Pak Lurah tidak banyak bicara setelah kejadian sumur yang pindah ke halaman balai desa. Wajahnya terlihat jauh lebih tua dari usianya. Keriputnya semakin dalam, matanya cekung karena tidak tidur semalaman.
Dia hanya mengatakan satu kalimat sebelum pergi meninggalkan kami di balai desa pagi itu.
"Malam ini Jumat Kliwon. Kalau tidak ditutup malam ini, sumur itu akan ikut kalian sampai ke kota. Bahkan sampai kalian mati."
Kami bertiga tahu apa maksudnya. Tidak ada pilihan lain.
Jam 8 malam, Pak Lurah kembali ke balai desa dengan membawa sebuah kantong kain goni yang bau kemenyan. Di dalamnya ada kembang tujuh rupa, kemenyan batangan, ayam cemani yang kakinya diikat, dan sebuah kendi kecil berisi air yang katanya diambil dari tujuh sumber mata air berbeda.
"Ini ritual terakhir yang dulu gagal," kata Pak Lurah dengan suara pelan. "Dulu Mbah Kerto yang mau nutup sumur ini, tapi dia keburu mati dicekik Selvi sebelum selesai baca mantra. Sekarang Bapak yang harus lanjutin. Tapi Bapak butuh kalian. Terutama kamu, Selpi."
Aku menelan ludah. "Saya harus ngapain, Pak?"
"Kamu harus jadi pemanggil. Karena hanya kamu yang namanya sudah tertulis di kain. Darahmu sudah terikat sama dia. Kamu yang harus panggil Selvi keluar dari sumur, dan kamu juga yang harus suruh dia masuk lagi dan terkunci selamanya."
Sinta langsung memegang tanganku erat. "Itu bahaya, Pak! Kalau Selpi yang manggil, nanti Selvi ambil tubuh Selpi!"
Pak Lurah mengangguk berat. "Memang itu risikonya. Makanya Bapak bawa ini."
Dia mengeluarkan sebuah keris kecil yang berkarat dari dalam goni. Keris itu pendek, gagangnya dari kayu hitam yang sudah lapuk.
"Ini keris tumbal. Kalau Selvi sudah keluar, keris ini harus ditancapkan ke batu penutup sumur. Tapi yang nancepin harus orang yang namanya ada di kain. Darahnya harus netes ke keris itu biar mantranya aktif."
Aku melihat tulisan SELPI di telapak tanganku. Urat darah itu sekarang semakin jelas, warnanya semakin merah dan berdenyut seperti jantung.
Jam 11 malam, kami be…
KKN DESA MATI
BAB 25. RITUAL TERAKHIR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments