Ada dua minggu, setelah Cahaya mengirim pesan "aku ikut ya besok, kayak dulu," di mana semuanya terasa hampir kembali seperti dulu.
Bukan sepenuhnya sama. Aku sadar itu, meski waktu itu aku memilih untuk tidak terlalu memikirkannya, cukup senang saja karena persimpangan gang jam enam empat puluh lima kembali terisi, meja pojok kantin kembali dipakai berdua meski tidak setiap hari, dan chat malam antara jam delapan sampai sembilan kembali datang, meski kadang lebih pendek dari yang aku ingat dari bertahun-tahun sebelumnya.
Aku tidak menghitung berapa hari dari dua minggu itu yang benar-benar terisi penuh. Kalau aku hitung sekarang, mundur, mungkin cuma separuhnya. Sisanya kembali ke pola yang sudah mulai familiar belakangan ini, pesan singkat "sori Ren, ada acara," atau kadang tidak ada pesan sama sekali, cuma keheningan yang aku pelajari untuk tidak dipertanyakan terlalu keras.
Tapi hari ini berbeda. Hari ini, entah kenapa, terasa seperti salah satu hari baik itu, yang lengkap, dari pagi sampai sore, tanpa satu pun gangguan.
Aku sedang duduk di kamar, sore itu, hari Minggu, menyelesaikan bab terakhir manga yang baru aku beli kemarin, waktu ponselku bergetar.
"Ren, kamu di rumah?"
"Iya. Kenapa?"
"Keluar bentar yuk. Ke Pak Udin aja, kayak dulu."
Aku menatap pesan itu sebentar, mencoba mengingat kapan terakhir kali kami duduk di warung Pak Udin tanpa terburu-buru, tanpa salah satu dari kami melirik jam sambil menunggu pesan dari orang lain masuk. Cukup lama, kalau aku hitung, mungkin sejak sebelum semester ini dimulai.
"Boleh. Kapan?"
"Sekarang aja kalau kamu enggak sibuk."
"Enggak sibuk."
Aku menutup manga, meletakkannya di rak, mengganti kaos rumah dengan yang lebih layak dipakai keluar, dan berjalan ke persimpangan gang, tempat yang sama seperti biasanya, meski sekarang jarang jadi titik temu resmi seperti dulu.
Cahaya sudah menunggu di sana waktu aku sampai, duduk di pembatas trotoar rendah dekat pohon mangga kecil, kaki terayun pelan, menatap ponselnya. Dia mendon…
Senja Untuk Cahaya
Sore yang Terasa Biasa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 109 Episodes
Comments