Bab 64 - Maya Dilamar Tidak Resmi
Maya membenci semua hal yang terlalu manis.
Karena itu ketika Bima datang membawa helm baru, jas hujan, dan kotak martabak, ia langsung curiga.
"Apa ini?"
"Perlengkapan."
"Untuk apa?"
"Kamu sering pulang liputan malam. Helm lama kamu retak. Jas hujanmu tipis. Martabak karena kamu belum makan."
Maya menatapnya. "Kamu melamar atau membuka toko keselamatan?"
Bima terdiam.
Terlalu lama.
Maya membeku. "Bima."
"Saya belum melamar."
"Belum?"
"Saya ingin, tapi belum izin."
"Izin siapa?"
"Kamu."
Maya duduk di kursi apartemen Nadira, karena tentu saja semua ini terjadi di apartemen Nadira. Nadira yang sedang menyusun jadwal syukuran langsung menutup laptop pelan-pelan.
"Aku harus pergi?" tanya Nadira.
"Tidak!" kata Maya.
Bima menjawab bersamaan, "Kalau berkenan."
Nadira duduk lagi. "Aku menonton."
Maya menunjuknya. "Tidak membantu."
Bima berdiri tegak seperti memberi laporan. "Maya, saya menyukai kamu. Saya tahu pekerjaanmu penting, mulutmu tajam, dan kamu tidak suka diatur. Saya tidak ingin mengatur. Saya ingin menjadi orang yang kamu hubungi kalau butuh dijemput, atau kalau tidak butuh tapi ingin ditemani."
Maya menatapnya. "Itu kalimatmu sendiri?"
"Saya minta koreksi Arga, lalu menghapus bagian yang terlalu formal."
Nadira menutup mulut.
Bima melanjutkan, "Saya belum meminta menikah sekarang. Saya meminta izin mendekat dengan niat jelas."
Maya diam. Untuk pertama kalinya, ia tampak tidak punya jawaban cepat.
"Aku sering berbahaya," katanya akhirnya. "Bukan cuma karena kerja. Aku keras kepala. Aku suka menghilang kalau sedang mengejar berita. Aku tidak akan jadi perempuan yang menunggu di rumah sambil menanyakan kamu mau makan apa."
"Saya bisa masak nasi goreng."
"Itu bukan poinnya."
"Saya tahu. Saya hanya memberi data tambahan."
Nadira tidak kuat menahan tawa.
Maya menatap Bima lama, lalu mengambil helm baru itu. "Aku tidak jawab sekarang."
"Baik."
"Tapi martabaknya dibuka."
"Baik."
Setelah Bima pergi, Maya duduk di lantai apartemen, menat…
Istriku yang Pernah Kutinggalkan
Episode 54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments