini ya? Curang sekali!" seru Wulan dengan nada menggoda, seolah baru saja menemukan kartu as.

​Wulan melangkah mendekat sembari menarik dua teman kelasnya. Pada saat itu juga, Yudha merasakan atmosfer di sekitarnya berubah mencekam. Tatapan benci dari para mahasiswa lain melesat ke arahnya bagaikan rudal yang siap meledak kapan saja.

​Yudha hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum kecut. Aku ini niatnya mau 'low profile', tapi terkadang menjadi terlalu bersinar memang ujian yang berat, pikirnya narsis.

​Di bawah tekanan tatapan tajam itu, Yudha segera merogoh saku, menyentuh Cermin Pusaka miliknya, dan mengaktifkan kemampuan "Pesona Tanpa Batas".

​Seketika, aura Yudha berubah total.

​Pandangan Wulan dan teman-temannya yang tadi hanya sekadar menggoda kini berubah menjadi kekaguman yang dalam. Senyum Yudha yang sebelumnya terkesan nakal kini terlihat sangat karismatik dan hangat. Di mata para gadis, Yudha seolah memiliki daya tarik magnetis yang tak tertahankan.

​Anehnya, efek ini juga merembet ke para pria di sana, meski dengan cara yang ganjil.

​"Sial, pria itu terlihat sok asik, tapi kenapa aku merasa dia keren sekali ya? Aneh..." gumam seorang mahasiswa sambil menggaruk kepala, masih dengan mulut penuh nasi.

​"Iya, entah kenapa gayanya yang tengil malah terlihat berkelas. Apa aku sudah tidak normal?" sahut temannya bingung.

​Dua gadis di samping Wulan sebenarnya manis, namun di sebelah Wulan, mereka bagaikan bintang yang kehilangan cahayanya. Yudha hanya mengangguk singkat pada mereka sebelum kembali memusatkan perhatian pada sang primadona.

​"Hei, Yudha, apa kau sedang berusaha mencuri hati Mina? Kulihat tadi di lapangan kalian mesra sekali, jangan-jangan ada main ya?" Wulan menepuk bahu Yudha dengan gaya santai khasnya.

​Gila! Apa-apaan istilah 'ada main' itu? Yudha benar-benar dibuat kelabakan.

​"Wulan, jangan asal bicara. Aku... aku hanya mentraktir Kak Yudha sebagai tanda terima kasih," sela Mina dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus.

​"Oh, ya? Aku tidak percaya! Kukira kau memang sedang mengincar satu-satunya cowok ganteng di kelas kita ini," goda Wulan lagi.

​"Sebenarnya, aku lebih tertarik untuk 'bermain' dengannmu, bagaimana menurutmu?" Yudha menatap Wulan dengan tatapan berani dan nakal, tangannya dengan berani menyentuh pundak gadis itu.

​"Hah? Berani-beraninya kau menggodaku? Apa kau sudah bosan hidup?" tantang Wulan. Ia justru menaikkan satu kakinya ke atas kursi, menatap Yudha dengan mata besarnya yang menantang.

​Yudha merasakan desiran aneh di punggungnya; gaya Wulan benar-benar seperti gadis preman yang liar. Namun, pose itu justru membuat Wulan terlihat berkali-kali lipat lebih menggoda. Kaki putih jenjang itu terpampang nyata di depan mata Yudha. Ia menelan ludah, berusaha menahan diri agar tidak menyentuh kulit yang tampak halus seperti sutra itu.

​Melihat tantangan Wulan, Yudha justru terkekeh. "Aku tidak punya apa-apa selain nyali. Kalau hadiahnya adalah ciuman darimu, aku rela mati tanpa menyesal!"

​Meskipun Wulan biasanya sangat blak-blakan, ia tetap tidak tahan terus-menerus digoda dengan tatapan seintens itu. Ia akhirnya menyerah dan memaki pelan, "Bajingan!" sebelum akhirnya mengajak teman-temannya pergi dari sana dengan wajah yang sedikit merona.

​"Hehe!" Yudha tersenyum puas. Ia tahu betul, jika seorang gadis memanggilnya 'bajingan' dengan nada seperti itu, berarti misinya berhasil. Ia teringat wejangan dari Bang Januar; menghadapi gadis liar tidak boleh dengan cara yang kaku. Wanita memang lebih suka pria nakal, batinnya yakin.

​Menyadari Mina yang masih memperhatikannya, Yudha berkata, "Sudah kenyang? Yuk, kita jalan-jalan sebentar. Kampus ini luas sekali, kalau kita tidak keliling sekarang, mungkin setelah pindah ke asrama baru nanti kita tidak punya waktu lagi."

​Mina mengangguk ceria. Mereka pun menghabiskan sore itu berkeliling area universitas yang asri. Pemandangannya sungguh menyejukkan mata—dari danau buatan yang tenang hingga gedung-gedung tua yang ikonik. Yudha benar-benar menikmati momen ini, seolah beban latihan militer tadi pagi menguap begitu saja.

​Namun, saat mereka sampai di koridor gedung administrasi yang tinggi, Mina mendadak terdiam. Wajahnya yang tadi berseri-seri kini pucat pasi. Butiran keringat dingin mulai muncul di dahinya.

1
Tri Rahayu Amoorea
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!