NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Jatuhnya Sang Ratu

Langit malam berubah merah.

Api menyala di berbagai sudut hutan gelap yang mengelilingi Istana Vampir Dravenhall, kerajaan terbesar bangsa vampir. Asap hitam naik ke udara, bercampur dengan suara benturan senjata dan raungan mengerikan yang mengguncang malam.

Perang telah terjadi Bukan perang biasa.

Ini adalah perang antara bangsa vampir dan bangsa manusia serigala yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dua ras yang sama kuatnya, sama bangganya, dan sama-sama tidak ingin mengalah.

Di tengah medan perang yang kacau itu berdiri seorang pria dengan jubah hitam panjang yang berkibar tertiup angin malam.

Matanya merah menyala seperti bara api.

Raja Vampir Edward.

Ia mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Setiap gerakan meninggalkan jejak darah di udara, seorang manusia serigala melompat ke arahnya dengan taring terbuka.

Edward bahkan tidak bergerak mundur.

Dalam satu gerakan cepat pedangnya menebas tubuh manusia serigala itu jatuh ke tanah tanpa kepala.

Namun meskipun Edward adalah raja yang sangat kuat, pikirannya malam itu tidak sepenuhnya berada di medan perang.

Karena di dalam istana…

Ada seseorang yang selalu ia khawatirkan.

Seseorang yang jauh lebih berharga daripada kemenangan perang apa pun.

Ratu Elena.

Elena adalah istrinya.

Wanita yang menjadi cahaya di dalam kehidupan gelap sang raja Namun, Elena juga memiliki sesuatu yang sangat langka di dunia makhluk malam.

Darah suci.

Sejak lahir, Elena memiliki darah yang berbeda dari vampir lainnya. Darahnya dipercaya memiliki kekuatan yang sangat besar.

Darah itu dapat memperkuat vampir hingga menjadi makhluk yang hampir tak terkalahkan.

Namun kekuatan itu juga menjadi kutukan.

Karena bukan hanya vampir yang menginginkannya.

Bangsa manusia serigala juga mengincar darah suci Elena. Karena itulah Edward selalu melindunginya dengan sangat ketat di dalam istana.

Namun malam itu…

Elena tidak bisa hanya menunggu.

Di dalam istana, Elena berdiri di balkon tinggi yang menghadap ke arah medan perang, dari kejauhan ia bisa melihat kilatan pedang dan cahaya api yang menyala di tengah hutan.

Hatinya terasa sangat tidak tenang.

“Edward…” bisiknya pelan.

Seorang pelayan vampir berdiri di belakangnya.

“Yang Mulia, Anda tidak boleh keluar dari istana. Ini terlalu berbahaya.”

Namun Elena menggeleng pelan.

“Jika Edward terluka di luar sana… aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.”

Sebelum pelayan itu sempat menghentikannya, Elena sudah berlari keluar dari ruangan.

Gaun putihnya berkibar saat ia berlari melewati lorong istana Keluar dari gerbang

Menuju medan perang. Kabut tebal menyelimuti hutan Suara pertempuran terdengar semakin dekat.

Elena berlari melewati tubuh-tubuh prajurit yang tergeletak di tanah, beberapa adalah vampir dan beberapa adalah manusia serigala Akhirnya ia melihat seseorang yang sangat ia kenal.

Seorang pria dengan jubah hitam yang berdiri di tengah lingkaran musuh.

Edward.

“Edward!” teriak Elena.

Edward menoleh dengan kaget.

“Elena?!”

Matanya membesar saat melihat istrinya berada di medan perang.

“Apa yang kau lakukan di sini?!”

Namun sebelum Edward sempat mendekatinya—

Raungan keras terdengar dari belakangnya.

Raja manusia serigala muncul dengan kecepatan luar biasa.

Pedangnya sudah terangkat tinggi targetnya bukan Elena, Targetnya adalah Edward.

Serangan itu datang terlalu cepat.

Bahkan Edward tidak sempat bereaksi.

Namun Elena melihatnya.

“EDWARD!”

Tanpa berpikir Elena berlari dan mendorong Edward menjauh.

Pedang Raja Serigala itu menusuk lurus ke depan.

SRAK!

Pedang itu menembus tubuh Elena.

Waktu seolah berhenti.

Tubuh Elena jatuh ke pelukan Edward.

“Elena…?”

Suara Edward bergetar.

Darah mengalir dari bibir Elena.

Raja Serigala tersenyum dingin sebelum mundur dari medan perang.

Namun Edward bahkan tidak memperhatikannya.

Seluruh dunianya hanya Elena.

“Elena… tetaplah bersamaku…”

Air mata jatuh dari mata sang raja.

Elena tersenyum sangat lemah.

“Edward…”

Tangannya yang dingin menyentuh wajah suaminya.

“Aku tidak menyesal…”

“Karena bisa melindungimu…”

Edward memeluknya semakin erat.

“Jangan tinggalkan aku…”

Namun Elena tahu waktunya sudah habis.

Dengan suara yang hampir tidak terdengar, ia berbisik.

“Jika jiwaku… terlahir kembali…”

“Temukan aku lagi…”

Tangannya jatuh perlahan Matanya tertutup.

Dan Elena meninggal di pelukan Edward.

Malam itu, raungan kemarahan Raja Vampir Edward mengguncang seluruh medan perang

Mata merah sang Raja Vampir membesar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

“Elena…?”

Suara Edward bergetar.

Ia memeluk tubuh istrinya semakin erat, berharap semua ini hanya mimpi buruk. Namun tubuh Elena semakin dingin. Darah yang mengalir dari luka di dadanya membasahi tangan Edward.

Angin malam berhembus dingin melewati medan perang yang tiba-tiba terasa sangat sunyi.

Para vampir dan manusia serigala sama-sama berhenti bertarung ketika melihat pemandangan itu Ratu Vampir telah jatuh.

Beberapa meter dari sana, Raja Serigala berdiri dengan senyum licik di wajahnya.

“Jadi… beginilah akhirnya,” katanya pelan.

Namun Edward tidak mendengar kata-kata itu.

Seluruh dunia di sekitarnya seolah menghilang.

Yang tersisa hanyalah tubuh Elena di pelukannya.

Mata merah sang Raja Vampir membesar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

“Elena…?”

Suara Edward bergetar.

Tangan Edward yang gemetar perlahan menutup mata Elena. Saat itulah seseorang berlari mendekat.

Seorang pria dengan pakaian pelayan kerajaan namun membawa pedang di pinggangnya.

Dialah Herry, tangan kanan sekaligus pelayan paling setia Raja Vampir.

“Yang Mulia!” serunya dengan wajah pucat saat melihat Elena.

Herry berhenti beberapa langkah dari mereka.

Matanya penuh kesedihan.

“Ratu…”

Edward tidak menjawab.

Ia hanya menatap wajah Elena yang kini diam.

Beberapa saat kemudian, Edward berdiri perlahan sambil masih menggendong tubuh istrinya.

Matanya yang merah kini penuh dengan kemarahan yang mengerikan.

Ia menatap Herry.

“Herry." Suara itu berat.

Herry segera berlutut.

“Ya, Yang Mulia.”

Edward dengan sangat hati-hati menyerahkan tubuh Elena ke dalam pelukan Herry.

Gerakannya sangat lembut, seolah Elena masih bisa merasakan sentuhan itu.

“Jaga dia.” Suara Edward rendah namun penuh perintah.

“Dengan nyawamu.”

Herry memeluk tubuh Elena dengan hati-hati.

“Aku bersumpah akan melindungi Ratu dengan hidupku, Yang Mulia.”

Edward menatap Elena untuk terakhir kalinya sebelum berbalik.

Tatapannya kini berubah tidak ada lagi kesedihan yang tersisa hanya kemarahan yang mengerikan aat itulah sesuatu berubah.

Aura gelap yang sangat kuat tiba-tiba keluar dari tubuhnya.

Tanah di sekitar mereka mulai bergetar.

Para vampir mundur beberapa langkah dengan wajah terkejut.

Bahkan para manusia serigala mulai menunjukkan ketakutan di mata mereka.

Karena mereka bisa merasakan sesuatu yang sangat mengerikan kemarahan Raja Vampir

Edward perlahan berjalan menuju Raja Serigala

“Herry.”

Tanpa menoleh ia berbicara lagi.

“Bawa Elena menjauh dari medan perang.”

Herry segera berdiri.

“Baik, Yang Mulia.”

Ia membawa tubuh Elena menjauh dengan sangat hati-hati, sementara para prajurit vampir membuka jalan untuknya.

Sementara itu Edward terus berjalan ke depan.

Menuju Raja Serigala.

Dan pertarungan yang mengerikan pun dimulai…

Saat itulah sesuatu berubah, Aura gelap yang sangat kuat tiba-tiba keluar dari tubuhnya.

Tanah di sekitar mereka mulai bergetar.

Para vampir mundur beberapa langkah dengan wajah terkejut. Bahkan para manusia serigala yang terkenal ganas mulai menunjukkan ketakutan di mata mereka Karena, mereka bisa merasakan sesuatu yang sangat mengerikan.

Kemarahan Raja Vampir.

Edward perlahan berdiri matanya yang merah kini bersinar jauh lebih terang dari sebelumnya.

“Serigala…” suaranya rendah namun penuh kemarahan.

“Tidak satu pun dari kalian akan pergi dari tempat ini hidup-hidup.”

Dalam sekejap Edward menghilang dari tempatnya.

SRAK!

Seorang manusia serigala tiba-tiba terbelah dua sebelum sempat bereaksi.

Gerakan Edward begitu cepat hingga hampir tidak terlihat.

CRASH!

Ia menghantam manusia serigala lain hingga tubuhnya terpental puluhan meter.

Pedangnya bergerak seperti badai setiap ayunan membawa kematian.Tanah medan perang berubah menjadi lautan darah

Pasukan serigala yang sebelumnya begitu percaya diri kini mulai mundur dengan panik.

“Dia… dia sudah gila!” teriak salah satu dari mereka.

Namun tidak ada yang bisa menghentikan Edward.

Seolah kematian Elena telah membuka kekuatan yang selama ini tertidur di dalam dirinya Aura gelap menyelimuti seluruh medan perang. Hanya dalam beberapa menit puluhan manusia serigala telah jatuh.

Yang tersisa hanya beberapa yang masih berdiri dengan tubuh gemetar.

Di antara mereka berdiri Raja Serigala.

Senyum liciknya kini menghilang.

Matanya menyipit tajam saat melihat Edward berjalan mendekat.

“Kemarahanmu memang mengesankan, Edward,” katanya dingin.

“Tapi jangan lupa… aku juga seorang raja.”

Ia mengangkat pedangnya.

Aura liar yang kuat keluar dari tubuhnya.

Tanah di sekitarnya retak saat ia berubah setengah menjadi bentuk serigala.

Edward berhenti beberapa meter di depannya.

Matanya dingin seperti es.

“Ini bukan lagi perang,” katanya pelan.

“Ini hukuman.”

Dalam sekejap—

Keduanya bergerak.

CLANG!

Pedang mereka bertabrakan dengan suara keras yang menggema di seluruh hutan.

Gelombang kekuatan menyebar ke segala arah.

Raja Serigala menyerang dengan kecepatan brutal, mengayunkan pedangnya berkali-kali.

Namun Edward menangkis setiap serangan dengan tenang. Pertarungan mereka begitu cepat hingga para prajurit yang tersisa hanya bisa melihat bayangan bergerak di antara kilatan pedang.

CLANG!

CLANG!

CLANG!

Raja Serigala menggeram marah.

“Kenapa kau masih bisa sekuat ini setelah kehilangan ratumu?!”

Edward tidak menjawab Matanya hanya menatap dingin Lalu dalam satu gerakan cepat

Pedangnya berputar dan menebas.

SRAK!

Darah muncrat ke udara.

Pedang Raja Serigala terlempar dari tangannya.

Tubuhnya terpental keras ke tanah.

Ia berusaha bangkit, namun pedang Edward sudah berada di lehernya.

Untuk pertama kalinya, ketakutan terlihat di mata Raja Serigala.

Namun Edward tidak membunuhnya.

Ia menatapnya dengan dingin.

“Pergi.”

Suara Edward rendah namun penuh ancaman.

“Kembalilah ke kaummu.”

“Dan ingat malam ini.”

Raja Serigala menggertakkan giginya.

Namun ia tahu dirinya telah kalah.

Dengan marah ia bangkit dan mundur ke arah hutan bersama sisa pasukannya.

“Perang ini belum selesai, Edward!” teriaknya sebelum menghilang dalam kegelapan

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!