Pengawal Yang Tak Terkalahkan

Pengawal Yang Tak Terkalahkan

BAB 1 Bayang di Balik Pintu Kaca

Angin sore menyapu pelataran gedung pencakar langit di pusat kota, membawa aroma aspal basah dan keringat kesibukan yang tak pernah berhenti. Di lantai teratas, di balik dinding kaca tebal yang memantulkan cahaya matahari yang mulai turun, suasana justru sepi dan dingin. Hanya suara ketikan pena di atas kertas tebal dan detak jam dinding yang terdengar jelas, menandakan bahwa waktu tidak pernah berhenti, bahkan bagi mereka yang berdiri di puncak kesuksesan.

Lin Muchen berdiri di sudut ruangan, tempat yang paling gelap sekaligus paling strategis. Tubuhnya tegak, bahu lebarnya tak sedikit membungkuk meski ia sudah berdiri diam lebih dari dua jam. Matanya yang tajam, berwarna cokelat gelap, tak pernah berhenti bergerak — memindai setiap sudut ruangan, memeriksa setiap orang yang masuk dan keluar, menilai setiap gerak-gerik dengan ketelitian yang nyaris berlebihan. Bagi orang lain, ia hanyalah bayangan, sosok yang tak terlihat namun selalu ada. Bagi dirinya sendiri, ia adalah perisai. Dan perisai tidak boleh lelah, tidak boleh lemah, dan tidak boleh kalah.

Ia dikenal sebagai yang tak terkalahkan. Dalam dunia pengawal pribadi yang penuh bahaya dan persaingan ketat, nama Lin Muchen sudah menjadi jaminan. Belum pernah ada klien yang terluka di bawah jagaannya, belum pernah ada misi yang gagal, belum pernah ada lawan yang membuatnya mundur selangkah pun. Ia kuat, cepat, cerdas, dan yang terpenting — ia dingin. Tidak ada perasaan yang terlibat, tidak ada emosi yang mengaburkan pandangan. Tugas adalah segalanya, dan ia hidup hanya untuk menyelesaikan tugas itu dengan sempurna.

Namun tugas kali ini berbeda.

Lin Muchen menatap sosok wanita yang duduk di balik meja kerja besar itu. Ia mengenakan setelan jas berwarna krem yang pas di tubuhnya, rambut hitam panjangnya diikat rapi ke belakang, memperlihatkan wajah cantik yang berwibawa namun juga tampak lelah. Alisnya sesekali mengernyit saat membaca dokumen, bibirnya terkatup rapat, seolah menahan ribuan kata yang tak sempat diucapkan. Cahaya matahari sore menyinari sisi wajahnya, menciptakan bayangan lembut di sana, dan pemandangan itu membuat jantung Lin Muchen berdegup tidak teratur — sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

Gu Shiyu.

Nama itu terngiang di kepalanya, berulang-ulang, seperti lonceng tua yang tak pernah berhenti berbunyi. Ia sudah mendengar nama itu disebut berkali-kali saat diberi tugas ini, namun sampai melihatnya secara langsung, ia tak pernah menyangka. Tugas ini awalnya hanyalah pekerjaan lain, satu lagi nama dalam daftar panjang orang yang harus ia lindungi. Namun kini, berdiri di sini, napasnya terasa berat seolah ada batu yang menindih dadanya.

Bagaimana mungkin? batinnya. Bagaimana bisa wanita yang kini menjadi pemimpin perusahaan raksasa ini adalah gadis kecil yang dulu ia kenal?

Memori bertahun silam kembali menyeruak, seakan tidak peduli seberapa keras ia berusaha menguburnya. Ia melihat kembali halaman rumah yang sederhana, pohon mangga yang rindang, dan seorang gadis kecil dengan rambut berantakan yang berlari menyapanya sambil tertawa. “Muchen! Tunggu aku!” suaranya terdengar jernih, penuh kehangatan yang belum pernah ia temukan di tempat lain. Mereka tumbuh bersama, bermain bersama, berbagi mimpi di hari-hari yang terasa begitu sederhana namun begitu berharga. Ia adalah teman pertamanya, orang yang paling ia percaya, dan tanpa ia sadari — cinta pertamanya.

Namun semuanya berakhir tiba-tiba. Keluarga Gu pindah tanpa pemberitahuan, tanpa kesempatan untuk berpamitan. Ia masih ingat berdiri di depan pintu rumah mereka yang sudah kosong, memegang mainan kayu yang ia buat khusus untuknya, menunggu sampai matahari terbenam, namun ia tidak pernah datang. Sejak saat itu, ia berjanji tidak akan membiarkan dirinya terluka lagi. Ia menutup hatinya, menjadi kuat, menjadi tak terkalahkan, agar tidak ada yang bisa pergi meninggalkannya lagi.

Dan sekarang, setelah bertahun-tahun, wanita itu ada di hadapannya — bukan lagi gadis kecil yang ceria, melainkan seorang wanita yang dewasa, cantik, dan jauh di atas jangkauannya.

Gu Shiyu tiba-tiba mengangkat wajahnya. Tatapan mata mereka bertemu.

Lin Muchen menegakkan tubuh lebih tegak, berusaha menyembunyikan gejolak yang mengamuk di dadanya. Ia harus tetap profesional. Ia hanyalah pengawal, dan ia sedang bertugas. Namun ketika mata Gu Shiyu menatapnya lebih lama, ia melihat keraguan muncul di sana, seolah ada sesuatu yang samar-samar ia kenali namun tidak dapat ia pastikan.

“Kau…” suara Gu Shiyu terdengar lembut namun penuh tanya, “kita pernah bertemu sebelumnya?”

Lin Muchen menelan ludah. Ia harus menjawab apa? Mengatakan yang sebenarnya berarti membuka pintu yang sudah lama ia kunci rapat-rapat. Namun berbohong terasa berat di lidahnya, seolah ia mengkhianati masa lalunya sendiri.

“Tidak, Nona Gu,” jawabnya akhirnya, suaranya terdengar tenang meski hatinya bergetar hebat. “Saya baru saja ditugaskan untuk melindungi Anda mulai hari ini.”

Gu Shiyu menatapnya sejenak lagi, lalu mengangguk perlahan, meski keraguan belum sepenuhnya hilang dari wajahnya. “Begitu ya. Baiklah. Aku menerima keputusan itu. Tapi ingat, aku tidak suka diikuti ke mana-mana. Berada di dekatku hanya saat aku benar-benar membutuhkanmu.”

“Siap, Nona,” jawab Lin Muchen singkat.

Gu Shiyu kembali menunduk menatap dokumen, namun suasananya tidak lagi sama. Kehadiran pria itu entah bagaimana membuatnya tidak tenang. Ada sesuatu di tatapan matanya — keakraban yang tak dapat dijelaskan, kesedihan yang tersembunyi, dan perasaan rindu yang begitu dalam hingga terasa menyakitkan. Ia tidak dapat menempatkannya, namun ia tahu satu hal: pria ini bukan sekadar pengawal biasa.

Sore itu berlalu dengan lambat. Setiap gerakan Gu Shiyu diamati oleh Lin Muchen, dan setiap kali ia melihatnya, kenangan lama kembali muncul. Ia melihat senyum tipis yang sama, cara memiringkan kepala yang sama, bahkan kebiasaan menggigit bibir bawah saat sedang berpikir keras pun tidak berubah. Semuanya sama, namun semuanya sudah berbeda. Ia bukan lagi anak-anak, dan dunia yang mereka tinggali kini terpisah jauh oleh tembok kasta dan kekuasaan.

Saat hari mulai gelap dan Gu Shiyu bersiap pulang, ia berhenti sejenak di depan pintu, menoleh ke arah Lin Muchen yang berdiri tegak di tempatnya.

“Kau ikut denganku,” ucapnya singkat, lalu melangkah keluar.

Lin Muchen mengikuti dari belakang, langkahnya senyap, namun di dalam hatinya badai baru saja dimulai. Ia pikir ia sudah siap menghadapi apa pun dalam tugas ini. Ia pikir tidak ada yang dapat mengejutkannya lagi. Namun takdir ternyata memiliki rencana lain. Ia tidak hanya melindungi seorang klien. Ia melindungi wanita yang pernah mengisi seluruh hatinya, wanita yang kepergiannya mengubah seluruh hidupnya. Dan entah mengapa, ia merasa ini hanyalah permulaan dari sesuatu yang jauh lebih besar dan jauh lebih menyakitkan daripada yang dapat ia bayangkan.

Mobil meluncur membelah jalanan kota yang diterangi lampu-lampu kota yang berkelap-kelip. Di kursi belakang, Gu Shiyu menatap ke luar jendela, sementara Lin Muchen duduk di sebelah pengemudi, namun pikirannya entah di mana. Di luar, dunia tampak tenang, namun di dalam dirinya, reruntuhan masa lalu mulai bergeser, dan di antara debu-debu kenangan itu, sesuatu yang gelap perlahan mulai terlihat. Sesuatu yang selama ini tersembunyi, menunggu waktu yang tepat untuk muncul ke permukaan.

Ia belum tahu bahwa pertemuan ini bukan sekadar kebetulan. Ia belum tahu bahwa rahasia yang selama ini dirahasiakan akan segera terungkap, dan bahwa perlindungan yang ia berikan akan berubah menjadi pedang yang menebas seluruh kehidupan yang ia bangun.

Namun untuk saat ini, ia hanya tahu satu hal: ia tidak bisa lagi berpura-pura. Bayangan di balik pintu kaca itu kini memiliki wajah, dan wajah itu adalah satu-satunya yang tidak dapat ia lindungi dari dirinya sendiri.

Episodes
1 BAB 1 Bayang di Balik Pintu Kaca
2 Bab 2 Bayang Masa Lalu yang Tak Pernah Hilang
3 Bab 3 Jejak Darah di Balik Kebenaran
4 Bab 4 Pengakuan yang Tertahan
5 Bab 5 Di Balik Tabir Kepercayaan yang Patah
6 Bab 6 Kebenaran yang Menusuk Hati
7 Bab 7 Kembalinya Sang Pelindung
8 Bab 8 Jejak Keadilan yang Mulai Terbuka
9 Bab 9 Di Balik Pintu Ruang Sidang
10 Bab 10 Jalan Menuju Fajar Baru
11 Bab 11 Akar yang Tumbuh Kembali
12 Bab 12 Badai di Ufuk Baru
13 Bab 13 Bayangan yang Tersisa
14 Bab 14 Gelombang Terakhir
15 Bab 15 Fajar yang Tak Bisa Dihalangi
16 Bab 16 Rumah yang Penuh Cahaya
17 Bab 17 Pohon Kenangan yang Tumbuh
18 Bab 18 Tangan yang Menopang
19 Bab 19 Cahaya di Ujung Jalan
20 Bab 20 Warisan yang Tumbuh
21 Bab 21 Ikatan yang Tak Terpisahkan
22 Bab 22 Hari-hari yang Manis
23 Bab 23 Cahaya Kecil yang Datang
24 Bab 24 Anak yang Tumbuh di Antara Pohon
25 Bab 25 Jalan yang Miliknya Sendiri
26 Bab 26 — Pulang untuk Menabur Lebih Luas
27 Bab 27 — Badai yang Menguji Kekuatan
28 Bab 28 Jembatan yang Menghubungkan Hati
29 Bab 29 Pintu yang Tertutup
30 Bab 30 Cahaya di Perbatasan
31 Bab 31 Rumah yang Selalu Menanti
32 Bab 32 Bayang di Balik Cahaya
33 Bab 33 Pintu yang Tetap Terbuka
34 Bab 34 Akar yang Tetap Menjaga
35 Bab 35 Kabar dari Seberang Bukit
36 Bab 36 Warisan yang Berpindah Tangan
37 Bab 37 Nama yang Hidup di Hati
38 Bab 38 Api yang Tak Pernah Padam
39 Bab 39 Cahaya yang Tak Pernah Padam
40 Bab 40 Jejak yang Tetap Hangat
41 Bab 41 Langkah dari Seberang
42 Bab 42 Bayangan dari Masa Lalu
43 Bab 43 Asap di Balik Kabut
44 Bab 44 Pintu yang Terbuka
45 Bab 45 Mata di Balik Pepohonan
46 Bab 46 Jejak yang Mengarah ke Dalam
47 Bab 47 Tiga Hari
48 Bab 48 Pintu dari Bawah
49 Bab 49 Jalan Pulang
50 Bab 50 Jalan yang Makin Lebar
51 Bab 51 Pilihan di Tengah Hujan
52 Bab 52 Bayangan dari Utara
53 Bab 53 Di Pintu Gerbang
54 Bab 54 Di Balik Tembok Batu
55 Bab 55 Asap di Puncak Bukit
56 Bab 56 Jejak di Balik Cerita
57 Bab 57 Jejak di Hutan Kabut
58 Bab 58 Jalan yang Bersinar
59 Bab 59 Tangan yang Terbuka
60 Bab 60 Rumah di Setiap Langkah
61 Bab 61 Jejak yang Tak Terlihat
62 Bab 62 Jalur yang Terlupakan
63 Bab 63 Klaim Masa Lalu
64 Bab 64 — Di Balik Tawaran
65 Bab 65 Di Pusat Kekuasaan
66 Bab 66 Bayangan yang Menyusul
67 Bab 67 Jejak di Balik Kabut
68 Bab 68 Pesan di Tengah Malam
69 Bab 68 Pesan di Tengah Malam
70 Bab 70 Keraguan yang Menyusup
