" Huh... malas bingit, hari yang akan melelahkan, mampir Toko deh nanti " kata Dela yang masih berada dikamarnya.
Dela mengambil ponselnya, menekan angka disana, meminta pegawai mamanya persiapkan 500 kue, untuk ia bawa ke sekolah, seperti yang ia minta kemarin.
Dela bersiap-siap dan memakai sepatunya, lalu menyandang tas ranselnya lalu keluar kamarnya untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
" Pagi ma..pa..." sapa Dela
" Pagi sayang.." jawab papa.
" Sudah mau pergi sayang? tanya Mama.
" Iya ma, nanti mau mampir toko Ma, hari ini ada bazar " ucapnya.
" Wah bagus dong, sekalian jual kue Mama " kata Papa .
" Iya tapi hasil kuenya sebagian mau Dedel sumbangi, Dedel juga bazarin Beberapa koleksi tas dan sepatu Dedel, Ma.. Pa " kata Dela menjelaskan.
" Ma lihat anak Papa, ternyata sosialnya tinggi sama seperti kamu , kalian memang bidadari Papa " kata Papa dengan senyumnya.yang kemudian Dela memeluk sang papa drngan hangat.
" Iya dong Pa, Dedel gitu loh " Dengan bangganya
Assalamualaikum...
Waalaikumsalam...
" Kak Ray, kak Ray jemput Dedel ya? " melihat Rayhan datang.
" Iya Del, hari ini kak Ray antar kamu, boleh?" tanya Rayhan.
" Boleh dong " dengan girangnya.
" Nak Ray, apa kabar? " sapa papa
" Baik kok pa" jawabnya dengan lembut dan ramah.
" Kapan kamu balik nak " tanya Papa lagi.
" Beberapa hari yang lalu Pa " jawab Rayhan
" Bunda sama ayah gimana kabarnya sayang?" tanya mama.
" Alhamdulillah baik Ma " jawab Rayhan
" Rey kemana Ray ?" tanya Papa
" Oh tadi dia pergi duluan deh Pa " ucap Rayhan karena Reynal sudah tak ada dikamarnya.
" Iya Pa, ma, tu es sudah datang dan akan menunggu siswanya, dekat gerbang untuk ia beri hukuman, ketua osis paling beku dan galak " kata Dela dengan kesal.
" Kak sini ikut Dedel sarapan, Mama masak Nasi goreng nih "titah Dela. yang mengalihkan pembicaraannya
" Iya Ray sini" Ajak Mama. Raynal tersenyum dan mengangguk.
Rayhan lalu mendudukan bokongnya ke kursi makanlalu mengambil secentong nasi goreng , Mereka sarapan bersama.
Hingga Dela pamit kepada Papa dan mama, untuk pergi kesekolah, begitu pula dengan Rayhan, pamit untuk antar Dela.
" Kak.. kita mampir toko kue mama ya, Dela mau ambil kue ditoko." pinta Dela.
" Siap gadis kecil kak Ray " mengacak Rambut Dela.
Dela turun dari mobil lalu menuju sebuah toko yang terkenal, dan lezat itu, sedangkan Rayhan menunggu dimobilnya, tak lama Dela keluar toko, dengan membawa tempat kue-kue, itu ke mobil dan meletakkan di bagasi mobil, yang sudah dibukakan oleh Raynal, lalu mereka kembali masuk mobil.
" Kak Ray , buruan yuk nanti Dedel telat, Malas Ketemu orang galak dengan kekuasaannya" kata Dela sedikit kesel
Rayhan yang tau, itu pasti adiknya sendiri yaitu Reynal, yang dimaksud oleh Dela dan, Rayhan tersenyum lalu menganggukin kepala.
" Ok baby " kata Rayhan dan melajukan mobilnya sedikit kebut. tak butuh lama mereka sampai di sekolah, Rayhan masuki halaman Sekolah elit dengan memarkirkan mobilnya.
" Tu liat muka galak, sudah menunggu Dedel pasti, dan akan ngomeli mencari kesalahan Dedel " kata Dela Dengan mengkerucutkan mulutnya.
Rayhan tersenyum melihat tingkah Dela, yang menghindari adiknya, dan tak lain tunangannya sendiri.
" Yah udah ambil kuenya geh, titah Rayhan
" Iya kak " jawabnya
Rayhan dan Dela keluar mobil, dengan mengambil kue dibagasi mobil, lalu buru-buru pamit masuk, Rayhan juga demikian pamit untuk pulang, Dela tersenyum Renyah kearah Rayhan, tapi tidak dengan orang yang berdiri dihadapanya, tampang jutek yang Dela keluarkan.
Dela masuk dan membawa kue sedikit kerepotan, Reynal yang melihatpun melangkah mengejar untuk mensejajari Dela.
" Sini kuenya gue bantu bawa" Reynal langsung ambil kue, yang ada ditangan Dela tanpa menunggu intrupsi Dela.
" Gak pelu lo lakuin itu " ucapnya dengan muka juteknya.
" Bisa, tidak bantah gue " ucap Reynal dengan santai.
" Serah lo " ucap Dela yang Berlalu pergi meninggalkan Reynal di belakang.
Sampai di stand Dela cipika-cipiki bareng teman-temannya dan mulai menyusun kue, dengan mengambil kue dari tangan Reynal.
" Sono lo, dan Thanks " ucapnya ketus.
" Bisa tidak bicaranya yang sopan" kata Reynal.
" Itu sudah sopan, harus sopan gimana, atau lo ajak ribut gitu" dengan nada keselnya dan meninggalkan Reynal, yang masih berdiri disana.
Reynal semakin gemes melihat Dela, tapi perhatiannya teralihkan saat, Fia kekasihnya ternyata sudah datang, dan menghampirinya.
" Hai Ay..." sapa Reynal
" Hai..kamu sudah disini aja? kata Fia
" Iya, ayo aku antar ke kursi kamu" kata Reynal sopan.
" Tapi aku kangen kamu" ucap Fia
" Iya aku tau, nanti malam aku jemput ya "
" Iya " ucapnya dengan senyum lembutnya.
Sebenarnya Reynal sedikit Risih sih dengan Fia karena sikapnya, lumrah si sebenarnya karena Fia adalah pacarnya, tapi Reynal gak suka hubungannya terekspos juka dalam lingkungan sekolah,menginggat ia seorang ketua osis disekolahnya.
Lalu pergi dari Stand Dela, Dela masa bodo, karena rasa suka terhadapnya memang benar-benar pupus, pupus sejak kejadian itu pupus karena kecewa.
Sebenarnya Aldo perhatikan mereka, tapi rasanya kesel aja melihatnya, dan ia coba bertanya ke Dela.
" Del.. lo gak marah Fia gitu," kata Aldo menunjuk pake dagu"
" Gue rasa gak, Rasa itu sudah hilang, Do, dari 5 tahun yang lalu, saat kejadian itu " kata Dela santai.
Aldo merasa bersalah sudah bertanya sama Dela tentang hatinya terhadap Reynal, tapi untungnya Aldo teringat kalo sang pacar mau datang.
" Del, Gue ada kejutan buat lo " kata Aldo
" Siapa?" tanya Dela.
" Bentar lagi ia sampai " ucap Aldo dengan senyum mengembang.
Dela tersenyum," kabari gue kalau sudah sampai, gue beresi Stand bareng yang lain ucapnya.
Hari sudah menunjukan pukul 08.00 Wib, seperti biasa, acara pertama kata sambutan dari kepala sekolah, dan dilanjutkan oleh ketua osis, setelah selesai mereka bertepuk tangan, dan dipersilakan untuk mengunjungi Bazar, yang telah disediakan.
" Boleh saya membeli Boneka itu" kata salah satu laki-laki itu yang berdiri dihadapan dengan Rani.
" Bo..leh.." sambil menoleh ke arah laki- laki itu, betapa terkejutnya ia melihat seorang cowok tinggi mata sayunya sedang berdiri.
" Kak Alex? "
" Iya Ran "
" Kok Bisa?"
" Bisa donk" mengusap kepalanya.
" Hai kak Alex sapa mereka"
" Hai semua "jawabnya Ramah
" Sendiri kak" kata Aldo
" Tidak, tu bareng Duo pria senglek " lalu tersenyum.
" Gue, ngobrol dulu ya dengan kak Alex" ijin Rani, lalu dengan barengan, mereka iyakan karena memang Stand masih sepi.
Dela lagi sibuk dengan ponselnya, ia tak peduli yang ada disekitar, " Dedel..." tiba-tiba ada seorang gadis memanggilnya.
" Sarah.." ucap Dela yang terkejut dengan kedatangan Dela lalu mereka perpelukan.
" Gue kangen lo"
" Yakin lo kangen gue"
" Yakin la Del bukan..." mengkode dengan matanya
" Itu juga Dedel.. " ucapnya dengan sedikit malu.
" Iya udah beli nih kue gue, ini kue dari toko mama"
" Pasti enak ni kuenya mama Mira"
" Iya dong "
" Honey habis ini, aku kenalin dengan sahabat aku ya" kata Aldo dan Sarah mengangguk.
Mereka bercengkerama, dibelakang stand yang telah mereka bentang, dan satu kursi untuk bergantian menjaga.
" Maaf boleh saya beli kuenya, satunya berapa ya?"
" Murah kok hanya 3000, "
" Nggak Kemahalan?"
" Sepertinya tidak, karena sebagian hasilnya akan disumbangkan, ke korban bencana alam Banjir dan gempa, mau beli yang mana?" ucap Dela ramah.
" Oke bungkus 100 untuk saya " ucap laki -laki yang berlesun pipi itu.
" Baik..., sebentar ya kak" ucapnya ramah
" Dapat diskon tidak, Boleh tau nama kamu?"
" Kalau diskon jangan donk kak, Saya, Dela kak " kata Dela tersenyum manis.
" Manis " ucapan itu lolos dari mulut pria itu.
// Sejuknya senyummu Dela, walau sedikit cuek_ ucapnya dalam hati lelaki itu//
Dela lalu memberikan kue-kuenya ke lelaki itu namun tak lepas dari pandangan Reynal.
.
.
.
.
🍃🍃🍃🍃🍃
Bersambung
Siapakah laki-laki yang sudah membeli kue punya Dela?
Apa dia Ray ??
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca dengan like dan koment teriamakasih.
salam hangat
Raynal dan Dela 💑
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Senajudifa
kutukan cinta dsn mr.playboy mampir
2022-07-28
1
Sweet chicie💞
jejak disini dulu buat tar lanjut
2021-10-16
0
Devi Novitasari
👍
2021-09-01
1