Semua bermula ketika Vanessa yang memaksakan keinginannya untuk mengikat Calvin dalam ikatan pernikahan, dengan harapan bahwa pria itu akan mencintainya. Tapi yang terjadi, pria itu malah membencinya dan berusaha selalu menjaga jarak dengannya, bertahun-tahun menikah, pria itu ternyata masih memikirkan mantan kekasihnya.
Sampai saat Vanessa sekarat karena kanker yang menggerogoti tubuhnya, dia melihat, suaminya yang menggandeng mesra tangan seseorang yang menjadi alasan kenapa pria itu tidak akan pernah mencintainya.
Di sisa nafasnya, dia pun menyesali keputusannya saat itu. "Andai saja aku tidak pernah memaksa Calvin menikah dengan ku, mungkin aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan."
Karena sejak awal, hati pria itu memang bukan miliknya.
Dan yah, Tuhan pun mengabulkan keinginannya. Apakah Vanessa akan merelakan Calvin bersatu dengan mantan kekasihnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ambisi Yang Merugikan
*Jangan lupa like dan vote dulu sebelum lanjut membaca ☺️
.
.
"Ayah aku berangkat dulu." ucap Vanessa lalu berpamitan dengan ayahnya yang sedang menyesap segelas kopi hangat di pagi hari.
"Belajar yang benar, jangan mengganggu Calvin terus." pinta Arthur serius.
Senyum Vanessa langsung hilang, bibirnya maju kedepan. "Ishh aku kan calon istri Calvin, jadi apa masalahnya jika aku mengganggu nya." jawabnya tidak mau kalah. Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, dia bergegas keluar.
Wajah yang tadinya cemberut berubah menjadi ceria saat melihat keberadaan pria pujaannya.
"Pagi Calvin." sapa nya lalu menghampiri pria itu. Seperti biasa. Calvin tidak menghiraukan keberadaan Vanessa hingga ayahnya menyenggolnya dengan sikut.
"Ehm." tegur Baskoro yang merupakan ayah Calvin sekaligus supir pribadi keluarga Vanessa.
"Pagi nona Vanessa." sapa Baskoro dengan senyum yang sangat lebar. Berbeda dengan anaknya yang selalu mengeluarkan ekspresi datar.
Vanessa tersenyum lebar. "Pagi pak Bas, ayo kita berangkat."
....
Kantin.
"Eh lihat itu pacarmu sedang berselingkuh."
Vanessa yang tadinya sibuk mengunyah makan siangnya, langsung menoleh. Didepan matanya, dia melihat senyum lebar Calvin yang sibuk menyeka noda di bibir Aurel.
Melihat senyum malu-malu wanita itu. Membuat Vanessa kesal lalu mengepalkan tangannya. Belum lagi sahabat-sahabat Calvin yang terlihat menggoda perbuatan pria itu barusan.
Siapa yang tidak mengenal Calvin. pria dengan kecerdasan diatas rata-rata, namun sayangnya pria itu hanyalah anak seorang supir, di hari pertama sekolah saja, pria itu langsung jadi bahan bullying.
Berbeda dengan Vanessa, meskipun kecerdasan nya standar, tapi keluarganya kaya, mereka memiliki bisnis resort dan villa ekslusif. Itulah Kenapa tidak ada yang berani menghentikan semua perbuatannya.
Contohnya seperti saat ini.
Karena kesal dan cemburu, tanpa pikir panjang Vanessa mendatangi meja Calvin, dan tanpa aba-aba dia menyiram kepala Aurel dengan jus jeruk miliknya.
Tak...
Dengan kasar Calvin menyentak tangan Vanessa hingga gelas yang ada di tangannya terlepas jatuh pecah di lantai kantin.
Semua orang langsung menoleh ke arah mereka.
"APA-APAAN KAU INI!" teriak pria itu sambil memeriksa keadaan Aurel, dengan cepat dia mengambil beberapa tissue dan membantu wanita itu mengelap rambutnya yang basah oleh jus jeruk.
Mata Aurel berkaca-kaca. Dia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan hari ini.
"Kau membentak ku?" tanya Vanessa pada Calvin sambil menunjuk dirinya. Dia menatap pria itu dengan tatapan tidak terima.
Calvin memejamkan matanya, mencoba untuk menenangkan dirinya. "Maaf."
Hanya itu yang bisa dia katakan, ayahnya selalu bilang untuk tidak pernah menyinggung atau menyakiti Vanessa. Karena satu kesalahannya, yang terkena imbasnya adalah ayahnya.
Beberapa siswa mulai berbisik-bisik. Mereka bergosip tentang keberanian Calvin yang lancang membentak Vanessa.
.....
Mood Vanessa seharian ini sangat buruk. Calvin bahkan tidak mau bicara dengannya lagi. Pria itu langsung pergi membawa Aurel setelah meminta maaf padanya dan selama perjalanan pulang, Calvin pura-pura tidur hingga dirinya hanya mengobrol dengan ayah pria itu.
Semakin hari, kedekatan Calvin dengan Aurel semakin intens, beberapa temannya bahkan bilang jika kedua orang itu memiliki hubungan.
Padahal sejak awal, dia sudah mengklaim Calvin adalah miliknya, itulah sebabnya tidak ada yang berani menyentuh Calvin. Tapi Aurel dengan lancang mengambil miliknya.
Kesabarannya mulai habis.
Sehari setelah kelulusannya dari SMA internasional.
Vanessa tersenyum lebar lalu menghampiri ayahnya yang sibuk bercengkrama dengan beberapa tamu nya. Hari ini Artur sengaja mengadakan pesta besar-besaran khusus untuk merayakan kelulusan serta kenaikan nilai anak semata wayangnya.
"Ayah." panggilnya lalu bergelayut manja di tangan pria tua itu.
Artur tersenyum lalu mengelus rambut anaknya itu. "Ada apa sayang?" tanyanya lalu memfokuskan perhatian nya pada anak itu.
"Ayah, karena aku berhasil menaikkan nilai ku, aku ingin menagih janji ayah yang akan menuruti keinginan ku."
pria tua itu mengangguk, dia memang sudah berjanji akan mengabulkan apapun keinginan Vanessa jika anak itu berhasil mendapatkan nilai yang bagus, Dan yah, anaknya berhasil, bahkan bisa meraih peringkat ke dua di bawah Calvin.
"Memangnya kamu mau apa?" tanya pria itu serius.
"Aku ingin menikah dengan Calvin."
Seketika senyum Artur hilang.
....
Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi Vanessa, tapi tidak bagi Calvin.
Keduanya baru selesai mengucapkan janji pernikahan yang dihadiri oleh banyak orang-orang penting.
Baskoro tersenyum lebar, disampingnya ada Artur yang terlihat tidak enak. "Maafkan aku Bas." ucapnya merasa tidak enak.
Dia tidak bisa menghalangi keinginan anaknya. Sementara yang dia tahu, Calvin sama sekali tidak menyukai anaknya, dengan terpaksa dia menggunakan kekuasaannya dan memaksa pria itu menerima anaknya.
Tidak ada senyum di wajah Calvin, hanya ekspresi dingin dengan tatapan penuh dendam yang dia layangkan pada Vanessa. Sementara wanita itu terus tersenyum sambil menyapa teman-temannya yang hadir di hari pernikahannya.
....
"Sayang, hari ini te..."
"Aku sibuk." jawab pria itu cepat tanpa melepaskan tatapannya pada ponsel ditangannya.
senyum Vanessa langsung hilang, dengan cepat wanita itu merebut ponsel suaminya. Jelas pria itu terkejut dan berniat mengambil lagi ponselnya. Sayangnya dia terlambat.
Vanessa langsung membanting ponsel itu hingga hancur berkeping-keping. "KAU MASIH BERHUBUNGAN DENGAN AUREL?, AKU ISTRI MU CALVIN!" teriaknya murka saat melihat pesan suaminya pada wanita jalang itu."
Calvin langsung berdiri. Dan...
Plak....
Menampar pipi Vanessa dengan cukup keras.
"Ingat ini baik-baik Vanessa, yang ku cintai dari dulu hingga saat ini hanyalah Aurel, jika bukan karena keegoisan mu, mungkin yang akan menjadi istriku saat ini adalah Aurel."
Deg....
Pria itu langsung menyambar jas nya dan pergi meninggalkan Vanessa yang terdiam di ruang makan.
Mata Vanessa mulai berkaca-kaca. Tangannya meremat dadanya yang terasa nyeri. Selama ini dia selalu sabar menghadapi sifat dingin Calvin, memperlakukan pria itu dengan lembut, dia berharap suatu saat pria itu mencintainya.
Tapi tertampar oleh kenyataan, bahwa hanya Aurel yang ada hati Calvin.
Dengan cepat dia mengambil ponselnya, lalu menelpon ayahnya..
"Ada apa Vanessa?" tanya pria tua itu setelah mengangkat panggilannya.
"Ayah aku butuh bantuan mu."
.....
Satu tahun, dua tahun dan bertahun-tahun pun berlalu.
Aurel menghilang, dan itu semua karena ulahnya, dia berharap suatu saat Calvin akan mencintainya jika tidak ada Aurel di sini.
Sayangnya dia tetap kalah.
Calvin bahkan tidak pernah menoleh sedikitpun ke arahnya, sampai usia mereka sudah sangat tua.
Hidup Vanessa benar-benar hancur saat dokter mendiagnosa jika dirinya memiliki kanker otak stadium akhir di usianya yang ke empat puluh tahun.
Di sisa nafasnya, Calvin menjenguknya dengan menggenggam tangan seorang wanita yang dia tahu adalah Aurel.
Pria itu berhasil menemukan Aurel.
"Matilah Vanessa, aku benar-benar membencimu." ucap pria itu sebelum pergi meninggalkannya sendirian di ruang dingin ini.
*Halo author kembali dengan cerita baru, mohon dukungannya ya, jangan lupa beri author like dan komentarnya ya