Bab 80: Ulang Tahun ke-20
Setelah lamaran di minimarket kampus, Naomi belajar bahwa cincin bisa membuat hari biasa terasa tidak biasa.
Ia sedang mengetik catatan kuliah, lalu cahaya dari jendela menyentuh jari manisnya. Cincin itu berkilau pelan, dan pikirannya langsung kembali ke meja kasir, botol es kola dingin, dan tangan Kelvin yang gemetar. Ia sedang mencuci gelas, lalu cincin itu mengetuk bibir gelas dengan bunyi kecil. Ia sedang membalas pesan Mama, lalu Mama mengirim stiker hati tiga kali berturut-turut seperti remaja yang baru belajar WhatsApp.
Satu minggu kemudian, ulang tahunnya yang kedua puluh tiba.
Pagi itu dimulai dengan pesan dari Mama.
Selamat ulang tahun, Nao. Dua puluh tahun. Mama bersyukur kamu ada. Nanti makan siang Mama kirim ayam kecap, jangan sampai Kelvin habiskan.
Naomi tertawa di meja makan apartemen.
Kelvin, yang sedang menuang kopi, mengangkat alis. "Mama kamu menuduhku apa lagi?"
"Menghabiskan ayam kecap."
"Tuduhan yang masuk akal."
"Kelvin."
Ia menaruh cangkir kopi, lalu membungkuk untuk mencium puncak kepala Naomi. "Selamat ulang tahun."
Naomi memegang ponsel dengan dua tangan. "Kamu sudah bilang jam dua belas tadi."
"Sekarang versi pagi."
"Nanti siang?"
"Versi siang."
"Malam?"
"Versi utama."
Naomi menatapnya curiga. "Kamu merencanakan sesuatu?"
"Aku selalu merencanakan sesuatu."
Jawaban itu seharusnya membuatnya waspada. Namun sepanjang hari, tidak ada pesta besar, tidak ada mobil berhenti membawa dekorasi, tidak ada Danny yang tiba-tiba muncul dengan kue norak. Kelvin bekerja dari rumah. Naomi mengikuti dua kelas daring, menerima kiriman makan siang dari Mama, membalas banjir pesan dari Sinta, Ayu, Tasya, Michelle, dan Danny, lalu tertawa ketika Danny mengirim foto Felix memakai topi ulang tahun kecil yang jelas tidak disukai Felix.
Sore harinya, apartemen menjadi tenang.
Kelvin mematikan laptop lebih awal.
"Tidak ke luar?" Naomi bertanya.
"Kamu mau ke luar?"
Naomi melihat hujan tipis di balik jendela. Jakarta sore itu kabur oleh ai…
Dua Bulan Saja, Sayang
Episode 80
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments