Kota Taiyang.
Satu hari kemudian.
Ning Hao dan Liong Wijin tiba di kota itu dengan kondisi yang sangat kelelahan. mereka berdua telah menggunakan kekuatan puncaknya dan memaksa diri untuk segera tiba di kota itu secepat mungkin.
Tanpa menunda, mereka berdua lalu menuju istana tempat pasukan Qilin Api ditempatkan.
" Yang Mulia Kaisar, ada apa?" tanya Qiaofeng dan Jing Xiuhuan penasaran saat melihat sang Kaisar memasuki tempat itu dengan tergesa-gesa.
" Jenderal, kalian berdua telah menipuku. Di mana guru agung Qing Ruo?"
Qiaofeng dan Jing Xiuhuan begitu terkejut, dan saling berpandangan.
" Yang Mulia Kaisar, itu adalah perintah, dan rahasia."
" Baik, aku tahu itu. Lalu di mana dia sekarang?"
Qiaofeng dan Jing Xiuhuan menggelengkan kepala.
" Yang Mulia, Guru agung sudah lama pergi. Kami berdua bahkan tidak tahu kapan mereka meninggalkan tempat ini." dengan wajah serius.
Ning Hao dan Liong Wijin tiba-tiba terduduk lemas.
" Yang Mulia, ada apa?" tanya Jing Xiuhuan penasaran.
Ning Hao masih terdiam tanpa menanggapi pertanyaan tersebut.
" Kami berdua baru saja kembali dari kekaisaran Hanguo, dan kami baru mengetahui bahwa Jenderal Ruo itu adalah Guru Agung Qing Ruo," jawab Liong Wijin dengan wajah kelelahan.
Qiaofeng dan Jing Xiuhuan hanya bisa terdiam.
" Baiklah, aku pergi," ucap Ning Hao dengan wajah kecewa dan lemas.
******
Desa kecil wilayah barat kota Taiyang.
Qing Ling dan She Mei Lu duduk dengan tenang di sebuah kedai sederhana di tempat itu.
Kehadiran dua wanita bercadar itu membuat tempat itu menjadi ramai, bahkan membuat sang pemilik kedai begitu senang.
Para tamu yang datang juga bersikap sopan, sehingga membuat Qing Ling dan She Mei Lu merasa senang.
" Saudara, ada kabar angin, katanya Kekaisaran Meng telah menarik pasukannya?"
" Ah... Bagaimana bisa?"
" Menurut kabar angin, itu karena kekaisaran Dong dan kekaisaran Hanguo telah membentuk aliansi."
" Ah.., itu sangat tidak masuk akal! Bagaimana mereka bisa tiba-tiba berdamai. Kita semua tahu bahwa kedua kekasaran itu telah terlibat peperangan."
" Semoga saja ini benar," ucap She Mei Lu bersuara.
" Nona benar, semoga ini bukan kabar angin." seorang pemuda menimpal.
" Ini adalah berita baik, sehingga kita tidak bisa pulang," ucap Qing Ling berbicara pada She Mei Lu melalui telepati.
" Benar," jawab She Mei Lu senang.
" Nona, apalah boleh aku bergabung," ucap pemuda yang menimpal sebelumnya.
Belum sempat Qing Ling dan She Mei Lu menjawab, tiba-tiba seseorang menjawab dari luar kedai.
" Tidak boleh!" ucap suara itu tegas, sehingga mengejutkan semua orang yang ada di dalam kedai.
Duo sosok dengan tubuh yang tegap dan kekar memasuki kedai lalu meminta pemuda itu mencari meja lain.
" Jangan ganggu Nyonya kami," ucapnya tegas.
" Kamu...!" sang pemuda merasa kesal.
" Jangan membuatku marah!" dengan tatapan tajam.
Sang pemuda hanya bisa menahan diri lalu kembali pada mejanya.
" Penguasa Putri, Putri Youyu," ucap kedua sosok itu sambil berlutut dengan hormat.
" Hu Shan, Jine Han. Senang melihat Kalian berdua. Lalu dimana yang lainnya?" tanya Qing Ling sambil memintanya duduk.
" Penguasa, Tu Hai dan Xie Wu juga sedang menuju kemari."
" Lalu apakah kalian bertemu adiku?" tanya She Mei Lu.
" Putri, kami berdua dari kekaisaran Hanguo, dan kami tidak bertemu dengan penguasa. Apakah penguasa....?"
" Tenanglah, dia juga sedang kemari," ucap Qing Ling menenangkan.
Hu Shan dan Jine Han yang baru datang itu tidak tahu bahwa tuan mereka berada di kekaisaran Dong.
Saat mereka berbincang-bincang tiba-tiba Tu Hai dan Xie Wu muncul di tempat itu.
" Penguasa Putri, Putri Youyu," ucapnya sambil berlutut dengan hormat.
Sang Pemuda, dan para pemuda lainnya yang ingin mendekati Qing Ling dan She Mei Lu kini hanya bisa menahan diri. Bahkan semua orang yang ada di dalam kedai itu dapat mendengar bagaimana Hu Shan dan yang lainnya berbicara dan memanggil wanita bercadar tersebut.
" Saudara Hu Shan, kabari penguasa muda bahwa kita menunggu di tempat ini," ucap Xie Wu sambil duduk menyesap minumannya.
" Baik," jawab Hu Shan sambil mengirim pesan giok jiwa pada Qing Ruo.
" Aku sangat senang saat melihat pasukan kekaisaran Meng mengundur dari wilayah perbatasan kekaisaran Dong," ucap Tu Hai tiba-tiba.
" Saudara, apakah itu benar?" tanya seorang pria paruh baya menimpal.
" Benar, kami berdua baru saja kembali dari wilayah utara."
" Apakah itu berarti kekaisaran Dong telah berdamai dengan kekaisaran Hanguo?"
" Tuan, jika itu aku tidak tahu. Yang pasti, pasukan kekaisaran Meng telah mengundurkan diri dari wilayah perbatasan."
" Hahaa, semoga benar, karena aku tidak menyukai perang ini." tamu lain di kedai itu berbicara.
" Anda benar tuan. Bukankah damai itu lebih indah, di mana kita bisa menikmati arak ini dengan santai," Xie Wu bersuara sambil tertawa keras.
" Anda benar," ucap tamu itu sambil menyesap araknya dengan tenang.
Hu Shan dan rombongannya yang sedang menikmati minumannya di kedai itu tiba-tiba dikejutkan oleh kata-kata Qing Ling.
" Hu Shan, mari pulang." dengan wajah gembira.
" Penguasa putri, maksudnya?"
" Aku telah mendapat pesan giok jiwa, bahwa tuan sudah menunggu di Bukit Hijau yang tidak jauh dari tempat ini.
" Baik Penguasa putri," jawabnya senang.
Sebelum pergi, Hu Shan membayar semua makananan dan minuman semua orang yang ada di tempat itu.
" Saudara, terima kasih," ucap para tamu yang lain senang.
" Sama-sama," jawab Hu Shan ramah.
" Penguasa Putri, Putri Youyu, mari kita pergi," ucap Hu Shan sambil memimpin jalan.
Semua orang yang ada di dalam kedai itu menatap kepergian Qing Ling dan kelompoknya dengan penasaran.
" Dari mana mereka ini berasal?"
" Aku juga tidak tahu? Yang pasti mereka adalah kelompok yang memiliki latar belakang yang sangat kuat."
" Benar, walaupun mereka dapat menyembunyikan tingkat kultivasinya, tetapi aku dapat merasakan bahwa para pelayannya adalah para pendekar Dewa Langit tingkat Puncak."
Sang pemuda yang mendengar penjelasan dari pria paruh baya yang ada di dalam kedai itu hanya bisa mengelus dadanya.
" Hampir aku celaka," batinnya.
****
Di atas Bukit Hijau. Qing Ruo duduk ditemani Huo Mingzhi dan Huo Zhoudao berbincang-bincang santai.
" Penguasa, apakah kali ini kita akan langsung menuju Jantung Benua Teratai Biru?"
Qing Ruo terdiam sesaat. " Sebenarnya ada satu tempat yang ingin aku datangi di wilayah timur ini, tetapi masalahku di jantung benua teratai biru masih belum selesai."
" Penguasa, tempat apa itu?"
" Dunia asura, Apakah kalian pernah mendengarnya?"
Tiba-tiba tubuh kedua Qilin Api itu bergidik.
" Penguasa, jangan bercanda. kami berdua saja tidak ingin memasuki tempat itu!" ucap Mingzhi serius.
" Benar, tapi itu lain kali." sambil tersenyum kecil.
" Apakah kalian tidak ingin mencobanya?"
" Penguasa, dunia asura itu bukan tempat makanan. Penguasa, siapa kelompok yang kita hindari sebelumnya?" tanya Mingzhi mengalihkan pembicaraan.
" Mereka adalah orang-orang dari klan She, penguasa wilayah Makam Waktu," jawab Qing Ruo menjawab seadanya karena Mingzhi mengalihkan pembicaraan.
" Mengapa kita tidak melawannya?"
" Karena janjiku pada Kakak Youyu. selain itu, aku tidak yakin bisa melawannya?"
" Apakah mereka kuat?" tanya Hui Zhoudao.
" Aku telah berkali-kali terkena kekuatan racun mereka, apakah kalian tidak ingat. Mereka juga memiliki kekuatan di atas tingkat Dewa surga. Selain itu, mereka memiliki teknik pengendalian waktu," ucap Qing Ruo.
" Penguasa, dunia asura lebih mengerikan lagi. untung penghuninya tidak bisa keluar dari dunianya itu. Jika tidak, tempat ini pasti menjadi abu," ucap Zhoudao.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Qing Ling dan rombongannya tiba.
" Penguasa, maaf membuat Anda menunggu," ucap Hu Shan dan yang lainnya sambil berlutut dengan hormat.
" Hu Shan, Aku juga baru tiba. Baiklah, kalian kembali ke dalam dunia jiwa."
" Baik penguasa." sambil memasuki dimensi dunia jiwa.
Setelah Hu San dan rombongannya memasuki dunia jiwa, Qing Ruo dan Qing Ling menaiki punggung Huo Zhoudao, sedangkan She Mei Lu menaiki punggung Huo Mingzhi.
" Zhoudao, Mingzhi, mari kita berangkat!"
" Baik Penguasa."
" Swhus.... Swhus..." dua kilatan api berwarna ungu dan hitam melesat ke langit dengan kecepatan tinggi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 307 Episodes
Comments
Arwin Atune
pulang
2024-04-05
1
Yan Sofian
yaaahhh,,, she yi jadi pengangguran /Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Grin//Facepalm//Facepalm/
2024-03-19
0
Anonymous
🥲🙃😋🙃😋🙃
2024-02-04
0