NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Yan Bingchen

​Semua petaka ini bermula dari sebuah cinta yang dianggap nista; pernikahan antara Yan Lie dari Klan Api dan Xue Qinghan dari Klan Es.

Dua klan besar ini telah memupuk dendam kesumat selama berabad-abad, mengalirkan darah di setiap generasi.

Pernikahan mereka dianggap tabu, sebuah pengkhianatan keji yang tak termaafkan terhadap leluhur.

Akibatnya, mereka berdua didera hukuman berat: diasingkan selamanya ke wilayah perbatasan yang tandus dan ingatan mereka tentang teknik beladiri utama klan dihapus paksa.

Hanya ada satu cara jika mereka ingin kembali dan memulihkan nama baik: mereka harus bercerai dan saling melupakan.

​Namun, cinta mereka terbukti lebih kokoh dari baja. Mereka memilih bertahan, hidup dalam kemelaratan di sebuah kediaman terpencil yang reyot.

Dengan cucuran keringat dan air mata, mereka membangun kehidupan dari nol, perlahan-lahan merangkak naik hingga diakui sebagai keluarga cabang, meski tetap dipandang sebelah mata sebagai "keluarga terbuang".

​Bertahun-tahun berlalu dalam damai yang rapuh, hingga lahirlah seorang putra yang mereka namai Yan Bingchen.

Kegembiraan mereka seketika sirna menjadi horor saat menyadari kondisi aneh bayi itu. Yan Bingchen terlahir dengan anomali mengerikan: tubuhnya memancarkan hawa murni dari dua elemen yang saling bertolak belakang, api dan es, yang bertarung tiada henti di dalam dirinya.

​Kabar ini bagaikan petir di siang bolong bagi kedua klan utama.

Mengecam keras kelahiran Yan Bingchen, mereka menganggap anak itu sebagai aib yang akan mengotori kemurnian darah klan dan bom waktu yang membahayakan bagi dunia persilatan.

Mereka mendesak, bahkan mengancam, agar Yan Lie dan Xue Qinghan membuang anak haram itu.

​Awalnya, kedua orang tua itu bersikukuh melindungi darah daging mereka.

Namun, seiring Yan Bingchen tumbuh dewasa, keraguan mulai menggerogoti hati mereka.

Yan Bingchen bukanlah anak biasa. Ia tidak pernah tertawa, jarang bicara, dan selalu menyendiri, menatap dunia dengan tatapan kosong yang penuh penderitaan.

​Suatu hari, takdir malang pun terjadi.

​"Hei Yan Bingchen! Apa kau mau ikut main?" ajak seorang anak sebayanya dari keluarga cabang Klan Api, mencoba bersikap ramah.

Yan ​Bingchen berdiri perlahan. Entah karena rasa senang yang jarang ia rasakan atau karena emosi yang tak stabil, kekuatan di dalam tubuhnya tiba-tiba meluap hebat tanpa kendali.

Hawa panas membara dan dingin yang membekukan meledak bersamaan dari tubuhnya, menghantam anak malang itu hingga terpental jauh dalam keadaan sekarat.

​Beruntung, seorang pengawal klan yang sigap langsung melompat dan menyelamatkan anak tersebut tepat sebelum ajalnya tiba.

​"M-maafkan aku ... aku tidak bermaksud ..." Yan Bingchen menunduk dalam, tubuhnya gemetar hebat, suaranya parau menahan tangis bersalah.

​Namun, penyesalannya sia-sia. Yang ia dapatkan bukanlah simpati, melainkan tatapan waspada, jijik, ketakutan, dan amarah yang meluap-luap dari seluruh anggota klan yang menyaksikan kejadian itu. Bisikan-bisikan keji "Anak Terkutuk" mulai menggema.

​Ketika kedua orang tuanya tiba di lokasi dengan napas memburu, hati Yan Bingchen hancur berkeping-keping.

Bukannya memeriksa kondisinya terlebih dahulu, mereka justru langsung berlari menghampiri anak yang terluka, wajah mereka penuh kecemasan dan rasa bersalah kolektif kepada klan.

​"I-ibu ... Ayah ... Maafkan aku," bisik Yan Bingchen dengan sisa harapannya.

​Yan Lie menatap putranya tajam, tatapan yang penuh frustasi dan keputusasaan mendalam. Ia merasa gagal sebagai ayah.

Berbagai cara telah ia coba untuk membantu Yan Bingchen mengendalikan kekuatannya, namun semuanya berujung kegagalan yang menyakitkan.

​Xue Qinghan, sang ibu, teringat peringatan para petinggi klan tentang bahaya anak ini. Rasa takut sempat terlintas di wajahnya, namun naluri keibuannya menang.

Ia menghampiri Yan Bingchen dan memeluk tubuh yang gemetar itu dengan erat.

​"Sudah Ibu bilang, jangan pernah mendekat pada orang lain, Nak. Itu berbahaya ... sangat berbahaya," isak ibunya, mencoba menasihati.

​Namun, cara penyampaiannya salah telak. Kata-kata itu tidak terdengar seperti nasehat perlindungan, melainkan sebuah vonis bahwa dirinya adalah monster yang membawa petaka.

Kata-kata itu menghujam hati Yan Bingchen layaknya belati dingin yang paling tajam.

​Sejak hari itu, isolasi Yan Bingchen menjadi mutlak. Ia tidak pernah lagi berinteraksi dengan siapa pun di luar rumah.

Bahkan hubungannya dengan orang tuanya sendiri pun merenggang, dingin sedingin elemen es di tubuhnya.

​Penderitaan Yan Bingchen bertambah saat ibunya mengandung anak kedua. Ia sangat senang dan ingin merasakan tendangan adiknya.

Dengan penuh harap, ia mendekat dan mencoba menyentuh perut ibunya yang membuncit.

​"JANGAN SENTUH!" bentak Xue Qinghan tiba-tiba, menepis tangan anaknya dengan kasar, sebelum ekspresi penyesalan instan muncul di wajahnya. "M-maafkan Ibu, Nak. Ibu ... Ibu hanya takut adikmu terluka oleh kekuatanmu."

​Mendengar itu, Yan Bingchen hanya bisa melotot, wajahnya muram dan tatapannya kosong. Pintu hatinya seolah tertutup rapat saat itu juga.

​Beberapa tahun kemudian, Setelah adiknya lahir, dia seorang anak perempuan cantik bernama Yan Xue.

Namun, kehadiran Yan Xue justru membuat jarak antara Yan Bingchen dan orang tuanya semakin menganga lebar.

Seluruh perhatian dan kasih sayang mereka tercurah pada Yan Xue yang "normal", sementara Yan Bingchen semakin terpinggirkan, dianggap sebagai cacat yang hidup di bayang-bayang keluarga.

​"Jangan dekat-dekat dengan dia. Nanti kau bisa terluka," bisik seorang bibi pada anaknya saat Yan Bingchen lewat.

"Seharusnya dia tidak pernah dilahirkan," cibir yang lain tanpa belas kasihan.

​Hari demi hari dilalui Yan Bingchen dalam kesepian yang mencekam. Saat usianya menginjak 17 tahun, penderitaan batinnya mulai bermanifestasi pada fisiknya.

Rambut panjangnya yang awalnya merah menyala, perlahan mulai memudar di satu sisi, memunculkan helaian-helaian warna putih kebiruan yang kontras.

Matanya pun berubah, satu merah bara, satu biru es, mencerminkan konflik abadi di dalam dirinya.

​Meskipun ia diam-diam giat belajar kultivasi, melatih fisiknya dengan keras, dan mempelajari teknik dasar kedua elemen secara otodidak, kekuatan besar di dalam dirinya terus meluap tak terkendali, dipicu oleh emosinya yang semakin labil.

​Puncaknya terjadi ketika ia tidak sengaja mendengar percakapan lirih kedua orang tuanya di suatu malam.

​"Sayang, aku sangat khawatir. Jika Bingchen terus seperti ini ... dia benar-benar akan menjadi ancaman bagi semua orang, termasuk Yan Xue," isak Xue Qinghan pelan.

"Ya, aku tahu," jawab Yan Lie dengan nada berat dan putus asa. "Mungkin ... apa sebaiknya kita serahkan saja dia ke para petinggi klan utama untuk diawasi ketat? Setidaknya di sana ada penjara khusus ..."

​Walaupun niat orang tuanya mungkin demi kebaikan bersama, bagi Yan Bingchen, itu adalah kalimat pengkhianatan terakhir. Mereka menyerah padanya.

​Dengan perasaan sedih yang teramat dalam, bercampur dengan amarah yang membara dan keputusasaan total, Yan Bingchen membuat keputusan.

Di tengah malam yang sunyi, ia melangkah pergi meninggalkan klan, tanpa membawa apa-apa selain dendam dan janji pada dirinya sendiri.

​Saat melangkah keluar dari gerbang, di bawah langit malam yang dingin, emosinya meledak hebat. Rasa sakit hati yang menumpuk selama 17 tahun akhirnya meruntuhkan pertahanannya.

Air mata keputusasaan mengalir membasahi wajahnya yang tampan namun penuh luka batin. Dan pada momen kehancuran total itu, kekuatannya benar-benar bangkit sepenuhnya.

​Aura api yang membara di sisi kanan dan es yang membeku di sisi kiri meledak dahsyat dari tubuhnya, sejalan dengan perubahan rambut dan matanya yang kini sempurna terbelah dua warna. Ia tidak lagi menahan diri.

"​Ibu ... Ayah ... Terima kasih karena setidaknya kalian membiarkanku hidup sampai hari ini. Tapi jika duniaku hanya berisi ketakutan dan penolakan, maka aku akan menciptakan duniaku sendiri."

​Sambil menahan tangis dan rasa sakit di tubuhnya, Yan Bingchen menengadah ke langit, bersumpah dalam hati dengan nada penuh duka namun bertenaga:

​"Aku tidak akan membiarkan takdir ini menghancurkanku. Aku akan menjadi yang terkuat di antara mereka semua. Aku akan menjadi 'Pendekar Api dan Es' yang sebenarnya, dan suatu hari ... aku sendiri yang akan memaksa dua klan sombong itu untuk bersatu di bawah kakiku!"

​Dengan hati yang beku namun tekad yang membara, ia melangkah pergi menerjang kegelapan malam, memulai perjalanannya sebagai seorang pendekar yang dikutuk sekaligus diberkati.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!