Bab 88 - Maya Tidak Bisa Diam
Maya berjanji pada Bima bahwa ia tidak akan mengejar kasus Purnomo sendirian.
Ia benar-benar berjanji.
Masalahnya, menurut Maya, membaca arsip dari sofa rumah Nadira tidak dihitung mengejar.
"Aku duduk," katanya ketika Bima menemukannya dengan laptop, tiga folder digital, dan semangkuk rujak.
Bima berdiri di depan sofa. "Kamu sudah duduk empat jam."
"Itu bukti aku tidak ke lapangan."
"Maya."
"Aku hamil, bukan kehilangan otak."
"Aku tahu. Tapi kamu mual setiap dua puluh menit."
"Itu bukan alasan membiarkan Purnomo membersihkan jejak."
Nadira datang dari dapur membawa air hangat. "Kalian bertengkar di rumahku?"
Maya menunjuk Bima. "Dia menghalangi kebebasan pers."
Bima menjawab, "Saya menghalangi muntah berlebihan."
Nadira meletakkan air. "Dua-duanya duduk."
Maya mendengus, tapi minum.
Kasus Purnomo mulai bergerak. Penyidik menemukan bahwa beberapa dokumen lama terkait pengiriman ilegal pernah melewati kantor logistik yang kini terhubung dengan yayasan palsu. Nama Hartono tidak muncul langsung, tapi ada perusahaan cangkang yang pernah bekerja dengan Reza. Kevin, ketika dihubungi, langsung mengirim auditor dari Surabaya.
"Aku muak keluargaku muncul di pinggir semua sampah lama," kata Kevin lewat telepon.
Nadira menjawab, "Kali ini bantu bersihkan tanpa menjadikan dirimu pusat cerita."
"Saya tahu."
"Bagus."
Maya menatap Nadira setelah telepon ditutup. "Kamu makin galak."
"Aku punya dua bayi dan terlalu banyak penjahat lama. Galak adalah efisiensi."
Bima hampir tersenyum.
Maya menunjuknya. "Jangan setuju diam-diam."
"Siap."
Arga datang sore itu dengan kabar baru. Ia tidak memakai seragam, tapi wajahnya menunjukkan ia baru keluar dari rapat panjang.
"Purnomo diperiksa internal. Belum ditahan. Tapi aksesnya dibatasi."
Nadira menatapnya. "Dia tahu namaku?"
"Pasti."
"Anak-anak?"
"Data keluarga kita tidak mudah diakses. Tapi aku tidak akan bilang mustahil."
Maya menutup laptop. "Aku tidak suka kata itu."
"Aku juga," kata Arga.
Malam itu, mereka m…
Istriku yang Pernah Kutinggalkan
Episode 78
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments