Minggu kedua kuliah, aku sadar sesuatu yang agak memalukan untuk diakui: aku hafal jadwal Cahaya lebih baik daripada jadwalku sendiri.
Bukan karena aku sengaja menghafalnya. Lebih karena jadwalnya jadi semacam kerangka yang menentukan kapan aku harus berangkat, kapan aku bisa istirahat, kapan aku boleh menunda mengerjakan tugas sampai malam. Senin dan Rabu dia ada kelas jam tujuh pagi, jadi aku harus bangun lebih awal dari biasanya kalau mau berangkat bareng. Selasa dan Kamis kelasnya baru mulai jam sembilan, jadi ada waktu lebih santai buat sarapan. Jumat kosong sampai siang, satu-satunya hari di mana aku bisa tidur sampai jam yang manusiawi.
Jadwalku sendiri? Aku harus buka aplikasi kalender dulu buat mastiin, dan bahkan setelah itu aku masih suka salah hari, seperti minggu lalu waktu aku datang ke kelas Struktur Data yang ternyata sudah dipindah ke hari Kamis sejak dua minggu sebelumnya, dan aku baru tahu setelah berdiri sepuluh menit di depan ruangan kosong sambil bertanya-tanya kenapa tidak ada satu pun mahasiswa lain yang datang.
Ini bukan hal baru, sebenarnya. Kalau dipikir-pikir, pola ini sudah ada sejak SD, ketika aku menghafal jam les piano Cahaya supaya tahu kapan dia bisa main dan kapan tidak, atau ketika SMP aku hafal jadwal ekskul basketnya biar bisa nunggu di gerbang tanpa harus nanya dulu. Cuma sekarang bentuknya beda. Sekarang bentuknya jadwal kuliah, konteksnya kampus, tapi mekanismenya sama persis, seakan-akan otakku sudah punya semacam folder khusus untuk urusan jadwal Cahaya yang otomatis update tanpa perlu aku input manual.
Aku cuma baru sadar itu sekarang, di minggu kedua, sambil menunggu di persimpangan gang jam enam empat puluh lima seperti biasa.
Persimpangan itu sudah jadi titik temu resmi kami, meski tidak ada yang pernah secara eksplisit menetapkannya sebagai "titik temu resmi". Itu cuma terjadi begitu saja, sejak hari pertama PKKMB, dan sekarang, tiga minggu kemudian, sudah jadi bagian dari rutinitas yang kalau dilanggar bakal terasa an…
Senja Untuk Cahaya
Jam Enam Empat Puluh Lima
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 99 Episodes
Comments