Yuda mengangguk pelan. “Iya.”
Ning tersenyum—kecil, kecut, seperti senyum yang dipaksa tetap ada agar tak berubah jadi tangis. “Pantesan,” katanya lirih. “Pantesan Mama—Bu Anggun—datangnya yakin sekali.”
Yuda menunduk. Bahunya turun. “Maafin Mas.”
Ning menatapnya. Matanya bening, tidak marah. Itulah yang paling menyakitkan bagi Yuda.
“Mas tau?” Ning berkata pelan. “Ning enggak marah.”
Yuda mengangkat kepala, ragu. “Bener?”
“Iya,” Ning mengangguk. “Cuma… rasanya aneh.”
“Apanya?”
“Kayak Ning satu-satunya orang yang enggak tau apa-apa,” jawabnya jujur. “Semua orang tau. Mama Mas tau. Dokter tau. Bahkan rumah besar itu—” Ning berhenti, menelan ludah. “Ning cuma… ada di tengah. Tanpa pegangan.”
Yuda meraih tangan Ning. Digenggamnya erat. “Aku salah. Aku bikin kamu ngerasa dipermainkan.”
Ning menggeleng pelan. “Ning tau Mas niatnya baik. Tapi rasanya tetap sakit.”
Sunyi jatuh di antara mereka.
“Mas,” Ning melanjutkan, suaranya tetap tenang. “Kalau Mas jujur dari awal, mungkin Ning kaget. Tapi Ning enggak akan merasa bodoh.”
Yuda menutup mata. “Mas lebih suka kamu marah.”
Ning mengernyit. “Kenapa?”
“Kalau kamu marah, aku tau harus ngapain,” katanya lirih. “Kamu bisa mukul, teriak, nyuruh Mas pergi. Tapi kamu… malah tenang.”
Ning tersenyum tipis. “Marah capek, Mas. Ning lagi enggak punya tenaga buat itu.”
Itu menghantam Yuda lebih keras dari teriakan apa pun.
“Aku cinta kamu,” kata Yuda cepat, hampir tergesa. “Aku lakuin apa pun. Apa pun, Ning. Jangan ragu sama itu.”
Ning memejamkan mata sejenak. “Ning percaya Mas cinta. Ning cuma butuh waktu buat nerima semuanya.”
Yuda mengangguk. “Mas nunggu.”
Keesokan harinya, pemeriksaan lanjutan dilakukan. Dokter menjelaskan ulang—dengan suara yang sama tenangnya—tentang terapi, jadwal kontrol, dan larangan-larangan yang harus dipatuhi.
“Untuk sementara, kursi roda dulu,” kata dokter. “Belum boleh pakai kruk. Jangan dipaksakan.”
Ning mengangguk. “Iya, Dok.”
Yuda mencatat. Mengangguk. Mengurus administrasi, obat, jadwal, semuanya. Ning…
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya
bab 55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
Hari Saktiawan
bagus tinggalin suami plin plan
2026-02-21
0
Ma Em
Semoga Ning mau diajak pindah ke Rumah orang tuanya Yuda dan berbahagia , Dewi makin iri sama Ning kalau Dewi tau Yuda orang kaya .
2026-02-21
1
Sunaryati
Segera sembuh Ning
2026-02-20
0