Hening memeluk mereka begitu erat hingga suara napas sendiri terdengar jelas. Sosok di depan tidak bergerak, tidak menyapa, tidak juga mengusir. Chengyuan menahan napas, menatap mata yang terlihat di balik kerudung kelabu itu — mata yang tajam namun menyimpan kesedihan yang dalam, seakan telah melihat terlalu banyak perpisahan.
“Aku Chengyuan,” ucapnya pelan, berusaha terdengar tenang. “Kami datang dari lembah di seberang hutan. Kami mendengar tempat kalian ada… dan kami tidak ingin kalian sendirian lagi.”
Sosok itu perlahan mengangkat tangan, menarik kerudungnya ke belakang. Napas Chengyuan tertahan. Wajah itu keriput, rambut memutih, namun garis wajahnya — sangat mirip dengan siapa pun yang tak disangka-sangka.
“Kau… mirip sekali dengan ayahmu,” suaranya serak namun lembut. “Dan dengan kakekmu.”
Chengyuan melangkah maju sedikit, tak percaya mendengar namanya disebut begitu. “Anda… mengenal keluarga kami?”
Wanita itu mengangguk pelan, lalu menoleh ke arah orang-orang di belakangnya, memberi isyarat agar mereka tenang. “Aku bernama Mei Ling. Kakak sepaya kakekmu. Yang dikira hilang puluhan tahun lalu.”
Keterkejutan menyergap Chengyuan. Cerita tentang kerabat yang hilang memang pernah ia dengar — kisah lama yang hampir terlupakan, tentang keluarga yang tercerai-berai karena perpecahan masa lalu. Tidak pernah disangka, salah satu dari mereka justru berada di tempat yang paling tertutup.
“Kami mengira… tidak ada yang tersisa,” suaranya bergetar.
“Banyak yang pergi,” Mei Ling menunduk. “Banyak yang menyerah. Tapi kami memilih tetap di sini — bukan karena aman, melainkan karena takut. Kami takut keluar, takut dihakimi, takut mendengar bahwa dunia di luar sudah berubah menjadi tempat yang tidak mengenal kami lagi.”
Ia mempersilakan mereka masuk — tidak dengan sambutan riuh, namun dengan kehangatan yang perlahan tumbuh. Lembah Kabut ternyata tidak suram seperti bayangan orang luar. Di balik kabut yang selalu menyelimuti, terdapat pemukiman yang rapi, dikelilingi kebun sayu…
Pengawal Yang Tak Terkalahkan
Bab 42 Bayangan dari Masa Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments