Wajah Liong Ta dan Liong Da, serta semua orang memerah. Mereka benar-benar merasa di rendahkan hingga pada titik dimana mereka hampir tidak mampu menahan diri.
" Apakah kalian marah? Aku adalah orang yang selalu bicara sesuai fakta. Bagaimana mungkin kalian mengatakan bahwa Pasukan Naga Emas itu hebat, aku yang hanya pendekar Dewa langit tingkat dasar saja kalian tidak mampu prajurit kalian kalahkan. Sesuai dengan kata-kataku sebelumnya bahwa pasukan ini benar-benar telah menurun. Jika tidak bertarung secara langsung dengan kalian, aku mungkin masih seperti orang bodoh yang mengagumi sesuatu yang palsu." Sambil tertawa kecil.
" Dia benar-benar berani." Liong Wijin membatin sambil menggelengkan kepala.
" Apakah ini karena perbedaan status, antara prajurit dan jenderal? Jenderal Liong Da, dan Liong Ta, aku rasa kalian dapat mewakili prajurit yang ada." Sambil menatap kedua pria paruh baya tersebut dengan tersenyum.
Kedua Jenderal paruh baya yang terdiam itu, begitu senang. Mereka berdua memang sudah lama menunggu tantangan Qing Ruo itu.
" Saudara Liong Ta, mari kita hajar dia!" ucap Liong Da penuh semangat.
" Tidak, aku ingin membunuhnya," jawab Liong Ta berbicara melalui telepati.
" Tapi bukankah itu akan menjadi masalah?"
" Masalah itu jika dia bisa keluar dan lari dari tempat ini!" ucap Liong Ta dengan kemarahan yang membara di hatinya.
Kedua jenderal itu lalu berdiri dari kursinya lalu melompat ke arena pertempuran.
" Jenderal Hebat, mohon bimbingannya," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya.
" Swhus....." perisai perlindungan muncul menyelimuti arena.
" Jenderal Ruo, maaf kami tidak akan segan!" ucap Liong Ta sambil melepaskan kekuatan puncak sebagai pendekar dewa langit tingkat puncak.
" Swhus..." Muncul dua roh naga emas bersamaan dengan raungan kerasnya.
" Whung...." udara bergetar hebat, bahkan lantai arena pertempuran tersibak dengan batuan yang mengambang dan terbang ke berbagai arah.
Sisik-sisik berwarna ke emasan muncul dan menyelimuti tangan kanan ke dua jenderal paruh baya tersebut.
Dari luar, prajurit terlihat begitu senang.
" Apakah mereka ingin membunuhnya?" Liong Wijin membatin.
" Aku ingin Jenderal Liong Ta dan Liong Da langsung membunuh jenderal sombong itu!" ucap Tsui Tang tersenyum senang.
" Sudara Tsui Tang benar. Jenderal rendahan itu akan mendapat pelajaran. Tapi aku ingin dia disiksa terlebih dahulu. Jenderal Liong Ta, remukan wajahnya!" teriak para prajurit yang di kalahkan oleh Qing Ruo sebelumnya.
Di dalam arena pertempuran.
Kedua jenderal paruh baya itu langsung menyerang Qing Ruo.
" Swhus... swhus..." mereka berdua bergerak dari dua arah yang berbeda sambil melepaskan pukulan tapak naga emas ilahi.
" Dhuar .. dhuar...." ledakan dahsyat bergema.
Pukulan ke dua jenderal itu menghantam ruang hampa.
" Trark...." perisai perlindungan retak.
" Sangat cepat!" ucap Liong Wijin yang terus menyasikan pertempuran dengan wajah tegang.
Selain itu, semua prajurit terlihat begitu terkejut.
" Ba-bagaiamana mungkin? Dia bahkan dapat menghindari serangan jenderal Liong Ta dan Liong Da!"
Di dalam arena, kedua jenderal itu juga tidak kalah terkejutnya. Walaupun demikian, mereka berdua tidak menurunkan tingkat kewaspadaan dan serangannya.
" Swhus... Swhus...." mereka terus bergerak dan bekerjasama.
Di hadapan mereka, Qing Ruo dengan tenang terus menghidari serangan kedua jenderal itu.
" Hanya bisa menghidar. Tunjukan kekuatanmu itu!" Liong Da kesal.
" Haha..., kalian terlalu lambat seperti keong emas saja. Aku rasa nama pasukan naga emas sudah tidak cocok dengan kalian lagi." sambil bergerak menghindar.
Qing Ruo terus memprovokasi kedua jenderal tersebut.
Liong Ta dan Liong Da begitu kesal. Kombinasi serangan mereka berdua benar-nenar terlihat seperti mainan Qing Ruo.
" Jika kamu memang kuat, terima pukulan kami!" ucap Liong Da kesal.
" Jenderal, aku hanya ada di tingkat dasar, bagaimana bisa menahan pukulan kalian berdua yang berafa ditingkat puncak."
Qing Ruo terus menghindar, dan memprovokasi mereka. Dirinya sengaja melakukan hal itu untuk melihat reaksi dari para jenderal lainnya.
" Dhuar.... dhuar..." suara ledakan terus bergema.
Di dalam arena, mereka bertiga telah bertukar ratusan jurus, namun satu pukulan pun tidak ada yang mengenai Qing Ruo.
" Jenderal, aku mulai bosan," ucap Qing Ruo tersenyum kecil.
Liong Ta dan Liong Da yang mulai terlihat kelelahan itu begitu murka.
" Baji***n ini, dia terus-menerus menghina kita! Apakah kalian masih diam!" suara Liong Ta bergema di dalam pikiran tiga jenderal yang berada di luar arena.
Liong Wijin dan kedua jenderal lainnya saling berpandangan.
" Aku tidak akan terlibat, karena ini sangat memalukan," ucap Liong Wijin menggelengkan kepalanya.
" Jenderal, apa maksud anda?"
" Ingat, ini hanya latih tanding, dan Jenderal Ruo bukanlah musuh kita. Jika kalian terlibat, bukankah hal itu lebih memalukan lagi. Para jenderal Naga Emas mengeroyok satu jenderal Qilin Api."
" Tapi Jenderal Wijin, dia telah mempermalukan pasukan kita berkali-kali."
" Jangan bodoh Kalian. Jika dia mati di tempat ini, Apakah kalian pikir kekaisaran Hanguo akan diam saja? lagipula kalian juga sudah melihat kekuatannya. Jenderal Liong Ta dan Liong Da saja tidak dapat menyentuhnya." Liong Wijin berpendapat.
" Tapi Jenderal...!?"
" Dia adalah Jenderal termuda dengan kultivasi paling rendah. Apakah kalian tidak memikirkan hal seperti itu?"
Kedua Jenderal yang tersisa terdiam. Kata-kata Liong Wijin benar-benar Membuka pikiran mereka.
" Anda benar, dia hanya adalah pendekar Dewa Langit tingkat dasar tetapi Jendral Liong Ta dan Liong Da tidak dapat menyentuhnya." ucap kedua Jenderal tersebut sambil menatap panggung pertempuran.
" Apa yang kalian tunggu!?" teriak Liong Ta pada ketiga Jenderal yang berada di luar arena pertempuran.
Liong Ta dan Liong Da yang mulai kelelahan itu hanya bisa mengulur waktu dan meminta bantuan kepada tiga jenderal yang berada diluar arena pertempuran.
" Apakah kalian ingin berhenti?" tanya Qing Ruo.
" Jenderal Ruo, kamu terlalu menahan diri tunjukkan kekuatanmu pada kami" tantang Liong Da.
" Oh, apakah Jenderal yakin?"
" Tentu saja," jawab Liong Da sambil mengumpulkan kekuatan pada tangan kanannya.
" Saudara Lionh Ta, ini adalah kesempatan kita." ucap Liong Da melalui telepati.
" Swhus... swhus..." Qing Ruo bergerak zigzag sambil mendekati kedua Jenderal itu.
" Plak... plak..." suara tamparan keras bergema.
" Swhus... Swhus..." kedua Jenderal itu terlempar hingga menghantam perisai perlindungan dan merusaknya.
" Akh..." kedua pria paruh baya tersebut meringis sambil memegang pipi kanannya.
" Bagaimana mungkin?!" ucap dari kebersamaan sambil menatap Qing Ruo yang tersenyum lebar padanya.
Di luar perisai perlindungan, para jenderal dan semua prajurit yang ada bahkan sampai berdiri.
" Dia sangat kuat!" ucap semua orang terkejut.
" Baiklah cukup pelajarannya." ucap Qing Ruo Sebelum turun dari arena pertempuran dan kembali pada kursinya lalu duduk dengan tenang.
Liong Ta dan Liong Da masih berdiri pada tempatnya sambil menatap prajurit dengan wajah malu. Walaupun demikian, mereka berdua kini sudah dapat menahan diri.
Dalam pertarungan sebelumnya, mereka berdua menyadari bahwa Qing Ruo benar-benar kuat, dan mereka bukanlah tandingannya.
" Je-jenderal Ruo, anda benar-benar hebat. kami benar-benar buta, karena tidak dapat melihat Kekuatan sejati anda." sambil turun dari panggung pertempuran dan menghampiri Qing Ruo yang duduk pada kursinya.
" Jenderal anda salah, yang kuat itu adalah kalian berdua. jika aku hebat, lalu mengapa tingkat kultivasiku berada di bawah kalian berdua."
Liong Da dan Liong Ta, serta semua prajurit yang ada di tempat itu kini tidak berani lagi mengangkat kepalanya.
" Baiklah karena hari sudah menjelang malam aku akan segera pergi." ucap Qing Ruo santai.
" Jenderal Ruo, sebelum Anda pergi kami mohon beberapa petunjuk dari anda." Liong Wijin bersuara.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya. tidak ada yang dapat aku ajarkan pada kalian, karena pasukan naga emas sangat hebat, tetapi aku ingin mengatakan bahwa karakter adalah sesuatu yang perlu kalian perhatikan. jangan tertipu oleh penampilan, dan jangan sombong dengan apa yang dimiliki."
" Jenderal Ruo, terima kasih. Aku juga mohon masalah ini...." Liong Wijin dengan wajah cemas.
" Jenderal Liong Wijin, tenanglah, aku tahu batasannya. Ini hanyalah masalah pribadi, dan aku tidak ingin melibatkan pasukan yang lain, lagi pula aku tidak ingin adanya permusuhan antar dua kekaisaran. tapi aku ingin mengingatkan bahwa pasukan Qilin Api bukanlah pasukan yang dapat kalian pandang sebelah mata. Aku mungkin adalah orang yang dapat menahan diri, tetapi tidak dengan mereka."
" Jenderal Ruo terima kasih." ucap Liong Wijin sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Baik, aku akan pergi."
" Jenderal Ruo, mari! Aku akan mengantar anda." Liong Wijin dengan ramah.
" Jendral terima kasih, tapi itu tidak perlu." sambil meninggalkan tempat itu.
Sekali lagi semua orang saling berpandangan.
" Apakah dia bisa melewati perisai mantra formasi yang telah dipasang?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 307 Episodes
Comments
Ainurika Saidah, Amd. Keb
liong
2024-05-15
1
Ainurika Saidah, Amd. Keb
saudara
2024-05-15
0
arif manshur
sabar
2024-05-11
0