Luke POV ...
Saat Luke menjaga pintu depan terkejut mendengar teriakan Tuan Puteri Annaelise jadi aku menempelkan telinga ke dekat pintu mendengar percakapan, Yang Mulia dan Tuan Puteri secara diam diam.
Aku bisa mendengar Tuan Puteri marah kepada, Yang Mulia.
" Karena papa tidak ada buat Eli, papa tidak pernah punya waktu untuk Eli, papa lebih mementingkan Erika daripada Eli, ELI BENCI PAPA HIKS....." kata Tuan Puteri.
Aku terkejut saat pintu di buka secara kasar, aku bisa melihat Tuan Puteri berlari sambil menangis meninggalkan istana Gold.
Aku langsung menghampiri, Yang Mulia. dan mencoba bertanya.
" Mengapa Tuan Puteri menangis, Yang Mulia?" tanya ku sedikit khawatir terhadap kondisi Tuan Puteri.
Aku bisa melihat wajah terkejut, Yang Mulia. mungkin ini baru pertama kali bagi, Yang Mulia di perlakukan secara tidak sopan.
" Dia tidak apa apa bisa kau boleh aku lelah." kata Kaisar Antonio mengusir ku."
"Salam sejahtera agung untuk kekaisaran Scherzinger." kata ku sebelum meninggalkan ruangan, Yang Mulia.
Dan mencoba mengejar Tuan Puteri.
Saat aku mencari Tuan Puteri aku bisa mendengar tangisan dan Tuan Puteri yang membuat aku sedih.
MENGAPA AKU HARUS MENANGIS KARENA HAL SEPELE HIKS.... ITU.....AKU SUDAH BER.....USAHA HIKS.....UNTUK .....TIDAK MEMPEDULIKAN HAL SEMACAM ITU..... TETAPI HIKS....TETAP SAJA TIDAK BISA.
Aku memandang Tuan Puteri dengan iba aku bisa tangisan ke putus asa nya.
Aku mencoba menghampiri Tuan Puteri secara perlahan.
Luke POV End...
" Tuan Puteri apa anda baik baik saja?" tanya Luke dengan khawatir.
Annaelise langsung menghapus jejak air mata yang berada di mata.
" Oh kakak Luke Eli tidak apa apa, mengapa kakak Luke disini bukannya kakak Luke harus bersama dengan papa." kata Eli sambil mencoba tersenyum.
" Saya hanya beristirahat sebentar disini, apa Tuan Puteri ingin saya antar kan ke istana white?" tanya Luke.
Luke menawarkan mengantar Annaelise kembali ke istana White.
" Tidak usah Eli sendiri saja, bye kakak Luke." jawab Eli.
Sambil berjalan meninggalkan Luke sendiri, Annaelise bisa melihat tatapan sendu dari Luke yang membuat Annaelise merasa bersalah.
" Maaf Kakak Luke Eli hanya ingin menyendiri Eli ingin melupakan hal terjadi tadi, hei tunggu apa tadi aku membentak kaisar ? bisa bisa setelah ini aku akan mati.Gyahhh." batin Eli
Annaelise berjalan menuju istana White tetapi setelah dekat dengan istana White
Tiba tiba Annaelise menghentikan langkahnya.
" Apa aku pergi ke hutan saja, aku ingin menenangkan diri, baiklah ayo Eli semangat." kata Eli mengangkat tangannya tinggi tinggi.
Annaelise berjalan berjalan sambil memandang pohon pohon yang ada di hutan istana.
Annaelise langsung menghentikan langkahnya setelah melihat sebuah pohon Apel.
Annaelise memandang pohon Apel dengan berbinar.
" Wah.... apel apel nya besar besar aku ingin apel itu tapi bagaimana cara ngambil nya ya?" kata Eli.
Annaelise mengetuk ngetik jari nya berpikir.
" Haha... bagaimana kalau aku memanjat untung tidak ada Serena yang melarang, Annaelise kau sangat pintar." kata Eli sambil memuji diri nya sendiri.
Tanpa basa basi lagi Annaelise mengangkat sedikit gaun nya dan melepaskan sepatunya, setelah itu Annaelise langsung memanjat pohon apel dan bersandar pada salah satu batang pohon.
Annaelise bisa melihat matahari terbenam sambil memakan apelnya yang baru saja dia petik.
" Jika ada ponsel pasti akan berfoto di sini kan bisa tambah jumlah followers, tapi sayang di sini ada ponsel, huh... nikmati saja Eli yang kau dapat sekarang." kata Eli.
Annaelise tanpa sadar tertidur di atas pohon setelah kekenyangan memakan Apel tanpa tahu kekacauan yang buat oleh nya.
Sementara di istana white...
Serena sedang mencari Puteri Annaelise yang belum kembali ke istana White.
" PUTERI....PUTERI ADA DIMANA." teriak Serena khawatir dan menyuruh semua orang yang ada di istana White mencari Puteri Annaelise.
Sedangkan Luke yang sedang berjalan melewati istana White melihat Serena yang sedang menangis.
Luke langsung menghampiri Serena dengan raut wajah cemas.
" Ada apa Serena mengapa menangis?" tanya Luke.
" Tuan Puteri belum kembali sampai sekarang hiks...." jawab Serena sambil menangis.
Luke tercengang bukannya tadi Puteri Annaelise langsung balik ke istana White.
Luke langsung menyuruh semua prajurit mencari Puteri Annaelise.
Akhirnya sepanjang malam para Prajurit istana mencari Puteri Annaelise dengan cemas.
Tanpa tahu kalau Puteri yang sedang di cari tertidur nyenyak di atas pohon.....
Continue....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Sashimi Bee
sepertinya POV ga usah diulang2 nulisnya klo semua sama
2025-02-24
0
fitriani
para pelayan kelabakan yg d cari ma lagi anteng tdr🤭🤭🤭🤭🤭
2024-10-17
0
Sandisalbiah
hadehh... Annaelise.. kamunya enak tdr itu para pelayanmu pontang panting kelabakan mencari dirimu... lagian ada² sih tingkah lucu mu...
2024-03-27
1