Halaman aula beladiri Pasukan Naga Emas yang penuh dengan kerumunan itu menjadi senyap.
Setelah kepergian Qing Ruo, tidak satupun prajurit di tempat itu yang berani bersuara.
" Sebegitu lemahkah Pasukan Naga Emas ini, atau dia yang terlalu kuat?" Liong Wijin bersuara.
Liong Ta dan Liong Da mengangkat kepalanya menatap Liong Wijin dengan kesal.
" Jika saja kalian mau ikut bertempur, aku yakin kita dapat menghajarnya," ucap Liong Da kesal.
Liong Wijin menggelengkan kepalanya.
" Seharusnya kalian dapat belajar dari kekalahan itu, bukan malah membiarkan ego berkuasa atas diri kalian. Ini adalah pelajaran kita bersama bahwa Jangan memandang rendah orang lain." Sambil menatap kerumunan para prajurit yang masih terdiam di tempatnya itu.
" Ini adalah perintah dari yang mulia Kaisar, lalu apa yang harus kami lakukan?"
" Temui dan sampaikan saja pada Yang Mulia dengan benar dan rinci."
" Baik," jawab Liong Da dan Liong Ta bersamaan.
Setelah kedua Jenderal paruh baya itu pergi, Liong Wijin lalu membubarkan prajurit dan pergi menyusul Liong Ta dan Liong Da.
****
Taman belakang istana kekaisaran Luan.
Ning Hao duduk dengan tenang sambil menyesap anggur yang ada di tangannya. Sesekali matanya yang tajam menatap bintang yang menampakan dirinya dalam kegelapan malam.
" Apakah Liong Da dan Liong Ta telah memberi pelajaran pada Jenderal angkuh itu?" batinnya.
Hatinya masih begitu emosi. Menurutnya tindakan Qing Ruo itu merupakan penghinaan dirinya sebagai seorang Kaisar.
Tidak lama kemudian tiba-tiba tiga sosok mendatangi tempat itu dan menghampirinya.
" Yang Mulia," ucap ketika sosok itu menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Jenderal Liong Ta, Liong Da, dan Liong Wijin, kebetulan sekali kalian datang. Bagaimana dengan pekerjaan kalian sebelumnya?"
" Mohon ampun yang Mulia Kaisar, kami telah gagal menjalankan perintah anda." Liong Ta dan Liong Da berlutut.
Tampak wajahnya yang sebelumnya terlihat berbinar-binar senang tiba-tiba berubah masam.
" Hais, Bagaimana bisa?"
" Yang Mulia, Jenderal Ruo ini ternyata sangat kuat," ucap Liong Wijin.
" Jelaskan!"
Liong Wijin menjelaskan rangkaian periatiwa yang terjadi di dalam wilayah terlarang Pasukan Naga Emas dengan rinci. Mulai dari kedatangan Qing Ruo, hinaan para prajurit, serta pertandingan yang dilakukan oleh beberapa prajut serta Liong Ta dan Liong Da yang berakhir dengan tamparan keras pada wajah mereka berdua.
Ning Hao begitu terkejut.
" Bagaimana mungkin? Dia hanyalah seorang pendekar Dewa lagit tingkat dasar. Atau dia telah menyamarkan tingkat kultivasinya?"
" Dalam pertempuran sebelumnya, kami berdua dapat merasakan kekuatannya begitu luar biasa walaupun auranya hanya berada di tingkat dasar dewa langit."
" Itu berarti kita telah menyinggung seseorang yang begitu kuat. Apa pendapat kalian?"
Ke tiga jenderal itu terdiam.
" Hm..., Jenderal Liong Da, Liong Ta, aku serahkan keamanan ibukota kekaisaran pada kalian berdua. Aku dan jenderal Liong Wijin akan menemui kaisar Qiang Yonggan."
" Tapi Yang Mulia, Bagaimana dengan Keamanan perbatasan dengan kekaiaaran Meng saat ini. Aku takut..."
" Justru itu yang aku takutkan. Jika tiba-tiba jenderal Ruo melaporkan masalah ini pada Qiang Yonggan, apa yang akan terjadi?!" dengan wajah tegang.
" Tapi Yang Mulia, Sebelumnya dia telah berjanji untuk tidak membahas masalah ini pada orang lain," ucap Liong Wijin dengan wajah serius.
" Setidaknya kita berjaga-jaga, karena sebelumnya aku juga telah berjanji untuk melepaskan masalah ini, tetapi aku tetap meminta Jenderal Liong Ta dab Liong Da memberinya pelajaran. Aku takut dia juga aku melakukan hal yang sama."
" Jika semikian, sebaiknya mari kita pergi sekarang!"ucap Liong Wijin sambil berdiri dari kursinya.
" Jenderal Liong Da, sampaikan pada jenderal Ning Wei untuk tetap berada di ibukota dengan mengawasi pergerakan pasukan Qilin Api di istana kehormatan."
" Baik Yang Mulia."
Setelah berkata-kata Ning Hao lalu membawa Liong Wijin bergerak meninggalkan tempat itu.
Di kursi taman, Liong Ta dan Liong saling berpandangan lalu diam.
*****
Di tempat lain ( di dalam kamar).
Qing Ling yang sedang berlatih teknik pengendalian waktu tiba-tiba menghentikan latihannya saat merasa kehadiran aura Qing Ruo mendekati kamarnya.
" Ling er, lanjutkan saja." ucap Qing Ruo sambil memasuki kamar dan mengganti pakaiannya.
" Gege, bagaimana urusannya?" sambil menghampiri Qing Ruo yang terlihat lelah.
