Matahari menyelinap pelan melalui celah tirai kamar. Ning membuka mata dengan perasaan asing, hangat, ringan, lalu mendadak malu. Tangannya meraba sisi ranjang. Kosong. Hanya ada bekas cekungan bantal dan aroma Yuda yang masih tertinggal. Ia duduk perlahan, menarik selimut hingga dada, pipinya memanas mengingat kejadian pagi ini.
"Mas…" gumamnya lirih, setengah senyum, setengah menunduk. "Hukuman macam apa ini?"
Di meja kecil dekat jendela, ponselnya bergetar. Pesan singkat masuk.
"Mas berangkat dulu. Kamu tidur lagi aja. Jangan kebanyakan ngalamun."
Ning menghela napas, lega sekaligus kikuk. Di sisi ranjang kruknya sudah bersandar. Ia mengulas senyum, "Bahkan dia menyimpan di sini juga."
Ia bangkit, meraih kruk itu dan berjalan pelan ke kamar mandi. Air hangat mengalir, menenangkan. Di bawah guyuran itu, Ning memejamkan mata, membiarkan pikirannya bersih. Ia mematut diri di cermin, wajahnya masih sedikit memerah, tapi ada cahaya baru yang tak ia kenal sebelumnya. Senyum kecil lolos tanpa ia sadari.
"Eh? Apa ini?" gumamnya meraba leher dan bawah tulang belikatnya.
beberapa tanda kemerahan yang sempat Yuda buat. Ning ingat, rasa sesapan kuat di sana.
"Aahh, jadi begitu cara bikinnya..." gumamnya lagi. "Jadi tanda merah itu... Enggak digigit ya?" sambungnya lagi.
Ia pernah baca komik romantis dan tentang tanda merah di tubuh si wanita. Ning sudsh memerah lagi.
"Udah, ah. Tiap kepikiran semalam dan tadi pagi, jadi malu rasanya..." gumamnya sambil menyentuh pipi, "... tapi enak..."
Setelah rapi, Ning mengenakan gamis sederhana dan jilbab lembut. Ia meraih kruknya, melangkah mantap. Ada hari yang menunggu.
Rumi’s Salon belum ramai ketika Ning tiba. Bel pintu berdenting pelan. Aroma hairspray dan parfum lembut menyambutnya.
"Assalamualaikum, Bu Rumi," sapa Ning.
"Waalaikumsalam. Eh, Ning. Agak siang hari ini," jawab Rumi sambil tersenyum.
"Maaf, Bu Rumi." Ning jadi tak enak hati
"Nggak apa-apa. Klien kamu juga belum datang."
Ning menghela napas lega. "Maaf ya, Bu. Ada sed…
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya
bab 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
Rie_za
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2026-08-12
0
fsf
Yuda ngak baik lama lama bohongin istri mu
2026-06-19
2
febby fadila
jangan pakai pelayan lagi yud nanti ning curiga gimana astaga
2026-06-18
1