Cemburu

"Tunggu dulu! Tadi kau bilang apa?" Nero menghentikan langkah tiba-tiba dan hal itu membuat Pedro terkejut karena hampir menabrak punggung boss-nya.

"Aku merindukan masakan ibuku," jawab Pedro dengan alis mengernyit menatap boss-nya.

"Bukan! Bukan yang itu, tentang Tuan Ben."

"Oh." Pedro mengangguk dan ber oh ria, seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, otaknya tiba-tiba nge-lag.

"Hanya oh saja jawabanmu? Aku butuh penjelasan Pedro!!" amuk Nero menatap kesal pada asistennya. "Jika Tuan Ben tahu identitas pemuda itu, artinya dia juga tahu tentang identitas Tuan Damon dan aku yang sesungguhnya?"

"Kurang lebih seperti itu, Tuan. Anda tahu sendiri 'kan kalau Tuan Ben berasal dari keluarga terpandang, dan istrinya pun dari keluarga bangsawan, tentu mereka sebelumnya sudah mencari tahu tentang Anda dan Tuan Damon. Itu hanya perkiraanku saja." Pedro memberikan penjelasan, meskipun akhir kalimatnya membuat Nero mengumpat keras.

"Sial!" umpat Nero dengan elegan. "Jika Tuan Ben tahu identitas kami di dunia hitam, kenapa dia tidak pernah membicarakan hal ini padaku atau Tuan Damon?" Nero bertanya-tanya pada Pedro dengan perasaan resah, dan takut kalau Tuan Ben mengetahui identitasnya.

"Mungkin dia menghargai privasi kalian," jawab Pedro asal.

"Mana mungkin seperti itu!" sanggah Nero.

"Iya, mana mungkin seperti itu," beo Pedro, mengangguk-angguk sambil menggosok dagunya dengan tangan kanan. "Anda harus berhati-hati, karena ini bisa menjadi bom waktu untuk Anda." Pedro mengingatkan boss-nya.

"Iya, kau benar," lirih Nero.

"Ya, aku selalu benar," jawab Pedro bangga pada dirinya sendiri dengan senyuman jumawa yang membuat Nero mendengus kesal melihatnya.

Nero kembali melanjutkan langkah, keluar dari markas tersebut.

"Jangan ikuti aku!" Nero menoleh, dan menatap tajam Pedro yang selalu menempelinya seperti lintah.

"Aku butuh tebengan, Tuan. Markas ini jauh dari Kota, jadi..." ucapannya terhenti saat Nero masuk ke mobil tanpa memedulikannya. "Astaga, kejam sekali," keluhnya saat mobil itu perlahan menjauh dari Markas, keluar dari wilayah hutan.

*

Nero mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ucapan Pedro mengenai Tuan Ben tadi terus berputar di otaknya.

"Aku terlalu meremehkan Tuan Ben," gumamnya seraya mencengkram setir mobil dengan kuat. "Aku harus lebih hati-hati dalam melangkah."

*

Ele saat ini sedang berbicara dengan kedua orang tuanya melalui sambungan telepon.

"Ayolah, aku sudah di sini sesuai dengan keinginan kalian, tapi kenapa kalian masih saja cerewet dan mendekteku?!" kesal Ele, sangat marah pada orang tuanya yang selalu mengaturnya.

"Ele, jaga nama baik keluarga! Dan tetap patuh pada Nero! Turuti semua perintahnya!" sentak Ben sangat marah pada putrinya yang sekarang jadi pemberontak.

"Jangan lagi membuat Mommy dan Daddy kecewa!" Gloria tak kalah tegas mengingatkan putrinya.

"Iya ... Iya! Aku paham!" Ele sewot, lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak dengan perasaan kesal bukan kepalang. "Ck! Mereka ini sangat menyebalkan, tak ada satupun yang mengerti perasaanku!" geramnya, lalu membuka kontak di ponselnya untuk menghubungi Nick. "Hanya dia yang mengerti perasaanku." Ele tersenyum saat panggilan teleponnya terhubung, namun tak segera mendapatkan jawaban.

"Kenapa tidak diangkat?" Ele mengernyit, tidak biasanya kekasihnya seperti ini. Biasanya Nick selalu cepat mengangkat telepon darinya.

*

"Tuan," sapa Botak, menyambut kepulangan Nero.

Nero hanya mengangguk dengan ekspresi datar.

"Kenapa Anda meminta Ava yang menjemput Nona Ele?" protes Botak dengan nada hati-hati.

"Dia baik-baik saja 'kan?" Nero balik bertanya dengan nada dingin.

"Ya, dia sampai dengan selamat. Tapi, pesan Tuan Ben, Anda harus menjemputnya sendiri karena Tuan Ben takut terjadi apa-apa pada Nona Ele, seperti kabur atau membawa kekasihnya, misalnya," jawab Botak, menahan senyum saat melihat rahang Nero mengeras.

'Anda pasti cemburu 'kan? Hayo, mengaku,' ucap Botak, tapi sayangnya hanya di dalam hati.

*

Like dan komentarnya!

Terpopuler

Comments

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

Elle jangan jd anak yg durhaka sll melawan orgtua jd anak pembangkang itu tidak baik, semenjak elle berpacaran sm nicholas membawa pengaruh yg buruk,
elle jd pembangkang dan suka mabuk2an....

Makanya elle dikirim ke Italia tempatnya nero agar elle jauh dr nicholas, daddy ben dan mommy gloria sudah angkat tangan nyerah elle susah diatur....

mungkin nero bisa merubah elle jd lebih baik lagi, ben dan gloria dr keluarga terpandang dan kaya raya pastinya sangat mudah selidiki damon dan nero,, tp ben tidak mau ikut campur jg klo damon menantunya mantan mafia...
Nero jg seorang mafia itu privasi mereka, asal bisa menjaga dan melindungi elle.....
Elle sebenarnya anak yg penurut dan patuh sm orgtua tp kerena terpengaruh sm nicholas kali....
Elle sangat sangat males skl bertemu mantan tunangannya situa bangka nero
😀🤭elle sangat membenci nero telah memutuskan pertunangannya dulu...

hati-hati elle cinta dan benci beda tipis , jangan terlalu membenci nero jatuh cinta lagi🤣🤣🤣

2025-12-03

5

asih

asih

wehhhhh makanya kalau cinta itu di ungkapin Nero jangan di pendam,semua org tau kamu cinta ma Elle tapi Karna ego Dan identitas mu kamu pura² cuek aslinya ma sayang padahal Ben sdh tau kalau kamu itu mafia haha... apa jangan² nick keturunan dri orang yg dulu mau merebut harta Ben yg membuat Ben berpisah ma ana anaknya siapa ya lupa² ingat

2025-12-03

6

Anonim

Anonim

Pedro nasibmu di tinggal Nero tak boleh nebeng kembali ke kota.

Ele si pemberontak - di marahi ayahnya. Harus jaga nama baik keluarga.

Apa mau patuh dan nurut perintah Nero nanti si Ele yang sangat menyebalkan tetapi selalu bilang yang menyebalkan orang lain.

Botak ini juga sukanya bicara yang bikin Nero mengeras rahangnya.

2025-12-03

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!