" Tenanglah, semua sudah selesai." tersenyum lembut sambil menciptakan segel tangan melindungi ruangan itu.
" Baguslah," ucapnya dengan lembut.
Qing Ling dapat melihat bahwa sepertinya telah terjadi sesuatu, namun dia tidak ingin memaksa Qing Ruo untuk membicarakannya.
" Ling er, sambil menunggu berita dari Hu Shan dan yang lainnya, kita dapat terus berlatih."
" Baik, mari kita mulai," ucap Qing Ling penuh semangat.
****
Dua hari kemudian.
Qing Ruo yang sedang berlatih bersama Qing Ling tiba-tiba merasakan cincin penyimpanannya bergetar.
" Pesan dari Yan Xiao Er," batinnya sambil memeriksa pesan dari giok jiwa.
" Saudara Ruo, tinggalkan Kekaisaran Luan sekarang, jangan terlibat pertempuran. Aku telah gagal meyakinkan Ye Dongli, aku baik-baik saja, namun aku tidak dapat bertempur, karena saat ini aku telah ditahan di dalam wilayah terlarang istana."
" Ling er, sepertinya aku harus pergi."
" Gege, apa yang telah terjadi?"
" Ling er, Yan Xiao Er, telah gagal membujuk kaisar Ye Dongli. Bahkan saat ini dia telah di tahan."
" Apakah gege akan menolongnya?"
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Ling er, kini hanya tersisa waktu lima hari lagi."
" Apakah maksud gege peperangan antar kekaisaran Dong dan kekaisaran Meng?"
" Benar."
Qing Ling terdiam sesaat, lalu menatap Qing Ruo dengan dengan lekat.
" Gege, iznkan aku ikut membantu."
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Ling er, aku hanya menolong Yan Xiao Er, setelah itu aku akan pergi. Pergilah ke wilayah barat, dan bawa kakak Youyu disana." Sambil memeluk dan mengecup ubun kepalanya dengan lembut.
" Baik," jawabnya sambil menganggukan kepalanya menatap kepergian Qing Ruo dengan tidak rela.
" Swhus...." tubuhnya bergerak ke arah timur dengan kecepatan tinggi.
Setelah meninggalkan kota sejauh dua kilo meter, Qing Ruo lalu memanggil Huo Mingzhi.
" Mingzhi, bergerak ke arah timur. Kita akan pergi ke ibukota kekaisaran Dong," ucap Qing Ruo tanpa mengetahui Ning Hao dan Liong Wijin telah dua hari meninggalkan kota Taiyang menuju kota Shaouzhi.
" Swhus...." Qilin Api Hitam itu melesat melintasi langit dengan kecepatan tinggi.
*****
Di dalam kamar.
Setelah Qing Ruo meninggalkan kota Taiyang menuju kekaisaran Dong, Qing Ling lalu meninggalkan kamarnya menemui She Mei Lu.
" Kakak Youyu, Ruo gege meminta kita untuk segera pergi."
" Adik Ling, apa yang terjadi?"
" Jenderal Yan Xiao Er gagal membujuk Kaisar Ning Hao, dan peperangan akan terjadi lima hari lagi."
" Lalu di mana dia sekarang?"
" Kakak, dia pergi ke ibu kota kekaisaran Dong untuk menolong Jenderal Yan Xiao Er."
" Mengapa dia suka bertindak seperti itu. Jika dia bertemu dengan Klan She... Hais..." dengan wajah kesal.
" Kakak dia meminta kita pergi ke wilayah barat untuk menunggunya di sana, tapi aku ingin menyusulnya."
She Mei Lu terdiam.
" Tapi kita berdua tidak akan mampu menyusulnya." dengan nada lirih.
Qing Ling menganggukkan kepalanya. Dia yakin suaminya akan menggunakan Zhoudao atau Mingzhi.
" Jika dia dalam kesulitan, dia pasti akan mengabari kita. Adik Ling, mari pergi sekarang." Sambil berdiri dari tempat duduknya.
Qing Ling hanya bisa menganggukan kepala lalu mengikuti She Mei Lu meninggalkan wilayah istana tersebut.
" Kakak, Mengapa penjagaan di tempat ini begitu ketat?"
" Adik Ling, aku juga tidak tahu." Sambil terus bergerak menyelinap dari lorong ke lorong lainnya.
" Kakak, itu Qiaofeng dan Xiuhuan." Sambil bersembunyi.
" Saudara Qiofeng, sebarkan semua pasukan yang kita bawa untuk menjaga tempat ini. Aku tidak ingin Pasukan Naga Emas mengganggu waktu istirahat guru Agung," ucap Jing Xiuhuan dengan wakah kesal.
" Baik, mereka benar-benar keterlaluan. Berani-beraninya mereka mengawasi tempat ini!" jawab Qiaofeng sambil meninju tangannya.
Mereka berdua terus bergerak menyusuri lorong meninggalkan tempat itu.
" Kakak, itu berarti Pasukan Naga Emas benar-benar telah mengawasi tempat ini."
" Adik Ling, tidak perlu menghiraukan masalah ini, mari kita pergi!" sambil bergerak dengan kecepatan tinggi.
👉Mohon dukungannya dengan meninggalkan jejak berupa like dan komentar. terima kasih🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 307 Episodes
Comments
Ahmad R Laros
ngopi thoor
2024-11-01
0
Ainurika Saidah, Amd. Keb
wajah
2024-05-15
1
Ainurika Saidah, Amd. Keb
liong ta dan liong da
2024-05-15
0