Jam 03.17.
Aku gak bisa tidur.
Pulpen itu ada di genggamanku. Dingin. Berat. Padahal cuma pulpen biasa. Tapi di gagang "146" nya kayak nadi. Ikut berdenyut bareng jantungku.
Selpi, Maya, Sinta udah tidur di kamar sebelah. Napas mereka pelan. Kayak orang kecapean abis lari maraton.
Aku duduk di meja. Nyoba nulis di buku catatan KKN. Biar gak mikir aneh-aneh.
Tanggal 27 Agustus. Jam 3 pagi. Kami selamat.
Tinta pulpen itu keluar sendiri.
Aku belum neken. Belum nulis.
Tapi di bawah tulisanku... muncul tulisan baru.
Goresannya jelek. Kayak cakar. Tapi jelas.
YANG BERIKUTNYA: SELPI
Tanganku langsung lepasin pulpen. JATUH.
"Enggak... enggak mungkin..."
Aku mundur. Tapi pulpen itu muter sendiri di lantai. Tintanya netes. Bentuknya panah. Nunjuk ke kamar Selpi.
Dari kamar sebelah kedengeran suara.
Krek...
Kayak pintu dibuka pelan-pelan.
"Selpi?" panggilku pelan.
Gak ada jawaban.
Aku lari ke kamar mereka. Pintunya kebuka.
Tempat tidur Selpi kosong. Selimutnya masih anget.
Jendelanya kebuka lebar. Angin malem masuk. Bawa bau tanah basah dan... bau anyir.
Di kusen jendela, ada cap tangan. Cap tangan kecil. Basah. Merah.
Dan di bawahnya, pake jari, ada tulisan:
146
Aku nengok ke luar. Kabut tebal.
Terus dari kejauhan... suara gamelan lagi. Pelan.
Tapi kali ini ada suara lain. Suara ketawa cewek.
Ketawanya Selpi.
"Temenin kita main ya... 146..."
HP ku getar. Pesan baru. Dari nomor yang sama tadi.
"Kontrak tahap 2 dimulai.
Target: 1 jiwa.
Waktu: Sampai fajar."
Aku liat jam. 03.30.
Tinggal 2 jam setengah lagi sampai subuh.
Aku genggam pulpen itu erat-erat. Ujungnya masih ada noda merah.
Dan tiba-tiba pulpen itu nulis lagi. Di telapak tanganku. Panas. Sakit.
KAMU PILIH: SELPI, MAYA, ATAU SINTA?
Tinta merah itu meleber. Turun ke pergelangan tangan. Kayak darah.
Dari luar, suara ketawa Selpi makin deket.
"Jangan lama-lama... kita nunggu..."
Aku lari keluar. Ngejar ke arah suara gamelan.
Tapi pas aku sampe di lapangan...
Di tengah lapangan, di bawah pohon beringin...…
KKN DESA MATI
SEASON 2.BAB 36:KONTRAK 146 ORANG
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments