Matahari sudah terbit dari timur seorang gadis kecil masih asik tertidur di atas pohon tanpa mengetahui situasi di istana.
Hoam.....
" Enggh....ini sudah pagi ya, sepertinya aku tertidur karena kekenyangan." kata Eli sambil menggosok matanya.
" Wah.... melihat matahari terbit membuat aku tambah bersemangat." kata Eli senang.
Sambil menyandarkan tubuh kecilnya di salah satu dahan pohon.
Kryuuk......
" Aku lapar, untung aku berada di pohon apel jadi aku bisa makan apel sebelum sarapan di istana." kata Eli sambil mengambil salah satu apel.
" Lumayan mengganjal perut krauk...." kata Eli sambil mengigit apel merah.
Tiba tiba Eli mengingat kejadian saat perjamuan di istana Gold kemarin.
Dirinya tidak sengaja menangis sambil mengeluarkan seluruh isi hatinya yang selama ini tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua.
Masa lalu, masa depan, masa kini dirinya tidak pernah di perhatikan oleh orang tua.
" Mengapa sekarang aku menjadi orang yang lemah dan sepertinya aku sudah lama tidak menangis." batin Eli.
Annaelise terakhir merasakan menangis saat kehilangan kedua orang tuanya saat berusia 8 tahun.
Tapi setelah itu dirinya berusaha menjadi lebih kuat.
Dan mulai belajar bela diri dan menggunakan senjata saat berusia 9 tahun.
Saat itu hanya kakeknya yang menyayangi dirinya.
Kakeknya merupakan seorang ketua mafia yang ditakutkan di seluruh negara Korea.
Tapi sejak kakeknya meninggal saat dirinya berusia 15 tahun.
Dirinya mulai menjalankan organisasi peninggalan kakeknya bersamaan dengan perusahaan di bidang perhotelan.
" Ini sudah jam berapa ya, aku harus segera kembali sebelum Serena mencari ku." kata Eli.
Setelah itu Annaelise melompat dari atas pohon dan mendarat dengan sempurna.
Annaelise sambil menepuk tangannya dari debu.
" Apa aku bikin rumah pohon saja di sini jadi saat aku bisa menyimpan harta dan senjata ku." gumam Eli.
Memang Annaelise diam diam mengambil senjata dari gudang senjata seperti pedang dan pisau yang diambil dari dapur.
" Sepertinya aku harus ke kota untuk mencari pembuatan senjata api ku, tapi dimana ya? hah... nggak usah di pikir dulu sekarang, aku harus segera kembali pasti Serena khawatir dengan ku." kata Eli.
Annaelise berjalan sambil bersenandung ria menikmati perpohonan yang berada di sekitar istana.
Tuan Puteri......
Tuan Puteri ada dimana.....
Tuan Puteri.....
" Sepertinya ada suara Serena mungkin harus mendekati nya." kata Eli.
Saat sudah dekat di istana White Annaelise melihat para prajurit dan pelayan sedang kebingungan mencari sesuatu.
Saat Annaelise melihat Serena dia langsung menghampiri Serena sambil berlari menuju istana White.
" Serena....Serena." kata Eli.
" Tuan Puteri." kata Serena.
Sambil menitikkan air mata haru.
" Serena hosh.... hosh....apa Serena baik baik hosh... saja." kata Eli sambil terengah-engah.
" Saya baik baik saja Tuan Puteri, Tuan Puteri darimana saja saya dan yang lain sudah mencari Tuan Puteri kemana mana, bahkan Kaisar sudah menyuruh mencari Tuan Puteri hingga keluar istana." kata Serena.
Annaelise terkejut saat ayah yang tidak pernah peduli padanya mencari dirinya hingga menyuruh prajurit nya.
" Hehehe.... sebenarnya Eli kemarin pengen makan apel terus Eli menemukan pohon apel di hutan Eli memakan apel hingga tertidur karena kekenyangan." kata Eli menjelaskan.
Serena hanya membelakak kedua bola matanya dengan mulut ternganga.
Serena terkejut bagaimana bisa Tuan Puteri nya berubah setelah demam saat Puteri berusia 4 tahun.
Sejak saat itu Tuan Puteri menjadi bersikap percaya diri, jenius, bahkan bersifat sedikit bar bar.
Serena sedikit senang sekaligus khawatir atas perubahan sifat Tuan Puteri.
Kryuuk....
" Serena.... Eli lapar pengen makan hehehe." kata Eli.
Meminta makan sambil terkekeh.
" Hahaha....baiklah Tuan Puteri tapi sepertinya Tuan Puteri harus membersihkan diri dulu karena gaun Tuan Puteri sudah kotor." kata Serena.
Annaelise langsung menggembungkan pipinya sedikit kesal atas perkataan Serena tetapi dirinya tidak bisa berbuat apa apa karena takut nanti Serena marah padanya.
" Baiklah...ayo Serena." ajak Eli sambil berlari memasukin istana White.
Serena hanya tertawa atas sifat Tuan Puteri yang sangat imut dan menggemaskan.
Saat berjalan menuju kamar Annaelise mendengar suara yang membuat tubuhnya menegang.
" Sepertinya kau sedikit bersenang senang..." kata Seseorang.
Makin membuat tubuh Annaelise bergetar.
" Gawat...." batin Eli.
Continue....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Sandisalbiah
btw semalaman Eli tidur di atas pohon apa gak di serbu nyamuk..? 🤔🤭
2024-03-27
3
Dianita Indra
next thor
2022-04-30
0
Araflysyah
yg bilang gk ngerti jangan baca,brati u kurang imaji n felling
2021-12-10
0