NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:713
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Tabib Muda Kota Batu Besi

Kota Batu Besi hanyalah sebuah kota kecil di ujung selatan kerajaan Xia. Karena tidak ada sesuatu yang spesial dari daerah ini. Kota Batu Besi pun menjadi satu satunya kota di ke-kaisaran Xia yang tidak memiliki sekte untuk menjadi pendukung kota, tetapi kota ini cukup aman di bawah kepemimpinan Raja Kota saat ini.

Seorang pemuda mungkin sekitar usia tujuh belas atau delapan belas tahun memakai caping anyaman bambu baru saja keluar dari pondoknya.. Di Balik caping bambu itu tersembunyi wajah yang sangat tampan, hanya saja ada bekas luka memanjang di pipi sebelah kirinya. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi kadar ketampanannya. Baru saja ia menutup pintu pondok tempat ia tinggal, tiba tiba terdengar suara

Rombongan berkuda datang ke arah pondok tersebut.

Ternyata mereka adalah rombongan Raja Kota Batu Besi dan pengawalnya. Tuan Raja satu-satunya orang di kota Batu Besi yang telah mencapai Ranah Master tahap puncak, dan tertahan di sana sudah cukup lama. Dalam beberapa tahun lagi mungkin bisa melakukan terobosan ke Ranah Grandmaster.

Ada satu alasan kenapa Tuan Raja berada di puncak ranah itu cukup lama, karena Tuan Raja memiliki dua pecahan Inti Spiritual. Beruntung dua pecahan itu memiliki akar elemen yang sama.

Setelah turun dari kuda, sebelum si pemuda memberi hormat, Raja justru lebih dulu menyatukan tinju dan telapak tangannya di depan dada sambil sedikit membungkuk. "apa kabar Tuan Tabib Muda". Pemuda yang disebut Tabib Muda itu pun terkejut.

"apa yang tuan Raja lakukan? tidak

Berhasil menerobos ke ranah master tahap menengah. Dan ia juga bilang akan segera melampauiku bila aku tidak segera menerobos ke ranah grandmaster."

"Gadis kecil itu sudah mulai berani sombong kepadaku, hahahaha. Dia juga menanyakan kabarmu, dia bilang gurunya ingin melihatmu setelah mendengar cerita tentangmu. Tabib muda, sepertinya kau memang harus ke sana. Dengan kemampuan alkimia sepertimu, mereka pasti akan merekrutmu." ucap Raja kota sambil menepuk pundak pemuda itu.

"Ya, saya pasti akan ke sana, tapi hanya untuk melihat adik Yu Ri. Entah kapan lagi kami bisa bertemu kedepannya. Omong-omong saya meninggalkan sesuatu untuk anda dan prajurit penjaga kota di pinggir hutan di balik bukit sebelah timur. Manfaatkan lah dengan sebaik-baiknya. Tentu saja anda mesti merahasiakan hal ini."

Sontak semua yang mendengarnya terkejut, hutan dibalik bukit sebelah timur bukanlah tempat untuk bermain main. Hutan itu dihuni binatang iblis tingkat tiga dan tingkat empat. Bahkan, diceritakan dulu sekali malah ada Binatang Spiritual. Binatang yang lebih kuat dari binatang iblis.

Hong Li pengawal raja kota dengan ragu ragu bertanya. "Tabib Feng Yan, saya tidak mengerti mengapa anda seperti meminta kami menuju kematian? Tempat itu bukanlah tempat yang bisa dikunjungi oleh orang orang seperti kami. Selain Raja hanya ada empat orang penjaga kota di ranah Master, semua prajurit penjaga kota lainnya hanya berada di ranah ksatria dan pemurnian tubuh. Tabib muda Feng sudah mengetahui itu bukan?"

Feng Yan tersenyum tipis, ia tentu saja memahami kekhawatiran Pengawal Hong li. "Paman Hong Li tenang saja, tidak ada sesuatu yang berbahaya di

Dekat sana. Tentu saja aku tidak akan menjerumuskan kalian ke dalam kematian. Asalkan kalian tidak menyeberangi sungai, itu akan baik-baik saja."

"Tapi..." belum selesai Hong li mengungkapkan keraguannya, raja kota Yuan Kong langsung menyela. "Hong Li, apa yang kau katakan. Aku mengerti akan kekhawatiranmu, tapi aku percaya tuan tabib muda tidak berniat buruk. Bila dia bilang itu baik untuk kita maka aku akan mempercayainya."

Hong Li Pun tidak bisa lagi berkata apa-apa. Raja kota sudah berkata, ia hanya bisa mematuhinya.

"Jadi Tabib muda, kapan kau akan meninggalkan kota?" tanya raja Yuan Kong melanjutkan pembicaraan.

66 Tadinya segera setelah menemui anda di balai kota, tapi karena kita sudah bertemu di sini maka tidak ada lagi keperluan lain. Saya akan segera

Berangkat saat ini juga. Tolong sampaikan salam hormat saya pada Nyonya. Kalau begitu saya pamit undur diri." Feng Yan membungkuk dan menyatukan tinju dan telapak tangan di depan dada memberi salam penghormatan.

Raja dan para prajurit penjaga kota langsung membalas salam hormat dari pemuda tersebut.

"Tabib muda, kalau memang akan melewati kota kota Awan Salju aku ingin menitipkan Pil penguat pondasi untuk putriku Yu Ri. Tolong sampaikan juga kalau ayahnya hanya bisa memberi pil kelas dua." Yuan Kong memberikan satu kotak pil kecil kepada Feng Yan.

"Percayakan saja pada saya, adik Yu Ri pasti akan menerimanya". Sebagai balasan Raja Yuan Kong mengangguk tanda dia sangat mempercayai ucapan pemuda di depannya.

"Karena aku tidak memiliki sesuatu

Yang istimewa untukmu terimalah kuda ini. Namanya Qiangfeng. Salah satu kuda terbaik yang kami miliki." Seorang prajurit mendekat dan menyerahkan seekor kuda pada Feng Yan.

Feng Yan sekali lagi memberi hormat dan mengucapkan terima kasih, lalu segera meloncat ke punggung kuda dan mengusap kepala kuda tersebut. "Semuanya saya pamit, semoga kita bertemu di lain waktu."

Semua orang melambaikan tangan pada Feng Yan si Tabib Muda. "Sampai berjumpa lagi tuan tabib!" Para prajurit bersorak. Sedangkan Feng Yan terus memacu kuda nya meninggalkan daerah Batu Besi. Ia hanya membalas dengan melambaikan tangannya.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!