Bab 8: Kirim ke Aku
Keesokan harinya, Naomi datang ke rumah Menteng sepuluh menit lebih awal.
Ia tidak ingin mendengar kalimat resign sendiri lagi. Ia juga tidak ingin Felix menunggu di depan pintu kaca dengan wajah kecewa, meski anjing itu mungkin tidak benar-benar bisa kecewa seperti manusia. Tetap saja, ketika Felix berlari menyambutnya, Naomi langsung berjongkok dan mengusap kepalanya.
"Hari ini aku tidak telat," bisiknya.
Felix menjilat punggung tangannya, seolah memberi tanda lulus.
Naomi bekerja lebih hati-hati dari biasanya. Ia mengecek air minum Felix dua kali, membersihkan mangkuk sampai tidak ada sisa sabun, lalu membawa Felix berjalan mengitari taman sesuai rute yang ditulis trainer lama di buku kecil. Sesekali tumitnya masih perih, tapi ia menahan langkah agar tidak pincang.
Ia kira tidak ada yang memperhatikan.
Tentu saja ia salah.
Kelvin berdiri di dekat pintu kaca ruang tengah, memegang kaleng es kola yang belum dibuka. Matanya tidak lama menatap kaki Naomi, tapi cukup untuk membuat gadis itu tiba-tiba sadar bahwa ia berjalan terlalu pelan.
"Kakimu sakit?"
Naomi hampir menjatuhkan kantong snack Felix.
"Tidak."
Kelvin menatapnya.
Naomi menunduk dan memperbaiki posisi leash. "Sedikit lecet. Sudah saya kasih tisu."
"Tisu bukan obat."
"Tapi bisa membantu sampai pulang."
"Standar hidupmu rendah sekali."
Kalimat itu menusuk, tapi nada Kelvin tidak mengejek. Justru terdengar seperti orang yang kesal karena melihat sesuatu yang tidak ia sukai.
Naomi tidak tahu harus membela diri atau diam. Akhirnya ia hanya menjawab, "Yang penting bisa jalan."
Felix menarik leash pelan, minta lanjut.
Kelvin tidak mengatakan apa-apa lagi.
Namun saat Naomi selesai mengajak Felix berjalan dan kembali ke ruang grooming, ada plester luka dan salep kecil di atas meja.
Tidak ada nama.
Tidak ada pesan.
Staf rumah tangga yang lewat hanya berkata, "Tadi Tuan Muda suruh taruh di situ."
Naomi menatap benda-benda itu beberapa detik.
Tuan Muda.
Ia tidak perlu bertanya siapa.
Naomi mengamb…
Dua Bulan Saja, Sayang
Episode 8
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments