“sekali lagi saya katakan tuan putri anda mau menyerah atau menyusul Panglima Zhen Hui ke akhirat?” ucap Jenderal Lie dengan nada congkak dan sedikit mengancam
Sontak Shu Liang terkejut tubuhnya bergetar kuat dan mengeluarkan butiran air mata yang deras menetes di sudut pipinya yang halus serta mengigit bibir bawahnya mendengar kematian suami tercintanya.
Shu Liang berkata dalam hati “ kakak Hui benarkah dirimu telah tiada ....tunggulah aku ...maafkan ibu long’er mari kita menyusul ayahmu di akhirat”sambil menatap bayi dalam pelukannya dengan tekad yang membara untuk bertarung hingga nyawa meregang raga...
Shu Liang mengeluarkan sebuah belati bergagang giok dari pinggangnya dan memasang kuda kuda pertahanan untuk siap menyerang meskipun tak ada jalan untuk menang dalam fikirannya yang kacau setidaknya melawan ia memilih tewas secara terhormat sebagai pendekar dari pada mati sia sia sebagai pecundang
Di bawah puncak lembah iblis terlihat seorang pendekar yang telah memahami apa yang yang telah terjadi di atas sana namun dalam hati pendekar tersebut bergumam “tidak ada yang bisa aku lakukan masih perlu puluhan hingga ratusan tahun agar aku bisa mengalahkan ke sepuluh Jenderal tersebut, seandainya ketiga kitab ini telah kukuasai mungkin diriku bisa membantumu tuan putri ...meskipun kesempatan menangnya sangat kecil”.. sambil melirik 3 kitab yang berada dalam genggamannya…
“maafkan aku tuan putri , aku hanya berada ditingkat pendekar sakti sekarang mustahil menghadapi 10 pendekar dewa tahap awal sekaligus” lanjut gumam pendekar tersebut dengan rasa bersalah dan kecewa menyadari kemampuannya saat ini tidak berguna membantu Shu Liang...
Setelah mengambil posisi Shu Liang berkata dengan lantang dan penuh keberanian “majulah mari kita beradu nasib saat ini, takdir mungkin tak memihakku .. setidaknya saya dan putraku mati secara terhormat”….sambil mengacungkan belati giok yang ada di genggaman tangan kanannya dan tangan kirinya membekap Zhen Long kearah tubuhnya seraya siap menjemput ajal.
Tanpa banyak bicara 7 Jenderal bersiap menyerang kearah Shu Liang dengan ilmu beladiri penyerang terkuatnya dan 3 Jenderal lainnya menjaga sudut tempat pelarian yang mungkin akan dilewati oleh Shu Liang…
Jenderal Ma Dang Mengkonsentesikan kekuatan kearah tangan kanannnya dan terbentuklah hawa dingin yang sangat mencekam “ Tapak Es Abadi… tidak butuh waktu lama tangan kanan Jenderal Ma telah memutih bagaikan gumpalan salju yang dingin...
Jenderal Pang De menarik nafas dan mengepalkan tangan kirinya kearah atas sambil merapalkan jurusnya aliran listrik kecil menyelubungi kepalan tangannya “ Pukulan Dewa Halilintar… perputaran aliran listrik ditangan kiri Jenderal Pang semakin lama semakin menguat pagaikan petir petir kecil yang sedang energi kejut yang dahsyat
Jenderal Jia Ren menyilangan tangannya kebelakang sambil tetap mengawasi Shu Liang dirinya merapalkan jurus mematikannya tampak tangan kanan Jia ren berwarna kehijauan “ Tapak Racun Selaksa Rupa…. telapak tangan Jenderal Jia berubah menjadi layaknya tangan iblis berwarna hijau kehitaman yang sedang mengincar nyawa lawannya...
Jenderal Guo Pi mengeraskan cengkaraman jari jari tangannya mengalirkan tenaga dalam ketangan kirinya “ Cakar Pencabut Sukma…. aura ungu pekat telah berada di ujung jemari tangan kirinya dengan mata tetap mengarah posisi Shu Liang
Jenderal Zhang Ji sambil tersenyum picik memutar mutar jari jari tangan kanannya hingga membuat tangannya diselimuti hawa hitam pekat “ Cakar Iblis Kegelapan.. sembari memberikan senyuman kematian untuk Shu Liang
Jenderal Wang Shi dengan mata merah dan aura membunuh yang besar telah menyilangkan kedua cengkraman tangan di depan dadanya “ Cakar Peremuk Tulang… sembari memasang kuda kuda untuk melesat dengan kecepatan tinggi kearah tubuh Shu Liang...
Jenderal Lie Kui dengan senyum tipis membuat sebuah kobaran api merah di kedua tangannya“ Tapak Amarah Dewa Agni… dengan kobaran yang menghujam tak tentu arah berkumpul menjadi energi panas diarea sekitar lembah iblis
Keringat dingin mengalir dari kening Shu Liang akibat aura membunuh yang sangat besar mengarah padanya,, dia berupaya mengatur nafasnya agar tekanan aura tersebut tidak mengganggu fikirannya...
Tanpa ada komando ke 7 Jenderal Wei menyerang dari 7 penjuru arah ke tubuh Shu Liang... mereka mengarahkan ilmu penyerangan pamungkasnya kesatu titik yaitu posisi Shu Liang berada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 268 Episodes
Comments
Darus Sutriatno
whusssssssssssssssssssssssssssssss
bommmmmmmmmmmmmmmmmmm
dhuarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
bantaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
hancurkannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
semua musuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh
2025-01-12
0
Ebes Saja
apa nggak berlebihan seorang pendekar sakti di keroyok banyak pendekar dewa
2025-03-29
0
Agus Mariman
joss
2024-03-12
0