71 Bab 71 Bayangan di Antara Kita
72 Bab 72 Membebaskan Sandi
73 Bab 73 Cahaya di Kegelapan
74 Bab 74 Saat Panen Tiba
75 Bab 75 Rumah untuk Semua
76 Bab 76 Kabar dari Lembah Terasing
77 Bab 77 Bayangan di Balik Kabut
78 Bab 78 Cahaya di Balik Nama
79 Bab 79 Api yang Tak Bisa Dipadamkan
80 Bab 80 Cahaya yang Tak Pernah Hilang
81 Bab 81 Jalan yang Terlupakan
82 Bab 82 Jejak di Hutan Terlarang
83 Bab 83 Jalan Keluar yang Tak Dilihat
84 Bab 84 Di Tengah Arus yang Berubah
85 Bab 85 Gerbang yang Terkunci
86 Bab 86 Peta yang Tak Bisa Dibeli
87 Bab 87 Jalan yang Menipu
88 Bab 88 Kembali ke Jalan yang Benar
89 Bab 89 Api di Persimpangan Jalan
90 Bab 90 Pintu yang Terbuka Perlahan
91 Bab 91 — Benih yang Tumbuh
92 Bab 92 Jalan Keluar yang Disembunyikan
93 Bab 93 Api yang Tak Bisa Dipadamkan
94 Bab 94 Jalan yang Terbuka
95 Bab 95 Jalur yang Dilupakan
96 Bab 96 Lembah yang Tak Ingin Ditemukan
97 Bab 97 Kedamaian yang Diperbarui
98 Bab 98 Bayangan di Pegunungan Perak
99 Bab 99 Luka yang Belum Sembuh
100 Bab 100 Cerita di Depan Api
101 Bab 101 Di Atas Awan
102 Bab 102 Dunia yang Mengira Dirinya Satu-satunya
103 Bab 103 Tamu yang Tak Diundang
104 Bab 104 Cerita dari Bawah Awan
105 Bab 105 Jejak yang Semakin Dekat
106 Bab 106 Kenangan yang Terungkap
107 Bab 107 Pesan yang Tertunda
108 Bab 108 Lembah yang Pernah Menyatukan Semua
109 Bab 109 Bayangan Masa Lalu yang Kembali
110 Bab 110 Ujian Persatuan
111 Bab 111 Kebenaran yang Menyembuhkan
112 Bab 112 Semua Jalur Bertemu di Sini
113 Bab 113 — Pengawal yang Tak Terkalahkan
114 Bab 114 Pulang ke Rumah
115 Bab 115 Warisan yang Tak Pernah Berakhir
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BAB 1 Bayang di Balik Pintu Kaca
2
Bab 2 Bayang Masa Lalu yang Tak Pernah Hilang
3
Bab 3 Jejak Darah di Balik Kebenaran
4
Bab 4 Pengakuan yang Tertahan
5
Bab 5 Di Balik Tabir Kepercayaan yang Patah
6
Bab 6 Kebenaran yang Menusuk Hati
7
Bab 7 Kembalinya Sang Pelindung
8
Bab 8 Jejak Keadilan yang Mulai Terbuka
9
Bab 9 Di Balik Pintu Ruang Sidang
10
Bab 10 Jalan Menuju Fajar Baru
11
Bab 11 Akar yang Tumbuh Kembali
12
Bab 12 Badai di Ufuk Baru
13
Bab 13 Bayangan yang Tersisa
14
Bab 14 Gelombang Terakhir
15
Bab 15 Fajar yang Tak Bisa Dihalangi
16
Bab 16 Rumah yang Penuh Cahaya
17
Bab 17 Pohon Kenangan yang Tumbuh
18
Bab 18 Tangan yang Menopang
19
Bab 19 Cahaya di Ujung Jalan
20
Bab 20 Warisan yang Tumbuh
21
Bab 21 Ikatan yang Tak Terpisahkan
22
Bab 22 Hari-hari yang Manis
23
Bab 23 Cahaya Kecil yang Datang
24
Bab 24 Anak yang Tumbuh di Antara Pohon
25
Bab 25 Jalan yang Miliknya Sendiri
26
Bab 26 — Pulang untuk Menabur Lebih Luas
27
Bab 27 — Badai yang Menguji Kekuatan
28
Bab 28 Jembatan yang Menghubungkan Hati
29
Bab 29 Pintu yang Tertutup
30
Bab 30 Cahaya di Perbatasan
31
Bab 31 Rumah yang Selalu Menanti
32
Bab 32 Bayang di Balik Cahaya
33
Bab 33 Pintu yang Tetap Terbuka
