14 - tidak perduli

Keesokan hari nya

.

.

Rachel turun untuk sarapan.

"Pagi pa, ma" Sapa Rachel dan seperti biasa ia mencium pipi Jans dan Mira sebelum duduk untuk sarapan.

"Pagi sayang, kamu mau kemana sudah rapi? " Tanya Mira karena hari ini adalah tanggal Merah.

"Aku mau ke rumah Jenny ma sama Shani, perpisahan sebelum pergi ke London"Ucap Rachel mencoba tersenyum.

"Apa kamu sudah benar - benar memantap kan hati mu? " tanya Jans memastikan bahwa keinginan Putri kesayangan nya sudah bulat.

"Iya pa" Jawab Rachel singkat dan membuat Jans mengangguk tanda percaya.

Saat tengah sarapan, Rachel mendapat kan sebuah pesan dari shani.

"Rachel,jangan jemput aku ya, aku akan berangkat sendiri, aku ingin membeli sesuatu dulu" Isi pesan Shani yang ingin membeli kan sebuah shal untuk sahabat nya yang akan pergi dalam waktu dekat.

"Oke,hati - hati Shan" Isi pesan balasan Rachel.

---------------

Kediaman rumah Jemmy dan Jenny.

.

.

Ting Tong

Rachel Menghembus kan nafas dengan kasar setelah menekan bel rumah yang terletak di samping pintu tepat di depan nya berdiri saat ini.

Jenny yang sudah nyakin itu adalah Rachel pun bersama Shani yang sudah sampai lebih dulu membuka kan pintu.

"Rachel... " Sapa Jenny yang sedih saat melihat sahabat nya yang akan pergi karena sudah mendengar cerita dari Shani.

"Hei, kenapa jadi sedih gitu sih nyambut nya" Ucap Rachel dan memeluk kedua sahabat nya.

Rachel pun menghabis kan hari ini bersama Jenny dan Shani dengan menonton film di kamar Shani dan Elang.

Rachel merasa tenang ketika tidak melihat Jemmy ada di rumah, karena Jemmy sudah pergi sejak pagi - pagi sekali berolahraga dengan bermain basket bersama teman masa kecil nya Alex.

Alex adalah teman bermain Jemmy dan Jenny dari masih kecil, Alex juga mengenal baik Rachel dan Shani karena pernah di kenal kan Jenny saat masih kuliah.

"Hei, aku dengar dari Shani Rachel akan pergi "Ucap Alex sembari mencoba merebut bola dari tangan Jemmy

Jemmy terdiam sejenak sambil terus membentur kan bola " Aku tidak tahu" Jawab Jemmy mengarahkan bola kekeranjang, lalu berjalan ketepi lapangan mengelap keringat nya.

"Apa kamu sedih? " Tanya Alex yang juga ikut mengelap keringat yang bercucuran dengan handuk kecil.

"Tidak! Sudah lah cukup main nya, aku mau pulang" Tutur Jemmy dan mengambil bola bakset milik nya dan berjalan keluar lapangan.

Alex yang melihat teman nya menghindar membahas Soal Rachel pun hanya mengeleng - geleng kan kepala sambil tersenyum.

Saat Jemmy memasuki pintu, Jemmy mendengar suara tawa dari dalam kamar Jenny.

"Sudah pulang Jem? " Sapa Elang yang kala itu sedang bergumul dengan kerjaan di ruang tengah.

"Ada siapa? " Tanya Jemmy.

"Masak kamu tidak melihat mobil Shani dan Rachel di parkiran" Jawab Elang tersenyum.

Jemmy pun baru sadar dia tidak memperhatikan kalau ada 2 mobil milik tamu terparkir di parkiran rumah nya.

"Oh.. " Balas Jemmy tidak terlalu perduli,lalu berlalu menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar nya untuk mandi karena pakaian nya sudah basah karena mandi keringat.

Saat Jemmy selesai mandi, dia mendengar suara tawa wanita - wanita yang kamar nya bersebelahan dengan kamar nya.

Jemmy lalu mengambil Handphone lalu mendengar kan music untuk menghilang kan kebisingan tawa yang menerobos di telinga nya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Dirah Guak Kui

Dirah Guak Kui

tuh kan senep mendengarkan ketawa orang lain, karna dirinya tdk bisa bergabung diantaranya😁

2021-11-22

1

Rahmaniah Nia

Rahmaniah Nia

lanjut

2021-05-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!