Minggu kedua liburan semester, keluarga besar Cahaya mengadakan syukuran kecil di rumah mereka, alasan resminya adalah ulang tahun pernikahan orang tua Cahaya yang ke dua puluh tiga, tapi alasan sebenarnya, menurut Cahaya sendiri, adalah karena tantenya dari Bandung baru datang dan ibunya butuh alasan untuk masak besar-besaran.
"Kamu sama keluarga kamu dateng ya," katanya, waktu mampir ke rumahku Sabtu pagi, masih pakai daster rumah dengan rambut diikat asal ke atas. "Mama udah masak rendang dari kemarin malem. Sayang kalo enggak ada yang bantu ngabisin."
"Jam berapa?"
"Sore, jam lima. Enggak usah bawa apa-apa, dateng aja."
Ibuku, yang kebetulan dengar dari dapur, langsung menjawab dari sana tanpa perlu ditanya dua kali. "Iya, kita dateng. Bilang ke Bu Ratna, ibu bawa puding buat penutup."
"Sipp," kata Cahaya, sambil mencuri satu potong kerupuk dari toples di meja makan kami, kebiasaan yang sudah berlangsung sejak entah kapan dan tidak pernah dipermasalahkan siapa pun di keluargaku. "Aku balik dulu, masih bantuin masak."
Aku menghabiskan sisa siang itu dengan cara yang biasa, membaca beberapa chapter manga yang tertunda, membalas beberapa pesan di grup PKKMB yang sudah mulai sepi sejak liburan dimulai, dan sesekali melirik jam, menghitung berapa jam lagi sampai jam lima sore.
Tidak ada alasan khusus untuk menghitung jam itu. Cuma kebiasaan.
Rumah keluarga Cahaya, waktu kami sampai jam lima kurang sepuluh, sudah ramai.
Bukan ramai yang berlebihan, tapi ramai yang khas acara keluarga menengah, sekitar lima belas sampai dua puluh orang tersebar di ruang tamu dan halaman depan yang sudah dipasangi tenda kecil biru putih, meja-meja lipat disusun berjajar, dan aroma rendang serta sambal goreng ati sudah tercium dari gerbang.
Aku mengenal hampir semua orang di sana, karena keluarga kami memang sudah dekat sejak lama, saking dekatnya beberapa dari mereka memanggilku dengan sebutan yang biasanya khusus untuk keponakan sendiri. Om Yusuf, ayah Cahaya, langsung menepuk pundakku…
Senja Untuk Cahaya
Kapan Nyusul
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments