NovelToon NovelToon
Selamanya Cinta

Selamanya Cinta

Status: tamat
Genre:Duda / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mumu.ai

Tidak ada yang menginginkan menjadi orangtua tunggal. Entah itu perpisahan karena perceraian ataupun kematian. Terkadang beberapa orang memutuskan untuk menjalin hubungan lagi dengan dalih awal untuk mengisi posisi yang kosong. Itu yang terjadi pada Davin dan Arini. Memutuskan menikah demi figur orangtua lengkap untuk anak-anak mereka.

Keluarga harmonis menjadi impian mereka. Namun ditengah perjalanan rumah tangga mereka ada ujian yang datang. Suami melakukan kesalahan fatal dan istri yang depresi.

Bagaimana cara Davin dan Arini mempertahankan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumu.ai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

“Sudah siap,?” tanyaku pada pria paruh baya yang baru saja masuk ke dalam mobilku.

“Sudah,” jawabnya sambil memakai sabuk pengamannya. “Kita lanjut makan sate padang di tempat biasa ya, sayang,” lanjutnya.

“Siap bosku,” jawabku. Aku langsung menghidupkan mobilku dan membawanya keluar dari area pemakaman.

Inilah rutinitas wajib tiap bulan pria disampingku ini. Davin Setia Nugraha adalah namanya. Jika kalian memikirkan beliau adalah sugar daddyku, kalian salah besar.

Beliau daddy tanpa sugar. Beliau adalah papaku. Pria yang menjadi cinta pertamaku. Tetap manis dan tampan walau usianya tak muda lagi.

Tak jarang setiap aku dan papa jalan berdua, orang mengira kalau aku adalah istri muda, pacar, atau bahkan selingkuhan papa. Memang wajahku tak terlalu mirip dengan papa. Aku lebih mirip dengan mamaku. Rasanya aku ingin setiap jalan bareng dengan papa, aku akan membawa tulisan 'Ini Papaku'.

Sekali sebulan, di minggu awal tiap bulannya, kami secara bergantian menemani beliau untuk mengunjungi cinta terakhirnya yang sudah beristirahat dengan tenang disana. Kami? Ya kami. Aku dan adik bungsuku.

Aku lima bersaudara. Cukup banyak dan melebihi program pemerintah yang mengkampanyekan dua anak lebih baik. Tapi bundaku memang hebat, bisa melahirkan adik-adikku dan membesarkan kami hingga menjadi sukses seperti sekarang.

Wanita sederhana, tangguh, lembut hatinya, dan pemaaf. Itulah sedikit gambaranku tentang bunda.

Sedikit perkenalan, namaku Aziza Nugraha, biasa dipanggil Aziza. Usiaku saat ini 31 tahun. Aku sudah menikah, Diko nama suamiku. Ia bekerja di sebuah rumah sakit swasta dan menjabat sebagai direktur disana. Aku juga dulu bekerja di rumah sakit itu sebagai terapis wicara di poli tumbuh kembang anak.

Beberapa kali bertemu secara tidak sengaja di rumah sakit, tiba-tiba pada suatu malam ia datang kerumahku dan melamarku. Tentu saja sangat mudah baginya yang Direktur mengetahui alamat rumahku.

Niat baiknya tentu disambut baik oleh kedua orangtuaku. Kini aku juga sudah mempunyai seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, Vino namanya.

Anak kedua dikeluargaku namanya Ayani Putri dan biasa dipanggil Aya. Usianya dibawahku 2 tahun, dan sekarang ia sedang berada di negara Tiongkok untuk melanjutkan program dokter spesialisnya. Entah kenapa ia memilih negara itu ketika memasukkan program beasiswanya. Mungkin karena hobinya menonton drama cina membuatnya ingin merasakan mengenyam pendidikan dan tinggal di negara asal drama itu. Papa dan bunda tidak masalah, asal Aya bisa menjaga dirinya.

Anak ketiga, seorang pria tegap dan gagah. Aditya Ramadhan. Usianya beda 2 tahun dari Aya. Sekarang ia sedang berada di Lebanon dalam misi perdamaian dunia. Ya, ia pasukan 'halo dek', oh bukan. Pasukan tentara maksudnya. Awas saja kalau ia menjadi tim halo dek, papa orang pertama yang akan memarahi, memukul dan menceramahinya semalaman.

Sesuai jadwal, beberapa hari lagi ia akan balik ke Indonesia. Pada saat berangkat dulu kondisi rumah masih dalam suasana berduka karena kami kehilangan malaikat kami, tapi karena ini tugas negara, Adit harus selalu siap berangkat. Dirinya bukan milik kami seutuhnya lagi, tapi milik negara. Jadi kami harus memahaminya.

Anak keempat, Alif Putra, si kutu buku dan seorang yang ahli coding dan sekarang ia bekerja di sebuah perusahaan di Singapura. Usianya juga beda 2 tahun dari Adit. Bunda sepertinya kejar target dulunya, tiap tahun beranak karena beda usia mereka 2 tahun.

Si bungsu, Affandi Nugraha, yang baru saja menyelesaikan skripsinya. Ia kuliah mengambil jurusan teknik elektro. Dulu sewaktu kami menanyakan alasannya mengapa ambil jurusan ini, jawabannya adalah, “Aku mau seluruh negri dialiri listrik dan listrik negara kita harus stabil. Jangan ada pemadaman listrik lagi tiap kemarau. Udah hari panas, harus juga listrik mati. Udah jadi udang rebus aja kita jadinya.” Cita-cita yang mulia, semoga tercapai ya, dek.

Random sekali bukan profesi keluargaku. Alhamdulillah mereka menjadi orang sukses, dan tentu saja ini semua tidak lepas dari peran papa dan bunda yang berhasil mendidik kami. Walaupun papa selalu bilang ini hasil didikan bunda karena papa jarang dirumah, tapi menurutku papa juga tidak kalah jauh pentingnya dari bunda. 9 tahun aku selalu bersama papa. Walaupun suatu hari papa melakukan kesalahan, tapi papa menebusnya dengan lebih.

Rumah tangga papa dan bunda tidak selalu mulus. Pasti ada lika-liku yang mereka alami. Aku menjadi salah satu saksi di setiap kejadian.

Sewaktu bunda masih hidup, banyak orang yang mengatakan kalau bunda sangat beruntung memiliki papa sebagai suami. Tapi papa selalu bilang, “Papa yang jauh lebih beruntung mendapatkan bunda kalian. Bunda adalah malaikat untuk papa.”

Aku setuju sama papa, papa yang beruntung mendapatkan bunda. Kalau aku yang jadi posisi bunda, aku pasti sudah meninggalkan papa dulu. Ogah banget untuk balikan dengan papa. Itu kalau aku, tapi tidak dengan bunda.

Aku sempat marah pada papa dulu ketika papa menceritakan kisahnya pada kami. Waktu kejadian umurku rasanya masih 9 tahunan, tidak terlalu paham dengan masalah yang terjadi, walau tahu sesuatu telah terjadi.

Rasanya percuma ada unsur setia pada nama papa. Tapi untungnya tidak berlangsung lama, dan papa bisa kembali pulang bersama kami. Untung bunda bisa bertahan ditengah badai. Aku kagum, bunda memiliki hati seluas samudra.

Papa tidak pernah malu menceritakan kebodohan yang pernah beliau lakukan dulu pada kami anaknya. Ketika usia kami sudah 18 tahun, papa pasti selalu bercerita. Kata papa, papa tidak mau anak laki-lakinya turut menjadi pria bodoh, walau hanya sebentar.

1
falea sezi
enak bgt jalang nya mati harusnya di buat gila
falea sezi
klo mereka g cerai q skip males liat cwek oon dan menye kayak g ada harga diri aja di laki cium cium mantan dih klo q mah q gugat cerai ke pengadilan harga diri no satu
falea sezi
cinta g bakal kegoda ma jalang munafik si Davin menjijikkan cocok ma angel yg sampahhh
falea sezi
sakit bgt jd arini biarin aja cerai Thor mending hidup sendiri aja lahh
falea sezi
munafik bgt ne laki pdhl dia jg nafsu menjijikkan
falea sezi
moga endingnya bagus
Esther
terima kasih thor cerita indahnya😍😍
mumu: Terima kasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Esther
ternyata memang Angel sang penganggu dan perusak rumah tangga Davin
Esther
mewek baca part ini.
Esther
Tuh kan Angel beraksi...untung Davin masih ingat anak istri walaupun sempat khilaf.
Esther
Hati2 Davin....takutnya Angel ada niat jahat tuh ke kamu. Secara Angel kan masih suka sama Davin
Esther
kenapa Davin gak ngomong soal Angel ke Arini
Esther
Akang Davin bahagia banget
Esther
ditunggu 3 hari Arini😄
Esther
Angel agresif banget deketin Davin....ingin clbk nih
Esther
Davin cemburu😄
partini
munafik ga menikmati busehhhh enek bener yah si Otong masuk ke lobang lain masih bilang cinta ma bini ,,, jadi istri ga usah di simpan sakit hati sendiri mending langsung tunjukin tuh foto ke laki lu ,,KLW ga kan di merasa ga bersalah be sy don't be stupid
Soraya
lanjut thor semangat 👍
Soraya
asal gak ada jebakan aja buat davin dari Angel uji kesetiaan davin
Soraya
tes Davin kegoda gak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!