Sosok perempuan itu berdiri di halaman rumah Mbok Darmi.
Jauh, sekitar 20 meter dari sumur yang baru saja kami tutup. Bulan purnama merah masih menggantung di atasnya, jadi siluetnya terlihat jelas. Rambutnya panjang sekali, sampai menyentuh tanah. Kebaya hitamnya bukan kebaya biasa, tapi kebaya pengantin jaman dulu yang sudah sobek-sobek di bagian bawahnya. Dan di tangannya, dia memegang kain kafan putih yang masih baru, masih bersih, belum ada tulisan apapun.
Bukan Selvi. Selvi sudah tenang di dalam sumur. Batu penutup sumur sudah terkunci dengan keris tumbal yang masih menancap dan berkilau keemasan.
Lalu siapa perempuan itu?
Pak Lurah yang melihat sosok itu langsung terduduk lemas, wajahnya sepucat kertas, obor di tangannya jatuh dan padam.
"Bukan... bukan dia lagi... kenapa dia ikut bangun..." bisik Pak Lurah dengan suara gemetar seperti orang kesurupan.
"Siapa dia, Pak?" Bima bertanya sambil mencoba menyalakan kembali obornya, tapi angin dingin yang tiba-tiba datang membuat api tidak mau menyala.
Pak Lurah tidak menjawab. Dia hanya menatap kain kafan kosong di tangan perempuan itu dengan mata melotot ketakutan.
Perempuan itu perlahan-lahan berjalan mendekat. Langkahnya tidak menimbulkan suara. Tanah becek yang tadi penuh lumpur hitam, tidak meninggalkan jejak saat dia injak. Dia melayang beberapa senti di atas tanah.
Semakin dekat, semakin jelas wajahnya.
Wajahnya cantik, sangat cantik. Kulitnya putih pucat seperti porselen, bibirnya merah darah, matanya besar dan hitam pekat tanpa putih mata. Cantik yang tidak wajar, cantik yang membuat merinding.
Dan wajah itu... wajah itu mirip denganku.
Bukan mirip sedikit. Tapi sangat mirip. Seperti aku sedang bercermin, tapi versi yang lebih tua, lebih pucat, dan lebih menyedihkan.
Aku mundur selangkah. "Siapa... siapa kamu?"
Perempuan itu berhenti tepat 3 meter di depan kami. Dia mengangkat kain kafan kosong itu dan membentangkannya di depan kami. Kain itu lebar sekali, berkibar-kibar tertiup angin yang tidak terasa.
La…
KKN DESA MATI
BAB 26.SELPI MENJADI PENUNGGU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments