17. Pertemuan di Istana Kerajaan Shouzhi

Qiang Yonggan dan Jiantou Tian saling berpandangan dengan kening berkerut. Mereka berdua yakin bahwa tidak ada Jenderal lain yang mereka kirim lagi selain kedua Jenderal tersebut.

" Yang Mulia Ning Hao, apakah anda serius, kami bahkan tidak pernah mengirim jenderal lainnya." Jiantou Tian heran.

Kali ini Ning Hao dan Liong Wijin yang saling berpandangan dengan kening berkerut.

" Jenderal Jiantou Tian, aku serius. Jenderal muda itu bahkan memiliki Lencana Emas Qilin Api. Selain itu dia juga berteman dengan jendral Qiaofeng, dan Jing Xiuhuan dengan baik. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang menggantikan jenderal Jin Song."

Semua orang di dalam ruangan itu saling berpandangan dan menatap Ning Hao dan Liong Wijin dengan serius. Bahkan wajah Qiang Yonggan dan Jiantou Tian terlihat mulai memerah karena kesal.

" Sungguh lancang! Beraninya dia menyamar dan merusak perdamaian antar dua kekaisaran ini. Yang Mulia Ning Hao, apa saja yang telah dia lakukan?" tanya Qiang Yonggan dengan wajah gusar.

" Ning Hao dan Liong Wijin saling berpandangan.

" Yang Mulia, biar aku saja." ucap Liong Wijin.

" Yang Mulia Kaisar Qiang Yonggan, namanya Jenderal Ruo."

" Apa...!?"

Semua orang di dalam ruangan itu begitu terkejut. Saat Jiantou Tian ingin berbicara, Qiang Yonggan langsung memberi tanda supaya Liong Wijin tetap melanjutkan ceritanya.

" Hm... Jenderal Liong Wijin, lanjutkan!" ucap Qiang Yonggan dengan wajah yang tiba-tiba berubah senang.

" Baik," jawab Liong Wijin dengan wajah heran lalu mulai bercerita.

" Yang Mulia, permasalahan itu berawal saat seorang jenderal kekaisaran Dong, yaitu Jenderal Yan Xiao Er, yang tiba-tiba memaksa masuk ke ibukota kekaisaran. Setelah Yan Xiao Er berhasil ditangkap, kami lamgsung membawanya ke aula istana untuk melakukan pemeriksaan, tetapi dia tetap diam dan memaksa untuk bertemu dengan Jenderal pasukan elit Qilin Api, sehingga kami memanggil jenderal Qiaofeng dan Jenderal Jing Xiuhuan."

" Lalu apa yang terjadi?" tanya Jiantou Tian semakin penasaran.

" Tidak lama kemudian, Jenderal Qioafeng dan Jenderal Jing Xiuhuan muncul bersama jenderal Ruo. Jenderal Ruo ini tanpa segan menyerang dan menghajar jenderal Ding Tiangang hingga melukainya, bahkan jenderal Qiaofeng juga ikut membantu tindakan Jenderal Ruo ini."

" Mengapa bisa demikian?" tanya Jiantou Tian sekali lagi.

" Itu karena aku yang memaksa Ding Tianggang melakukan kekerasan untuk mengorek informasi dari Yan Xiao Er." Ning Hao menjelaskan.

" Lalu dimana permasalahannya?" tanya Qing Yonggan semakin penasaran karena masalah itu terlihat biasa saja.

" Yang Mulia Qiang Yonggan, Sikap dan arogansi mereka berdua menimbulkan kecurigaanku, sehingga aku meminta jenderal Ning Wei untuk melakukan pengawasan. Naasnya Ning Wei tertangkap basah saat sedang melakukan tugasnya."

" Lalu apa yang dia lakukan?"

" Dia hanya mengatakan bahwa sikap yang telah kami lakukan merupakan tindakan yang menyakiti perasaan pasukan elit Qilin Api, lalu dia pergi begitu saja. Aku yang merasa tidak enak dengan hal itu, lalu ini bertemu dengannya dan membicarakan hal itu secara baik-baik, tetapi jenderal Ruo mengacuhkanku hingga dua hari, sehingga aku begitu kesal."

" Hm... lalu apa yang kalian lakukan selanjutnya?" tanya Qiang Yonggan dengan wajah tidak senang.

" Aku lalu meminta Jendral Liong Da dan Liong Ta membawanya ke wilayah terlarang tempat latihan pasukan naga emas dan memberinya pelajaran."

" Apa!...." Teriak Qiang Yonggan tiba-tiba berdiri dari takhtanya. Kemarahan yang luar biasa tampak di wajahnya dengan urat berwarna biru yang mulai bermunculan. Selain itu, Wu Zhengyi, Jiantaou Tian dan Jiandie bahkan telah melepaskan aura pembunuhan dari tubuh mereka menatap Ning Hao dan Liong Wijin dengan kilatan kemarahan.

" Swhus... swhus..." Jian Wusheng, Liu Chiu muncul di tempat itu sambil mengeluarkan pedang mereka dan mengarahkannya pada Ning Hao dan Liong Wijin.

Ning Hao dan Liong Wijin yang begitu terkejut. mereka berdua bahkan tidak mampu berkata-kata dengan reaksi seperti.

" Katakan, Apakah kau membunuhnya!" teriak Qiang Yonggan yang telah kehilangan sopan santunnya menunjuk kaisar Ning Hao dengan kasar.

" Ti-tidak, justru para Jenderal kami yang dihajar. Dia bahkan mempermalukan para Jenderal dan semua prajurit kami yang ada di tempat itu. Yang Mulia, Aku adalah saksi hidup yang menyaksikan pertempuran itu." Liong Wijin menjelaskan dengan terbata-bata.

" Lalu di mana dia sekarang?" tanya Qiang Yonggan sambil menarik aura pembunuhannya.

" Yang Mulia, Dia ada di kota Taiyang," jawab Liong Wujin bersuara. Di sisinya, Ning Hao yang terlihat pucat pasi itu bahkan tidak memiliki keberanian untuk menjawab. Reaksi Qiang Yonggan dan beserta para jenderalnya yang begitu emosi saat mendengar mereka menyerang Jenderal Ruo tersebut benar-benar telah membuatnya begitu ketakutan.

Mendengar jawaban Liong Wijin yang memastikan keamanan dan Qing Ruo, dengan perlahan wajah Qiang Yonggan yang memerah sebelumnya kini mulai terlihat tenang. Bahkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu juga menunjukkan wajah yang sama.

Perubahan wajah dan sikap yang ditampilkan oleh Qiang Yonggan beserta para jenderalnya itu membuat Ning Hao dan Liong Wijin menjadi semakin penasaran.

" Yang Mulia, aku yakin Jenderal Ruo ini Pasti orang yang sangat dilindungi oleh mereka," ucap Liong Wijin berbicara melalui telepati pada Ning Hao yang masih pucat pasi.

" Aku rasa ada hal yang kalian rahasiakan dari kami. Jenderal Liong Wijin, Kami ingin memastikan bagaimana ciri-ciri dan karakter jenderal Ruo ini ketika berhadapan dengan kalian!"

" Yang Mulia Kaisar, dia adalah pemuda tampan yang bijaksana. Dia ramah, sopan, dan sangat tenang. Selain itu, dia sangat kuat. Saat itu dalam pertarungannya melawan jenderal Liong Ta dan jenderal Liong Da, dia bahkan tidak menunjukkan kekuatan penuhnya," ucap Liong Wijin dengan jujur.

Qiang Yonggan beserta para bawahannya menganggukan kepala. Mereka meyakini bahwa jendera Ruo yang dimaksud oleh Ning Hao dan Liong Wijin itu adalah orang yang sangat mereka kenal dan mereka hormati.

" Bagaimana akhir dari pertarungan itu?" tanya Qiang Yonggan.

" Semua orang yang bertarung melawannya, bahkan jenderal Liong Ta dan Liong Da dikalahkan dengan tamparan keras di wajah mereka."

" Dengan tamparan?"

" Benar Yang Mulia, Jenderal Ruo ini menampar semua prajurit yang menantangnya, bahkan merontokan gigi mereka."

" Aku yakin, kalian telah memprovokasinya!"

" Benar," jawab Liong Wijin jujur.

Qiang Yonggan menghempaskan nafas panjangnya.

" Walaupun kalian telah melakukan hal itu padanya, tapi dia tidak datang kemari dan melapor padaku."

Ning Hao dan Liong Wijin terdiam. Mereka seperti kehabisan pikiran untuk mencerna maksud kata-kata Qiang Yonggan itu.

" Yang Mulia, sebelumnya mereka mengaku tidak pernah mengirim Jenderal lain, lalu mereka begitu emosi saat mendengar kita memberi pelajaran pada jenderal Ruo ini, sekarang Qiang Yonggan menyatakan bahwa Jenderal itu tidak datang melapor kepadanya," ucap Liong Wijin sekali lagi berbicara melalui telepati pada Ning Hao yang masih tidak di tanggapi itu.

" Baiklah aku memaafkan tindakan kalian yang telah melakukan sesuatu yang menurutku diluar batas itu," ucap Qiang Yonggan dengan wajah yang sudah tidak bersahabat lagi.

" Terima kasih Yang Mulia," ucap Ning Hao.

Saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba seorang Komandan pasukan memasuki ruangan.

" Komandan, ada apa?" tanya Wu Zhengyi dengan tatapan tajam.

" Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Raja, kita kedatangan tamu lagi."

" Hm...Baik, bawa dia masuk!" ucap Qiang Yonggan penasaran.

" Baik Yang Mulia." lalu meninggalkan ruangan.

Tidak lama kemudian sang komandan lalu kembali bersama dua orang lainnya.

" Apa!?" Ning Hao dan Liong Wijin terkejut, tetapi reaksi dari Qiang Yonggan beserta bawahannya terlihat biasa saja.

Di hadapan semua orang, kedua tamu baru itu juga terlihat sedikit terkejut saat melihat keberadaan Ning Hao dan Liong Wijin.

" Yang Mulia Kaisar Ye Dongli, dan jenderal Ye Nan Yang, selamat datang istana kerajaan Shouzhi," ucap Qiang Yonggan sambil mempersilakan kedua tamu itu duduk dengan hormat.

" Yang Mulia Kaisar Qiang Yonggan, terima kasih." ucap Ye Dongli sambil menangkupkan tangannya dengan hormat lalu duduk pada kursinnya.

" Hari ini sungguh luar biasa, dimana tiga Kaisar berada di tempat ini. Yang mulia Kaisar Ye Dongli, Jelaskan tujuan kedatangan anda." ucap Qiang Yonggan dengan ramah.

Ye Dongli terdiam sesaat lalu mengarahkan pandangannya pada Ning Hao dan Liong Wijin dengan tenang.

" Hm..., tidak perlu ada yang dirahasiakan lagi. Yang Mulia Qiang Yonhgan, Jujur saja aku tidak ingin melakukannya, tetapi ini adalah keinginan tuanku. Dia ingin kita berdamai, dan membuat aliansi tetap, tapi tidak dengan kekaisaran Luan." sambil menatap Ning Hao dan Liong Wijin dengan tajam.

" Baik, kami menerima usulan anda, karena tuanku juga menginginkan perdamaian itu," jawab Qiang Yonggan tegas.

" Terima kasih Yang Mulia. Mulai saat ini, Kekaisaran Dong dan Kekaisaran Hanguo akan berteman dan menjadi aliansi tetap, " ucap Ye Dongli sambil mengeluarkan segel kekaisaran.

" Baik," jawab Qiang Yonggan yang juga mengeluarkan segel kekaisarannya.

Dengan sigap Wu Zhengy lalu membuat surat perjanjian itu dan meminta kedua Kaisar itu memeteraikannya dengan segel yang mereka miliki.

Di dalam ruangan itu, Ning Hao dan Liong Wijin hampir tidak mempercayai apa yang mereka lihat saat itu. Rangkaian peristiwa yang menjadi terjadi di hadapan mereka berdua tidak ubahnya seperti mimpi, dimana dua kekaisaran yang berseteru, dan terlibat perang tersebut tiba-tiba membuat perjanjian damai dan membentuk aliansi tetap. Bahkan mereka berdua tanpa basa-basi yang berpanjang lebar menyetujui perjanjian damai itu.

" Yang Mulia, aku sangat penasaran, karena perjanjian itu berdasarkan keinginan tuan mereka. lalu Siapa Tuan Qiang Yonggan dan tuan Ye Dongli?" tanya Liong Wijin pada Ning Hao melalui telepati.

" Aku juga sangat penasaran. Sejak kapan seorang kaisar seperti Ye Dongli yang sangat arogan dan tinggi hati ini tiba-tiba mau merendahkan diri dan mengajukan perjanjian damai dengan kekasaran Hanguo yang telah mengalahkannya."

" Baik, secara resmi dua kekaisaran telah membentuk aliansi tetap maka tidak ada lagi permusuhan diantara kita. Yang Mulia Qiang Yonggan, aku secara pribadi serta seluruh kekaisaran Dong meminta maaf atas kesalahan yang telah kami lakukan sebelumnya."

" Yang Mulia kaisar Ye Dongli, kami juga minta maaf atas tindakan kami yang telah melakukan pembantaian tanpa belas kasihan itu. Aku harap di masa depan kita dapat saling menolong dan membantu, serta menjaga perdamaian antar dua kekaisaran ini." Sambil menatap Ye Dongli dengan lekat.

" Yang Mulia Qiang Yonggan

dapat memegang janjiku," ucap Ye Dongli sambil bertukar bendera kekaisaran.

********

🙏🙏 Mohon LIKE dan komentarnya. Terima kasih🙏

Terpopuler

Comments

Darus Sutriatno

Darus Sutriatno

nah kalau begini kan enak bacanya, singkat padat tanpa narasi2 yg terkesan mengejar jumlah kata minimal yg dipersyaratkan unyuk update oleh mangatoon

2025-02-07

0

Pierany Prahasiwie

Pierany Prahasiwie

gitulah..gausah tele tele..lanjut petualang berikutnya..bosan muter muter aja ceritanya

2024-11-16

0

IR WANTO

IR WANTO

guru agung tapi goblok tolol lemah..

