Flashback.....
Henri telah memutarkan mobil mereka dan menuju ke kediaman Rio selepas melihat mobil hitam tersebut berlalu.
“Seperti yang dijangka.Mereka akan pergi selepas melihat kita keluar”gumam Henri yang didengar Rio.
“Apakah benar tentang Fiola Henri?”tanya Rio sendu.Rio tidak bisa bayangkan jika hal itu terjadi.
“Sepertinya betul Rio”jawab Henri menunduk kerna tidak tega melihat reaksi Rio.
“Benar aja apa yang aku lihat dan dengar.Selama ni sewaktu kami kencan dia nggak suka kalau aku pegang tangannya dan aku perasan sewaktu kami kencan dia selalu main telefonnya tanpa menghiraukan aku di sebelahnya.Oh ya aku juga pelik kerna dia selalu menolak jika aku mengajakmya nikah.Emang benar selama ni dia hanya inginkan harta ku.Jika dia berani membunuh mama dan papa aku akan pastikan dia akan menyesal kerna lahir di dunia ini”kata Rio dengan penuh amarah mengingat kelakuan Fiola selama ini.
“Sabar Rio.Kita harus mengikuti rencananya.Sebaik kita masuk dan luangkan masa bersama mama papa saja.Mereka pasti gembira melihat kita patah balik dan nggak ke kantor harini”ucap Henri yang menyemangatkan Rio yang emosi.
Rio hanya diam dan meredakan emosinya lalu keluar dari mobil dan menuju ke pintu utama diikuti Henri.Rio yang melihat Mamanya membuka pintu langsung memeluknya.
“Ehhh kok kamu balik lagi sayang”ucap Mama terkejut melihat Henri dan Rio kembali padahal baru saja tadi mereka berangkat.
“Hehehehhe.Saja ja.Aku kangen sama mama.Ayo kita masuk aku mahu luangkan masa ku harini sama kamu saja”manja Rio.
“Ada ada saja kalian ini.Ayo masukla”ajak Mama.Mereka bertiga menuju ke ruangan tamu di mana Papa Rio sedang menonton Televisyen.
Papa Rio yang melihat anaknya kembali langsung bertanya.
“Rio Henri!Kamu berdua nggak punya kerja?Kenapa kembali?”tanya Papa Rio apabila mereka duduk di sofa masing masing.
“Nggak papa.Kami ingin cuti aja harini.Capek kerja mulu”jawab Henri dan diangguk oleh Rio.
“Ya udah ayo kita nonton lepas tu kita berenang.Sudah lama kita nggak berenang”cadang mama.
“Ya aku ikut aja.Kerna aku nggak mahu tidur kerna tidur itu bosen”canda Rio yang diundangi tawa semua orang berada di situ.
...****************...
Bibi Tita yang melihat keharmonian mereka turut heran kerna sudah lama mereka semua tidak berkumpul oleh kerna sibuk dengan hal masing masing.
“Ya tuhan semoga ini akan berkekalan sampai bila bila.Sudah lama aku nggak lihat kegembiraan mereka semua”gumam Bi Tita sambil mengusap Air Mata bahagianya.
...****************...
Rio dan Henri pamit untuk ke kamar kerna mereka ingin menukar pakaian mereka kepada pakaian renang.Mama dan papa turut menurut masuk ke kamar dan bersiap.
Setelah mereka berempat selesai bersiap mereka keluar dan menuju ke kolam renang mereka yang berada di belakang rumah mereka.Sebelum renang,Mama menyuruh Bi Tita menyediakan minum petang kerna mereka ingin minum petang di kolam renang.
Mereka berenang dengan suka ria kerna sudah lama mereka tidak berkumpul dan bermain begini.Maklumlah mereka sibuk dengan urusan masing masing.
Selepas berenang,mereka bersantai sambil menunggu minum petang mereka.
“Mama papa aku mahu minta maaf jika selama ini Rio degil,tidak dengar kata mama papa,dan Rio kecewakan mama papa.Rio sedar selama ini kita tidak ada masa bersama kerna Rio terlalu sibuk kerja.Semua ini salah Henri lah.Dia padatkan jadualku setiap hari”kata Rio sambil menyalahkan Henri.
“Kok aku Rio.Kerjaan aku hanya menjadualkan bukan ka kamu boleh batalin aja”jawab Henri yang tidak terima disalahkan.
“Kamu patutnya tahu aku juga ingin sama sama mama papa”kata Rio masih menyalahkan Henri.
“Udah udah.Semua telah terjadi.Rio mama dan papa nggak ambil hati sama kamu.Kamu hanya anak yang mama papa ada.Dulu mase kamu dalam kandungan rewel banget.Tiap bulan mesti mama harus warded.Tapi mama bersyukur dapat lahirin kamu walaupun mama udah nggak bisa mengandung.Tuhan menganugerahkan seorang lagi anak lelaki kepada mama iaitu kamu Henri.Walaupun kalain selalu bergaduh mama tahu kamu berdua dapat menjaga satu sama lain.Mama udah tennag kalau mama dipanggil illahi.Mama percaya kamu berdua dapat jaga diri”kata Mama menitikkan air matanya.
Rio dan Henri langsung memeluk mama dan mengusap air mata di pipi mamanya.
“Papa juga udah tenang jika papa pergi”kata papa sambil memeluk mereka bertiga.
“Kami janji mama papa akan teruskan hidup jika kamu berdua tiada di sisi kami.Kamu berdua boleh tenang di sana nanti.Kami janji akan berusaha jadi lebih baik daripada sebelum.Mama Papa aku sayang kamu berdua”kata Rio lalu memeluk mama papa.
“Aku juga”sambung Henri dan memeluk sekali.
“Ya tuhan jika betul ini petunjukmu untuk hari yang terakhir untukku bersama mereka,aku redha kerna aku tahu ini semua takdirmu”gumam Rio.
“Ya udah stop dong sedih sedihnya.Today is our best day.So we have to smile and avoid tears”ucap Mama memecah keheningan di antara mereka.
“Ya betul dong.Kita harus happy selalu”kata Henri lalu memanggil Bi Tita untuk minum petang.
Rupanya Bi Tita melihat adegan mereka berempat dan menitikkan air matanya kerna turut terhanyut dengan perbualan mereka berempat.Bi Tita yang melihat Henri menuju ke arahnya sekarang mengusap air matanya.
“Ga usah den.Bibi udah bawa ini.Ayo bibi hidangkan”kata Bi Tita yang melihat Henri mendekat.
“Bibi kapan bibi di situ?”tanya Henri heran.
“Baru aja kok”jawab Bi Tita sambil tersenyum.
“Ya udah biar aku aja membawanya”kata Henri lalu membawa setengah minum petang yang dibawa.
“Bibi fotoin kami berempat dong.Udah lama kami nggak ambik gambar bersama”pinta Rio sambil menghulurkan telefonnya.
“Oke bibi ambik ya.Siap semua”kata Bibi Tita lalu mengambil posisinya.
“1,2,3 oke.Senyum.Peace.Mini love”kata Bi Tita sambil mengambil beberapa keping gambar mereka.
“Tenkiu bibi.Aku sayang bibi”kata Rio lalu mengucup pipi Bi Tita.
“Terima kasih ya bibi selama ini menjaga makan minum kami sekeluarga.Jika apa apa yang terjadi pada kami jagalah Rio dan Henri dengan baik ya”pesan Mama sambil memeluk Bi Tita.
“Nyonya kok ngomong gitu”bantah Bi Tita.
“Bibi gembira bekerja dengan kalian.Bukan saja baik malah penyanyang”sambung Bi Tita.
Bibi Tita pun pamit dan menuju ke dapur kerna tidak tahan melihat kesedihan keluarga itu tmyang terpancar daripada matanya.
“Ma aku naik ke atas dulu.Aku mahu nukar baju yang basah ini dan melakukan sedikit pekerjaan bersama Henri di ruangan kerja.Kami pamit ya”pamit Rio sopan dan berlalu.
“Mama apakah mama sudah tahu tentang perilaki Fiola yang sebenar?”tanya papa selepas Rio dan Henri pergi.
“Mama udah tahu.Waktu itu mama bersama kawan kawan mama.Mama lihat Fiola bergandengan mesra dengan laki laki dan mama percaya itu selingkuhannya.Kesian Rio jika menikahi Fiola yang udah nggak suci.Mama yakin Fiola dan selingkuhannya pernah lakuin hal yang lebih dasyat”kata Mama sambil memeluk lengan papa.
“Papa juga pernah terserempak dengannya di cafe dan sama juga di bersama laki laki dan tentunya bukan Rio”kata Papa.
“Mama nggak mahu dia nikahin Rio.Pokoknya nggak cocok sama Rio.Dia hanylah penjilat”kata Mama.
“Mama nggak tahu tentang rencana Fiola yang ingin membunuh kita berdua.Aku harap semua baik baik aja”batin papa Rio.Ya papa Rio terserempak dengan Fiola di cafe di mana mereka membahas tentang rencana pembunuhan mama dan papa Rio.
Oleh itu,papa tidak mempersoalkan tentang Rio dan Henri yang nggak mahu kerja harini kerna papa yakin Rio khawatir sama mereka berdua.Papa Rio hanya berdoa agar semua akan baik baik aja.
...****************...
Waktu makan malam pun tiba.Mama memanggil Rio dan Henri yang sibuk di dalam ruangan kerjanya.
“Rio Henri ayo turun makan malam”ajak Mama.
“Baik mama”jawab Rio dan mengemaskan kerjaan mereka.
“Ya tuhan kenapa jantungku berdegup kencang ini”gumam Rio pelan yang merasakan jantungnya berdebar.
“Apakah akan terjadi hal itu”Henri turut membatin.
Mereka berempat makan malam bersama sama.Selepas makan malam Rio dan Henri masuk ke kamar masing masing agar rencana yang telah dirancang sebentar tadi berhasil.
“Mama papa aku sama Henri ke kamar duluan ya”pamit Rio lembut.
“Kami sayang mama”ucap Rio dan Henri memeluk dan mengecup pipi mama.
“Kami juga sayang papa”sambung mereka berdua dan melakukan hal yang dilakukan oleh mereka pada mama.
“Mama papa juga sayang sama kalian”jawab Mama dan Papa membalas pelukan mereka berdua.
Kemudian Rio dan Henri menuju ke kamarnya.Henri mengintai keadaan di luar rumah melalui jendela milik kamar Rio.Ternyata dugaan mereka benar.Fiola dan Gio sudah berada di hadapan pagar rumah mereka sambil mengintai keadaan rumah tersebut.
“Kan aku udah bilang Rio.Fiola berencana ingin membunuh orang tuamu”kata Henri sambil menunujukkan Rio apa yang dia lihat sebalik jendela.
“Aku nggak sangka.Fiola sekejam ini sama aku.Padahal aku cinta sama dia”ucap Rio sedih.
“Aku udah merasa bahawa Fiola bukan gadis yang baik.Tapi aku diam aja kerna melihat kamu cinta banget sama dia”jawab Henri lalu baring di atas kasurnya kerna ngantuk yang tiba tiba.
Tanpa membalas ucapan Henri,Rio turut baring di kasurnya.Rupanya,Fiola dan Gio telah memberi ubat tidur kepada semua penghuni rumah itu agar oembunuhan akan lebih mudah dilakukan.
...****************...
Di luar rumah
“Aku rase ayo kita bertindak.Aku yakin semua orang telah terlelap”ajak Gio.
“Ayo aku udah nggak sabar untuk melenyapkan ortunya sialan itu”jawab Fiola tersenyum jahat.
Mereka berdua mememanjat pagar rumah Rio.Mereka menuju ke pintu belakang.Rupanya merek berdua mempunyai mata mata di rumah ini.Mata mata itulah yang memasukkan uvat tidur di dalam makanan keluarga Rio.
“Gi mana udah aman”tanya Gio kepada mata matanya.
“Beres boss.Aku harus gerak sekarang nanti kantoi jika aku masih di sini”kata Mata mata itu lalu pergi dari hadapan Fiola dan Gio.
Sedangkan di kamar Rio dan Henri mereka hanya terlelap sekejap kerna mereka udah tahu rencana Fiola dan Gio untuk menidurkan penghuni rumah ini.
“Tidak sia sia kita mmebayar mata mata sialan itu untuk memberi maklumat tentang Fiola dan Gio”kata Rio merenggangkan tangannya yang lenguh.
Ternyata Rio dan Henri mendengarkan perbualan mata mata itu dnegan Gio dan cuba menawarkan hal yang mahal itu membuka mulut mata mata itu.
Mereka bergegas ke kamar mama papa Rio.Namun mereka terlambat kerna Mama dan papanya tah berada di tangan Fiola dan Gio.
“Sayang kamu kata akan lembur”kata Fiola terkejut.
“Jika aku lembur kamu akan membunuh ortuku gitu”jawab Rio mendelik tajam.
Mama dan papanya hanya pasrahdiserkap oleh Fiola dan Gio.Henri cuba menelefon polisi dan ambulans kerna melihat mama nya sudah lemah.
“Lepaskan orang tuaku Fiola.Aku nggak nyangka kamu sejahat ini”pinta Rio penuh amarah.
“Aku nggak akan melepaskan mereka kerna aku akan membuatmu kehilangan mereka Rio”jawab Fiola tersenyum jahat.
“Jangan aku janji akan melepaskanmu jika kamu membebaskan mereka berdua”mohon Rio.
“ Sudah terlambat”kata Gio lalu menancapkan pisau di perut mama dan papa Rio.
“Tidakkkkkk!!!!!”kata Rio sambil mendekati orang tuanya yang ditikam.
“Mama papa tahan ya.Sebentar lagi ambulans ya datang”pinta Rio sambil menangis.
“Mama udah redha jika kami berdua pergi sekarang.Jaga Rio baik baik Henri.Carilah pasangan yang sesuai”ucap Mama terbata bata menahan kesakitan akibat tikaman itu.Sedangkan papa hanya bisa tersenyum dan mengusap air mata Rio yang berlinangan.
“No mama.Please stay with me”mohon Rio nangis.
Tidak lama selepas itu,ambulans dan polisi datang di hadapan kediaman Rio.Fiola dan Gio diserkap oleh polisi dan Mama dan papa Rio dibawa Ambulans untuk rawatan kecemasan.
Sepanjang perjalanan ke hospital,Rio memangis sejadi jadinya mengingat momen bahagia selama ini.Henri juga tidak kalah panik.Henri memandu sambil menangis mengingatkan bahwa Orang tua nya Rio telah berjasa kepadanya selama ini tanpa memandang kedudukan.
Setibanya di hospital,Rio dan Henri berlari ke admistri dan menanyakan kedudukan orang tuanya.Mereka bergegas ke ruang operasi selepas mengetahui dari kaunter pertanyaan.
Mereka menunggu doktor yang sedang memeriksa mama dan papanya.
Rio terus menangis menyesal kerna terlambat melakukan tindakan.
Lampu operasi tertutup dan keluarla doktor dengan menggelengkan kepalanya yang menandakan operasi tidak berjaya.Rio menangis sejadinya lalu berlari memasuki ruang operasi.Rio memeluk jasad mama dan papa nya yang kaku di atas katil.Dia mengingat balik nasihat yang sebelum kejadian ngeri ini terjadi.
“Mama papa Rio akan membalaskan apa yang mereka lakukan pada kalian”janji Rio sambil memeluk kali terkakhir jasad kedua orang tuanya lalu diikuti Henri dan kemudiannya dibawa perawat untuk membersihkan jasad untuk dikebumikan.
“Henri bawa Fiola dan Gio ke markas kita.Aku mahu siksa mereka sebelum kita serahkan kepada polisi”perintah Rio penuh amarah.
Selepas kepergiannya Mama dan Papanya,Rio bersikap dingin dan kejam kepada sesiapa yang mengganggunya dan menghindari dari mana mana penjilat kerna menurutnya sama aja semuanya.Rio tidak tersenyum lagi sejak saat itu.Makan minum Rio juga Henri yang uruskan kerna kadang kadang Rio nggak makan di meja makan kerna menurutnya mengingatkan almarhum orang tuanya.
Pertemuan Ayraa dengan Rio mengubati trauma Rio selama ini.
Flashback off.......
Bersambung✨
Maaf jika ada kesilapan yang dilakukan sepanjang penulisan di atas.
Tinggalkan jejak anda di comment dan jangan lupa like share dan favouritkan novelku untuk mengetahui kisah selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 159 Episodes
Comments
najla nazihah
Ceritanya keren banget😊
2021-09-03
3
Akira ✨
like 😉
2020-12-14
0