34
Bab 34 Akar yang Tetap Menjaga
35
Bab 35 Kabar dari Seberang Bukit
36
Bab 36 Warisan yang Berpindah Tangan
37
Bab 37 Nama yang Hidup di Hati
38
Bab 38 Api yang Tak Pernah Padam
39
Bab 39 Cahaya yang Tak Pernah Padam
40
Bab 40 Jejak yang Tetap Hangat
41
Bab 41 Langkah dari Seberang
42
Bab 42 Bayangan dari Masa Lalu
43
Bab 43 Asap di Balik Kabut
44
Bab 44 Pintu yang Terbuka
45
Bab 45 Mata di Balik Pepohonan
46
Bab 46 Jejak yang Mengarah ke Dalam
47
Bab 47 Tiga Hari
48
Bab 48 Pintu dari Bawah
49
Bab 49 Jalan Pulang
50
Bab 50 Jalan yang Makin Lebar
51
Bab 51 Pilihan di Tengah Hujan
52
Bab 52 Bayangan dari Utara
53
Bab 53 Di Pintu Gerbang
54
Bab 54 Di Balik Tembok Batu
55
Bab 55 Asap di Puncak Bukit
56
Bab 56 Jejak di Balik Cerita
57
Bab 57 Jejak di Hutan Kabut
58
Bab 58 Jalan yang Bersinar
59
Bab 59 Tangan yang Terbuka
60
Bab 60 Rumah di Setiap Langkah
61
Bab 61 Jejak yang Tak Terlihat
62
Bab 62 Jalur yang Terlupakan
63
Bab 63 Klaim Masa Lalu
64
Bab 64 — Di Balik Tawaran
65
Bab 65 Di Pusat Kekuasaan
66
Bab 66 Bayangan yang Menyusul
67
Bab 67 Jejak di Balik Kabut
68
Bab 68 Pesan di Tengah Malam
69
Bab 68 Pesan di Tengah Malam
70
Bab 70 Keraguan yang Menyusup
71
Bab 71 Bayangan di Antara Kita
72
Bab 72 Membebaskan Sandi
73
Bab 73 Cahaya di Kegelapan
74
Bab 74 Saat Panen Tiba
75
Bab 75 Rumah untuk Semua
76
Bab 76 Kabar dari Lembah Terasing
77
Bab 77 Bayangan di Balik Kabut
78
Bab 78 Cahaya di Balik Nama
79
Bab 79 Api yang Tak Bisa Dipadamkan
80
Bab 80 Cahaya yang Tak Pernah Hilang
81
Bab 81 Jalan yang Terlupakan
82
Bab 82 Jejak di Hutan Terlarang
83
Bab 83 Jalan Keluar yang Tak Dilihat
84
Bab 84 Di Tengah Arus yang Berubah
85
Bab 85 Gerbang yang Terkunci
86
Bab 86 Peta yang Tak Bisa Dibeli
87
Bab 87 Jalan yang Menipu
88
Bab 88 Kembali ke Jalan yang Benar
89
Bab 89 Api di Persimpangan Jalan
90
Bab 90 Pintu yang Terbuka Perlahan
91
Bab 91 — Benih yang Tumbuh
92
Bab 92 Jalan Keluar yang Disembunyikan
93
Bab 93 Api yang Tak Bisa Dipadamkan
94
Bab 94 Jalan yang Terbuka
95
Bab 95 Jalur yang Dilupakan
96
Bab 96 Lembah yang Tak Ingin Ditemukan
97
Bab 97 Kedamaian yang Diperbarui
98
Bab 98 Bayangan di Pegunungan Perak
99
Bab 99 Luka yang Belum Sembuh
100
Bab 100 Cerita di Depan Api
101
Bab 101 Di Atas Awan
102
Bab 102 Dunia yang Mengira Dirinya Satu-satunya
103
Bab 103 Tamu yang Tak Diundang
104
Bab 104 Cerita dari Bawah Awan
105
Bab 105 Jejak yang Semakin Dekat
106
Bab 106 Kenangan yang Terungkap
107
Bab 107 Pesan yang Tertunda
108
Bab 108 Lembah yang Pernah Menyatukan Semua
109
Bab 109 Bayangan Masa Lalu yang Kembali
110
Bab 110 Ujian Persatuan
111
Bab 111 Kebenaran yang Menyembuhkan
112
Bab 112 Semua Jalur Bertemu di Sini
113
Bab 113 — Pengawal yang Tak Terkalahkan
114
Bab 114 Pulang ke Rumah
115
Bab 115 Warisan yang Tak Pernah Berakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!