Bab 35 - Meja yang Salah
Nadira tidak berniat menemui Vania sendirian.
Itu ia ulangi tiga kali pada Arga, Maya, dan dirinya sendiri. Ia bukan tokoh bodoh dalam cerita yang berjalan ke jebakan hanya karena musuh mengirim pesan.
Tapi ketika pesan dari nomor kosong masuk ke ponselnya, tangannya tetap dingin.
Kalau ingin gelangmu kembali, datang ke Warung Nusa sore ini. Bawa pertanyaanmu. Jangan bawa suamimu.
Maya membaca pesan itu dan langsung berkata, "Tentu saja kita bawa suamimu. Tapi kita sembunyikan di radius yang membuatnya tidak terlihat menyebalkan."
Nadira menatapnya. "Kamu serius atau bercanda?"
"Dua-duanya."
Arga berdiri di dekat jendela apartemen serviced tempat Mama Ratih beristirahat. Ia baru kembali dari pertemuan dengan Pak Aditya. Wajahnya lelah, tapi matanya lebih berat dari lelah biasa.
"Pak Aditya setuju tes pembanding," katanya. "Tapi Ibu Retno menolak. Dia bilang Vania sedang rapuh dan tidak boleh ditekan."
Maya mengumpat pelan. "Cepat sekali."
"Dewi ada di sana?"
"Ada," jawab Arga. "Sebagai konsultan pemulihan tidur. Papa Surya hampir mengusirnya, tapi Pak Aditya menahan karena Ibu Retno panik."
Nadira menatap pesan di ponsel. "Berarti Vania ingin aku terlihat menyerang dia."
"Ya."
"Kalau aku tidak datang?"
"Dia akan membuat cerita bahwa kamu takut."
"Kalau aku datang?"
"Dia akan membuat cerita bahwa kamu agresif."
Nadira tersenyum tipis. "Pilihan yang indah."
Arga mendekat setengah langkah, lalu berhenti. "Aku akan ikut, tapi tidak duduk denganmu kalau kamu tidak mau."
"Aku mau kamu ada di dekat. Bukan di meja."
"Baik."
Maya mengangkat tangan. "Aku duduk di meja sebelah sebagai pelanggan lapar."
"Kamu selalu pelanggan lapar."
"Itu penyamaran yang mudah."
Mama Ratih yang sejak tadi diam akhirnya bicara dari sofa. "Mama tidak suka kamu pergi."
Nadira menoleh. "Aku tahu."
"Tapi kalau Mama melarang, itu suara Mama atau suara Dewi?"
Pertanyaan itu membuat ruangan hening.
Nadira duduk di samping ibunya. "Kalau Mama takut, itu suara Mama. Kalau Mama bi…
Istriku yang Pernah Kutinggalkan
Episode 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Dini
jelimet sekali ini ceritanya🤭
2026-08-14
0
Memyr 67
𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖻𝖾𝗃𝗂𝖻𝗎𝗇. 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗒𝖺𝗉 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇 𝖽𝗂 𝗍𝗏 𝗌𝗐𝖺𝗌𝗍𝖺 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺. 𝗒𝗀 𝖻𝗋𝖾𝖻𝗎𝗍𝖺𝗇 𝗆𝗎𝗇𝖼𝗎𝗅 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗅𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗄𝗍𝗎 𝗍𝖺𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗉𝗋𝗂𝗆𝖾 𝗍𝗂𝗆𝖾. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝖽𝗂𝗂𝗌𝗂 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗃𝗂𝖻𝗎𝗇, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒.
2026-06-10
1