2024-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bersama Yan Xiao Er.
2 2. Masih di Kota Taiyang.
3 3. Menikmati Kota Taiyang.
4 4. Rumah Lelang Kota Taiyang
5 5. Aiqing.
6 6. Pembicaraan Qing Ruo dan Qing Ling.
7 7. Yan Xiao Er di Istana Ibukota Kekaisaran Dong.
8 8. Bertemu Kaisar Ning Hao.
9 9. Memasuki Kawasan Terlarang Pasukan Naga Emas.
10 10. Memberi pelajaran.
11 11. Mempermalukan Liong Ta dan Liong Da.
12 12. Pergi Menolong Yan Xiao Er.
13 13. Menemui Yan Xiao Er.
14 14. Bertemu Ye Dongli
15 15. Melawan Ye Dongli.
16 16. Perintah Baru Sang Kaisar.
17 17. Pertemuan di Istana Kerajaan Shouzhi
18 18. Tuan Yang Sama.
19 19. Pelayan Wilayah Timur.
20 20.Meninggalkan kekaisaran Luan.
21 21. Memasuki wilayah Kabut Biru.
22 22. Menangkap Serpihan Kelopak Bunga Teratai Biru.
23 23. Di Dalam Wilayah Kabut Biru.
24 24. Keluar Dari Wilayah Kabut Biru.
25 25. Tiba di Wilayah Jantung Benua Teratai Biru.
26 26. Kabar Buruk.
27 27. Fenomena di Langit Jantung Benua Teratai Biru.
28 28. Tiba di Sekte Gunung Emas.
29 29. Menemui Qing Ruyue.
30 30. Meninggalkan Sekte
31 31. Singgah dalam perjalanan.
32 32. Di kekaisaran Dongnan.
33 33. Tiba di Kerajaan Xin.
34 34. Di Klan Xin.
35 35. Ide Zilong.
36 36. Restu Bai Tian En.
37 37. Calon Permaisuri Kekaisaran Dongnan.
38 38. Tawa di Dalam Aula Istana Terlarang.
39 39. Penyelidikan.
40 40. Sekte Racun Iblis.
41 41. Zilong dan Ying Ke Ai.
42 42. Klan Quan.
43 43. Meninggalkan Klan Quan.
44 44. Markas Racun Iblis.
45 45. Tertangkap dan Menyerahkan Diri.
46 46. Kekacauan Di Dalam Markas Sekte Racun Iblis.
47 47. Meninggalkan Gungung Cao Liang.
48 48. Informasi Pergerakan Sekte Aliran Hitam.
49 49. Quan Ran.
50 50. Cerita Xin Chan.
51 51. Suasana di Klan Xin.
52 52. Cerita Di Dalam Aula Istana.
53 53. Hiburan Sebelum Acara Pernikahan.
54 54. Zilong dan Yong Jun.
55 55. Shen Fangyu Xin.
56 56. Bersama Zilong dan Yong Jun.
57 57. Pernikahan Xin Moshu dan Quan Yuyin 1.
58 58. Pernikahan Xin Moshu dan Quan Yuyin 2.
59 59. Hari terakhir sebelum melanjutkan perjalanan.
60 60. Menuju Wilayah Barat.
61 61. Pembicaraan di Sekte Gunung Emas
62 62. Kota Yan Hai.
63 63. Di Kota Yan Hai.
64 64. Zilong di Rumah Lelang.
65 65. Menguntit Kelompok Aliran Hitam.
66 66. Mengorek Informasi.
67 67. Sekte Tombak Putih I.
68 68. Sekte Tombak Putih II.
69 69. Masih di Kota Yan Hai.
70 70. Meninggalkan Kota Yan Hai.
71 71. Murid Sekte Gunung Salju.
72 72. Memulai Pencarian.
73 73. Memanggil Pasukan Bantuan.
74 74. Pasukan Laut Barat
75 75. Perbincangan di Atas Bilah Pedang Xue Luo.
76 76. Kedatangan Tetua Seke Gunung Salju.
77 77. Menghajar Zi Lang.
78 78. Mempermalukan Murid Sekte Gunung Salju.
79 79. Kemunculan Penghuni Dari Dunia Neraka Kuno.
80 80. Menangkap dan Menawan Musuh.
81 81. Istana Giok Naga.
82 82. Mengaktifkan Mutiara Mata Lautan.
83 83. Meninggalkan Istana Giok Naga.
84 84. Mendatangi Gunung Salju.
85 85. Kemunculan Tetua Agung.
86 86. Membunuh Para Murid Sekte Gunung Salju..
87 87. Alasan di Balik Kemarahan.
88 88. Meninggalkan Sekte Gunung Salju.
89 89. Restoran Kota Mianfei.
90 90. Di Istana Kota Chengshi Bao.
91 91. Masih di Kota Chengshi Bao.
92 92. Gunung Youpin.
93 93. Pergi Ke Istana Gerbang Timur.
94 94. Pembicaraan di Istana Gerbang Timur I.
95 95. Pembicaraan di Istana Gerbang Timur II.
96 96. Pergi ke wilayah barat.
97 97. Tiba di Kota Perak.
98 98. Kebersamaan di Aula Vila Bambu Emas.
99 99. Masih di Kota Perak.
100 100. Meninggalkan Vila Bambu Emas.
101 101. Meninggalkan Kota Perak.
102 102. Di Ibu Kota Kekaisaran Dongnan.
103 103. Berurusan Dengan Pihak Kamanan Kota.
104 104. Di Aula istana kehakiman.
105 105. Utusan Kekaisaran Qian.
106 106. Menuju Wilayah Perbatasan Kekaisaran.
107 107. Di Wilayah Perbatasan.
108 108. Penobatan permaisuri ke kaisaran Dongnan.
109 109. Dendam Klan Pemilik Dinasti Sebelumnya.
110 110. Meninggalkan Kota Dongnan.
111 111. Gunung Elang Hitam.
112 112. Menuju Wilayah Perbatasan Kekaisaran Dongnan.
113 113. Tiba di Wilayah Perbatasan.
114 114. Pertarungan di Wilayah Netral.
115 115. Pasukan Elit dari Neraka Kuno.
116 116. Menangkap Dua Tawanan.
117 117. Memperalat Mata-Mata Kekaisaran Qian.
118 118. Menangkap Para Jenderal Kekaisaran Qian.
119 119. Kekacauan di Ibukota Kekaisaran Qian.
120 120. Kota Xiao Qian.
121 121. Mendatangi Barak Pasukan Kekaisaran Qian.
122 122. Mengacau di Barak Pasukan Kekaisaran Qian.
123 123. Masih di Kekaisaran Qian.
124 124. Tiba di Sekte Gunung Emas.
125 125. Memperbaiki Bejana Tingkat Bumi.
126 126. Pendekar Tingkat Dewa Surga.
127 127. Pertemuan I.
128 128. Pertemuan II.
129 129. Pembicaraan di Dalam Dunia Jiwa.
130 130. Melatih Para Murid.
131 131. Masih Melatih Para Murid.
132 132. Meninggalkan sekte.
133 133. Pulau Es Biru.
134 134. Latar belakang Mogui Tufu.
135 135. Memasuki Dunia Neraka Kuno.
136 136. Dasar Danau Huangwu.
137 137. Kota Jiyi.
138 138. Bertemu Yin Meili.
139 139. Istana Kota Jiyi.
140 140. Masih Di Kota Jiyi.
141 141. Meninggalkan kota Jiyi.
142 142. Kota Dingzhi Diyu
143 143. Organisasi Petarung Gelap.
144 144. Menyewa Pembunuh Bayaran.
145 145. Meninggalkan Kota Dingzhi Diyu.
146 146. Gunung Mu Diyu.
147 147. Menuju kota Zai Si.
148 148. Penginapan kota Zai Si.
149 149. Rencana Di Kota Zai Si.
150 150. Rencana Qing Ruo dengan Yu Shie.
151 151. Kebersamaan Bersama Sang Istri.
152 152. Menjual senjata.
153 153. Memperbaiki Senjata.
154 154. Menjual senjata.
155 155. Ma Fan.
156 156. Di Mulainya Acara Lelang.
157 157. Acara lelang.
158 158. Lelang senjata
159 159. Akhir dari Lelang Senjata.
160 160. Meninggalkan Kota Zai Si.
161 161. Tiba di Gunung Tengkorak.
162 162. Mendapatkan pelayan.
163 163. Meninggalkan gunung tengkorak.
164 164. Kota Yang Diyu.
165 165. Meninggalkan Kota Yang Diyu.
166 166. Kota Hei Tougu
167 167. Gunung Hewan Iblis.
168 168. Kawasan Dalam Gunung Hewan Iblis.
169 169. Berburu Hewan Buas.
170 170. Meninggalkan Gunung Hewan Iblis.
171 171. Meninggalkan Kota Hei Tougu.
172 172. Bandit Gada Perak.
173 173. Memasuki Dunia Kecil Klan Yang.
174 174. Di Dalam Dunia Kecil Yang.
175 175. Meninggalkan Dunia kecil Yang.
176 176. Singgah di Kota Wenyi
177 177. Kota Dankeng.
178 178. Permainan di Dalam Istana.
179 179. Memancing Mogui Tufu.
180 180. Melawan Mogui Tufu
181 181. Mengalahkan Mogui Tufu
182 182. Melarikan Diri.
183 183. Terus Bergerak dan Berpisah.
184 184. Tiba di Kota An Shi
185 185. Kekacauan di Kota An Shi.
186 186. Meninggalkan kota An Shi.
187 187. Melewati Danau Hei Hu.
188 188. Keturunan Tian Kong Yu Yang Lainnya.
189 189. Desa Huagui.
190 190. Hutan Rawa Ular.
191 191. Bertemu Mogui Nan dan Rombongannya.
192 192. Kekacauan di Dalam Lorong.
193 193. Memasuki Kota Da Men.
194 194.Di Kota Da Men I.
195 195. Di Kota Da Men II.
196 196. Meninggalkan Dunia Neraka Kuno.
197 197. Kembali Ke Benua Teratai Biru.
198 198. Altar Jalan Kuno Lainnya.
199 199. Istana Gerbang Timur.
200 200. Istana Gerbang Timur II.
201 201. Klan Bei
202 202. Meninggalkan Klan Bei.
203 203. Gunung Naga Putih.
204 204. Meninggalkan Gunung Naga Putih.
205 205. Tiba di Sekte Gunung Emas.
206 206. Menuju Gunung Daun.
207 207. Gunung Daun.
208 208. Penyelidikan.
209 209. Melawan Prajurit Pagoda Emas Tiga Lantai.
210 210. Situ Haoran.
211 211. Memasuki Pagoda Emas Tiga Lantai.
212 212. Pagoda Hitam Elemen Api.
213 213. Naik Tingkat.
214 214. Menerima Tantangan.
215 215. Akhir Dari Pertempuran Hidup dan Mati.
216 216. Informasi Untuk Zilong.
217 217. Kitab Ketujuh Dewa Luo.
218 218. Dimulainya Acara Kejayaan Sekte.
219 219. Pertarungan She Mei Lu.
220 220. Rencana Mianmao.
221 221. An Leng.
222 222. pembicaraan An Leng dan Qing Ruo.
223 223. Pulau Xingshi.
224 224. Pengalihan.
225 225. Di Wilayah Barat.
226 226. Di Kota Perak.
227 227. Villa Bambu Emas.
228 228. Meninggalkan kota perak.
229 229. Di Sekte Gunung Emas.
230 230. Meninggalkan sekte.
231 231. Misi Yang Buruk
232 232. Rencana bersama An Leng.
233 233. Cerita Qing Xia.
234 234. Pembicaraan bersama para komandan.
235 235. Rencana Bersama Para Komandan.
236 236. Di Gunung Leluhur.
237 237. Di Klan Chie.
238 238. Masih Di Klan Chie.
239 239. Meninggalkan Klan Chie.
240 240. Tanda Suci.
241 241. Pembicaraan Di Dalam Istana Gerbang Timur.
242 242. Strategi Qing Ruo.
243 243. Misi Rahasia Murid Klan Dewa Api.
244 244. Rencana Qing Ruo pada Klan Dewa Api.
245 245. Dunia Kecil Huo I.
246 246. Dunia Kecil Huo II.
247 247. Dunia kecil Huo III.
248 248. Masih di Dalam Dunia Kecil Huo.
249 249. Tiba di Perbatasan Gurun Duyou.
250 250. Gunung Diyu.
251 251. Kembali ke Gunung Daun.
252 252. Jenderal Fang An.
253 253. Kebersamaan di Istana Giok Biru.
254 254. Rencana Qing Ruo.
255 255. Tantangan Fang An.
256 256. Kekalahan Wu Kang.
257 257. Provokasi Qing Ruo
258 258. Dimulainya kekacauan.
259 259. He Qian dan Fan Teng.
260 260. Pertempuran di dalam dunia kecil emas lantai dua.
261 261. Lang Chuan.
262 262. Melawan Lang Chuan.
263 263. Membunuh Lang Chuan.
264 264. Baili Kuangsheng.
265 265. Tantangan pada Baili Kuangsheng.
266 266. Tewasnya Lingdong Zhe.
267 267. Melawan Baili Kuangsheng I.
268 268. Melawan Baili Kuangsheng II.
269 269. Pengakuan Pasukan Pagoda Emas Tiga Lantai.
270 270. Pergerakan di Jantung Benua Teratai Biru.
271 271. Kekacauan Sekte Aliran Hitam I.
272 272. Kekacauan Sekte Aliran Hitam II.
273 273. Pertempuran Aliran Hitam dan Aliran Putih I.
274 274. Pertempuran Aliran Hitam dan Aliran Putih II.
275 275. Berakhirnya Acara Kejayaan Sekte.
276 276. Lan Yue.
277 277. Tubuh Semi Abadi Liannya.
278 278. Tubuh Semi Abadi Bunga Emas.
279 279. Reaksi Para Tetua Aliran Hitam.
280 280. Aturan Baru Qing Ruo.
281 281. Rencana Qing Ruo.
282 282. Di Istana Gerbang Timur.
283 283. Dalu Wang Heng.
284 284. Dalu Wu Zhe.
285 285. Rencana Dalu Wu Zhe.
286 286. Perbincangan Qing Ruo.
287 287. Rencana Qing Ruo dan Pergerakan Musuh.
288 288. Qing Lian An.
289 289. Kebersamaan di Dalam Dunia jiwa.
290 290. Kebersamaan di Dalam Dunia Jiwa I.
291 291. Kebersamaan di dalam dunia Jiwa II.
292 292. Meninggalkan Dunia Kecil Petir Kuno.
293 293. Persiapan Qing Ruo.
294 294. Melawan Dalu Dong Mang dan Dalu Ying Ao I.
295 295. Melawan Dalu Dong Mang dan Dalu Ying Ao II.
296 296. Perpisahan I.
297 297. Perpisahan II.
298 298. Di Klan Shen Yun.
299 299. Persiapan di Gunung Dalu.
300 300. Persiapan di Gunung Dalu II.
301 301. Di Mulainya pertempuran.
302 302. Pertempuran I.
303 303. Pertempuran II.
304 304. Pertempuran III
305 305. Akhir dari Pertempuran.
306 Pengumuman.
307 Pengumuman 2.
Episodes

Updated 307 Episodes

1
1. Bersama Yan Xiao Er.
2
2. Masih di Kota Taiyang.
3
3. Menikmati Kota Taiyang.
4
4. Rumah Lelang Kota Taiyang
5
5. Aiqing.
6
6. Pembicaraan Qing Ruo dan Qing Ling.
7
7. Yan Xiao Er di Istana Ibukota Kekaisaran Dong.
8
8. Bertemu Kaisar Ning Hao.
9
9. Memasuki Kawasan Terlarang Pasukan Naga Emas.
10
10. Memberi pelajaran.
11
11. Mempermalukan Liong Ta dan Liong Da.
12
12. Pergi Menolong Yan Xiao Er.
13
13. Menemui Yan Xiao Er.
14
14. Bertemu Ye Dongli
15
15. Melawan Ye Dongli.
16
16. Perintah Baru Sang Kaisar.
17
17. Pertemuan di Istana Kerajaan Shouzhi
18
18. Tuan Yang Sama.
19
19. Pelayan Wilayah Timur.
20
20.Meninggalkan kekaisaran Luan.
21
21. Memasuki wilayah Kabut Biru.
22
22. Menangkap Serpihan Kelopak Bunga Teratai Biru.
23
23. Di Dalam Wilayah Kabut Biru.
24
24. Keluar Dari Wilayah Kabut Biru.
25
25. Tiba di Wilayah Jantung Benua Teratai Biru.
26
26. Kabar Buruk.
27
27. Fenomena di Langit Jantung Benua Teratai Biru.
28
28. Tiba di Sekte Gunung Emas.
29
29. Menemui Qing Ruyue.
30
30. Meninggalkan Sekte
31
31. Singgah dalam perjalanan.
32
32. Di kekaisaran Dongnan.
33
33. Tiba di Kerajaan Xin.
34
34. Di Klan Xin.
35
35. Ide Zilong.
36
36. Restu Bai Tian En.
37
37. Calon Permaisuri Kekaisaran Dongnan.
38
38. Tawa di Dalam Aula Istana Terlarang.
39
39. Penyelidikan.
40
40. Sekte Racun Iblis.
41
41. Zilong dan Ying Ke Ai.
42
42. Klan Quan.
43
43. Meninggalkan Klan Quan.
44
44. Markas Racun Iblis.
45
45. Tertangkap dan Menyerahkan Diri.
46
46. Kekacauan Di Dalam Markas Sekte Racun Iblis.
47
47. Meninggalkan Gungung Cao Liang.
48
48. Informasi Pergerakan Sekte Aliran Hitam.
49
49. Quan Ran.
50
50. Cerita Xin Chan.
51
51. Suasana di Klan Xin.
52
52. Cerita Di Dalam Aula Istana.
53
53. Hiburan Sebelum Acara Pernikahan.
54
54. Zilong dan Yong Jun.
55
55. Shen Fangyu Xin.
56
56. Bersama Zilong dan Yong Jun.
57
57. Pernikahan Xin Moshu dan Quan Yuyin 1.
58
58. Pernikahan Xin Moshu dan Quan Yuyin 2.
59
59. Hari terakhir sebelum melanjutkan perjalanan.
60
60. Menuju Wilayah Barat.
61
61. Pembicaraan di Sekte Gunung Emas
62
62. Kota Yan Hai.
63
63. Di Kota Yan Hai.
64
64. Zilong di Rumah Lelang.
65
65. Menguntit Kelompok Aliran Hitam.
66
66. Mengorek Informasi.
67
67. Sekte Tombak Putih I.
68
68. Sekte Tombak Putih II.
69
69. Masih di Kota Yan Hai.
70
70. Meninggalkan Kota Yan Hai.
71
71. Murid Sekte Gunung Salju.
72
72. Memulai Pencarian.
73
73. Memanggil Pasukan Bantuan.
74
74. Pasukan Laut Barat
75
75. Perbincangan di Atas Bilah Pedang Xue Luo.
76
76. Kedatangan Tetua Seke Gunung Salju.
77
77. Menghajar Zi Lang.
78
78. Mempermalukan Murid Sekte Gunung Salju.
79
79. Kemunculan Penghuni Dari Dunia Neraka Kuno.
80
80. Menangkap dan Menawan Musuh.
81
81. Istana Giok Naga.
82
82. Mengaktifkan Mutiara Mata Lautan.
83
83. Meninggalkan Istana Giok Naga.
84
84. Mendatangi Gunung Salju.
85
85. Kemunculan Tetua Agung.
86
86. Membunuh Para Murid Sekte Gunung Salju..
87
87. Alasan di Balik Kemarahan.
88
88. Meninggalkan Sekte Gunung Salju.
89
89. Restoran Kota Mianfei.
90
90. Di Istana Kota Chengshi Bao.
91
91. Masih di Kota Chengshi Bao.
92
92. Gunung Youpin.
93
93. Pergi Ke Istana Gerbang Timur.
94
94. Pembicaraan di Istana Gerbang Timur I.
95
95. Pembicaraan di Istana Gerbang Timur II.
96
96. Pergi ke wilayah barat.
97
97. Tiba di Kota Perak.
98
98. Kebersamaan di Aula Vila Bambu Emas.
99
99. Masih di Kota Perak.
100
100. Meninggalkan Vila Bambu Emas.
101
101. Meninggalkan Kota Perak.
102
102. Di Ibu Kota Kekaisaran Dongnan.
103
103. Berurusan Dengan Pihak Kamanan Kota.
104
104. Di Aula istana kehakiman.
105
105. Utusan Kekaisaran Qian.
106
106. Menuju Wilayah Perbatasan Kekaisaran.
107
107. Di Wilayah Perbatasan.
108
108. Penobatan permaisuri ke kaisaran Dongnan.
109
109. Dendam Klan Pemilik Dinasti Sebelumnya.
110
110. Meninggalkan Kota Dongnan.
111
111. Gunung Elang Hitam.
112
112. Menuju Wilayah Perbatasan Kekaisaran Dongnan.
113
113. Tiba di Wilayah Perbatasan.
114
114. Pertarungan di Wilayah Netral.
115
115. Pasukan Elit dari Neraka Kuno.
116
116. Menangkap Dua Tawanan.
117
117. Memperalat Mata-Mata Kekaisaran Qian.
118
118. Menangkap Para Jenderal Kekaisaran Qian.
119
119. Kekacauan di Ibukota Kekaisaran Qian.
120
120. Kota Xiao Qian.
121
121. Mendatangi Barak Pasukan Kekaisaran Qian.
122
122. Mengacau di Barak Pasukan Kekaisaran Qian.
123
123. Masih di Kekaisaran Qian.
124
124. Tiba di Sekte Gunung Emas.
125
125. Memperbaiki Bejana Tingkat Bumi.
126
126. Pendekar Tingkat Dewa Surga.
127
127. Pertemuan I.
128
128. Pertemuan II.
129
129. Pembicaraan di Dalam Dunia Jiwa.
130
130. Melatih Para Murid.
131
131. Masih Melatih Para Murid.
132
132. Meninggalkan sekte.
133
133. Pulau Es Biru.
134
134. Latar belakang Mogui Tufu.
135
135. Memasuki Dunia Neraka Kuno.
136
136. Dasar Danau Huangwu.
137
137. Kota Jiyi.
138
138. Bertemu Yin Meili.
139
139. Istana Kota Jiyi.
140
140. Masih Di Kota Jiyi.
141
141. Meninggalkan kota Jiyi.
142
142. Kota Dingzhi Diyu
143
143. Organisasi Petarung Gelap.
144
144. Menyewa Pembunuh Bayaran.
145
145. Meninggalkan Kota Dingzhi Diyu.
146
146. Gunung Mu Diyu.
147
147. Menuju kota Zai Si.
148
148. Penginapan kota Zai Si.
149
149. Rencana Di Kota Zai Si.
150
150. Rencana Qing Ruo dengan Yu Shie.
151
151. Kebersamaan Bersama Sang Istri.
152
152. Menjual senjata.
153
153. Memperbaiki Senjata.
154
154. Menjual senjata.
155
155. Ma Fan.
156
156. Di Mulainya Acara Lelang.
157
157. Acara lelang.
158
158. Lelang senjata
159
159. Akhir dari Lelang Senjata.
160
160. Meninggalkan Kota Zai Si.
161
161. Tiba di Gunung Tengkorak.
162
162. Mendapatkan pelayan.
163
163. Meninggalkan gunung tengkorak.
164
164. Kota Yang Diyu.
165
165. Meninggalkan Kota Yang Diyu.
166
166. Kota Hei Tougu
167
167. Gunung Hewan Iblis.
168
168. Kawasan Dalam Gunung Hewan Iblis.
169
169. Berburu Hewan Buas.
170
170. Meninggalkan Gunung Hewan Iblis.
171
171. Meninggalkan Kota Hei Tougu.
172
172. Bandit Gada Perak.
173
173. Memasuki Dunia Kecil Klan Yang.
174
174. Di Dalam Dunia Kecil Yang.
175
175. Meninggalkan Dunia kecil Yang.
176
176. Singgah di Kota Wenyi
177
177. Kota Dankeng.
178
178. Permainan di Dalam Istana.
179
179. Memancing Mogui Tufu.
180
180. Melawan Mogui Tufu
181
181. Mengalahkan Mogui Tufu
182
182. Melarikan Diri.
183
183. Terus Bergerak dan Berpisah.
184
184. Tiba di Kota An Shi
185
185. Kekacauan di Kota An Shi.
186
186. Meninggalkan kota An Shi.
187
187. Melewati Danau Hei Hu.
188
188. Keturunan Tian Kong Yu Yang Lainnya.
189
189. Desa Huagui.
190
190. Hutan Rawa Ular.
191
191. Bertemu Mogui Nan dan Rombongannya.
192
192. Kekacauan di Dalam Lorong.
193
193. Memasuki Kota Da Men.
194
194.Di Kota Da Men I.
195
195. Di Kota Da Men II.
196
196. Meninggalkan Dunia Neraka Kuno.
197
197. Kembali Ke Benua Teratai Biru.
198
198. Altar Jalan Kuno Lainnya.
199
199. Istana Gerbang Timur.
200
200. Istana Gerbang Timur II.
201
201. Klan Bei
202
202. Meninggalkan Klan Bei.
203
203. Gunung Naga Putih.
204
204. Meninggalkan Gunung Naga Putih.
205
205. Tiba di Sekte Gunung Emas.
206
206. Menuju Gunung Daun.
207
207. Gunung Daun.
208
208. Penyelidikan.
209
209. Melawan Prajurit Pagoda Emas Tiga Lantai.
210
210. Situ Haoran.
211
211. Memasuki Pagoda Emas Tiga Lantai.
212
212. Pagoda Hitam Elemen Api.
213
213. Naik Tingkat.
214
214. Menerima Tantangan.
215
215. Akhir Dari Pertempuran Hidup dan Mati.
216
216. Informasi Untuk Zilong.
217
217. Kitab Ketujuh Dewa Luo.
218
218. Dimulainya Acara Kejayaan Sekte.
219
219. Pertarungan She Mei Lu.
220
220. Rencana Mianmao.
221
221. An Leng.
222
222. pembicaraan An Leng dan Qing Ruo.
223
223. Pulau Xingshi.
224
224. Pengalihan.
225
225. Di Wilayah Barat.
226
226. Di Kota Perak.
227
227. Villa Bambu Emas.
228
228. Meninggalkan kota perak.
229
229. Di Sekte Gunung Emas.
230
230. Meninggalkan sekte.
231
231. Misi Yang Buruk
232
232. Rencana bersama An Leng.
233
233. Cerita Qing Xia.
234
234. Pembicaraan bersama para komandan.
235
235. Rencana Bersama Para Komandan.
236
236. Di Gunung Leluhur.
237
237. Di Klan Chie.
238
238. Masih Di Klan Chie.
239
239. Meninggalkan Klan Chie.
240
240. Tanda Suci.
241
241. Pembicaraan Di Dalam Istana Gerbang Timur.
242
242. Strategi Qing Ruo.
243
243. Misi Rahasia Murid Klan Dewa Api.
244
244. Rencana Qing Ruo pada Klan Dewa Api.
245
245. Dunia Kecil Huo I.
246
246. Dunia Kecil Huo II.
247
247. Dunia kecil Huo III.
248
248. Masih di Dalam Dunia Kecil Huo.
249
249. Tiba di Perbatasan Gurun Duyou.
250
250. Gunung Diyu.
251
251. Kembali ke Gunung Daun.
252
252. Jenderal Fang An.
253
253. Kebersamaan di Istana Giok Biru.
254
254. Rencana Qing Ruo.
255
255. Tantangan Fang An.
256
256. Kekalahan Wu Kang.
257
257. Provokasi Qing Ruo
258
258. Dimulainya kekacauan.
259
259. He Qian dan Fan Teng.
260
260. Pertempuran di dalam dunia kecil emas lantai dua.
261
261. Lang Chuan.
262
262. Melawan Lang Chuan.
263
263. Membunuh Lang Chuan.
264
264. Baili Kuangsheng.
265
265. Tantangan pada Baili Kuangsheng.
266
266. Tewasnya Lingdong Zhe.
267
267. Melawan Baili Kuangsheng I.
268
268. Melawan Baili Kuangsheng II.
269
269. Pengakuan Pasukan Pagoda Emas Tiga Lantai.
270
270. Pergerakan di Jantung Benua Teratai Biru.
271
271. Kekacauan Sekte Aliran Hitam I.
272
272. Kekacauan Sekte Aliran Hitam II.
273
273. Pertempuran Aliran Hitam dan Aliran Putih I.
274
274. Pertempuran Aliran Hitam dan Aliran Putih II.
275
275. Berakhirnya Acara Kejayaan Sekte.
276
276. Lan Yue.
277
277. Tubuh Semi Abadi Liannya.
278
278. Tubuh Semi Abadi Bunga Emas.
279
279. Reaksi Para Tetua Aliran Hitam.
280
280. Aturan Baru Qing Ruo.
281
281. Rencana Qing Ruo.
282
282. Di Istana Gerbang Timur.
283
283. Dalu Wang Heng.
284
284. Dalu Wu Zhe.
285
285. Rencana Dalu Wu Zhe.
286
286. Perbincangan Qing Ruo.
287
287. Rencana Qing Ruo dan Pergerakan Musuh.
288
288. Qing Lian An.
289
289. Kebersamaan di Dalam Dunia jiwa.
290
290. Kebersamaan di Dalam Dunia Jiwa I.
291
291. Kebersamaan di dalam dunia Jiwa II.
292
292. Meninggalkan Dunia Kecil Petir Kuno.
293
293. Persiapan Qing Ruo.
294
294. Melawan Dalu Dong Mang dan Dalu Ying Ao I.
295
295. Melawan Dalu Dong Mang dan Dalu Ying Ao II.
296
296. Perpisahan I.
297
297. Perpisahan II.
298
298. Di Klan Shen Yun.
299
299. Persiapan di Gunung Dalu.
300
300. Persiapan di Gunung Dalu II.
301
301. Di Mulainya pertempuran.
302
302. Pertempuran I.
303
303. Pertempuran II.
304
304. Pertempuran III
305
305. Akhir dari Pertempuran.
306
Pengumuman.
307
Pengumuman 2.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!