"Wow! Sangat sexy, cantik, indah, dan menggairahkan." Nero memuji sesuatu dihadapannya dengan penuh dambah, salah satu tangannya terulur menyentuh permukaannya kulitnya yang glowing. "Sangat ... sangat sempurna, aku tidak sabar untuk mencobanya." Nero tersenyum devil seraya mencium kulitnya dengan perasaan bahagia.
Beberapa anak buah yang berdiri dibelakang Nero pun saling lirik sambil geleng-geleng kepala saat melihat boss mereka memuji berlebihan senapan laras panjang yang baru selesai di rakit oleh satu anggota mereka. Namun mereka tidak ada yang berani protes. Mereka hanya bisa diam, dan menyaksikan tingkah absurd dan kegilaan Nero. Mereka semua masih sayang nyawa, pasalnya Nero adalah iblis berdarah dingin, dan bisa membunuh kapan saja dengan mudahnya.
Nero lebih mengerikan daripada Damon.
Nero mencoba senjata api itu dengan penuh semangat.
Dor
Dor
Suara tembakan memekakan telinga. Nero menembakkan ke sembarang arah yang membuat semua anak buahnya kalang kabut melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
"Sudah aku bilang, dia tidak pernah waras selalu saja bertingkah semaunya," keluh salah satu anak buah Nero yang bersembunyi di balik lemari.
"Ah, menyesal aku datang ke sini," sahut rekannnya.
"Penyesalanmu tidak ada artinya. Jangan lemah begitu, sialan!"
Obrolan mereka yang bisik-bisik itu terhenti saat mendengar Nero tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha. Bagus, dan sempurna. Kau memang selalu hebat dalam merakit segala jenis senjata ilegal. Sekarang, persiapkan semua senjata ini. Kita akan menuju tempat transaksi!" tegasnya seraya menepuk pundak salah satu anak buahnya itu dengan kuat.
"Baik, Tuan."
Nero melepaskan sarung tangan yang digunakan lalu dilemparkan ke tempat sampah. Dia selalu bergerak hati-hati, jejak sekecil apapun akan membahayakan dan menghancurkan dirinya.
"Tuan, Nona Elle sudah sampai di rumah. Anda tidak ingin pulang?"
Nero menatap asistennya itu dengan dingin dan tajam. "Tidak!" jawabnya tegas.
"Baiklah kalau begitu." Ia tidak memaksa, juga tidak bertanya lagi, takut nyawanya melayang.
Nero yang hendak melangkah mengurungkan niat, ia menatap asistennya dengan senyuman sinis. "Pedro, siapkan pesta, seperti biasa."
Glek!
Pedro--pria berdarah Spanyol itu menelan ludahnnya dengan kasar saat mendengar kata 'pesta', karena pesta yang dimaksud Nero bukanlah pesta pada umumnya akan tetapi melihat semua anak buah bertarung di atas ring tinju. Ingin menolak akan tetapi dia takut kalau pria itu murka dan berakhir membantai mereka semua. Pedro melirik semua anak buah yang berada di sana dengan perasaan takut.
Semua anak buah di sana memberikan kode gelengan kepala, akan tetapi Pedro lebih patuh pada boss-nya dan sayang dengan nyawanya.
"Baik, Tuan, akan segera aku siapkan."
Semua anak buah hanya bisa mengumpati Pedro tanpa suara dengan tangan bergerak seperti menebas leher.
*
Elle menghembuskan nafas kasar ketika memasuki rumah mewah dan megah tersebut.
"Nona, kamar Anda sebelah sini."
"Aku sudah tahu jadi berhentilah berbicara!" bentak Elle pada wanita itu dengan nafas memburu karena emosi.
"Baik, Nona." Wanita itu mengangguk patuh.
"Di mana pria tua menyebalkan itu?" tanya Elle melirik wanita tersebut. "Hei! Kenapa diam saja? Aku bertanya padamu!" Elle melotot tajam.
"Nona bilang aku harus diam, dan Anda pasti sudah tahu di mana keberadaan Tuan Nero," jawabnya dengan nada santainya.
"Arghh! Menyebalkan!" umpat Elle, gregetan seraya mengepalkan kedua tangan di udara.
"Anda jauh lebih menyebalkan, Nona," jawabnya tapi hanya berani di dalam hati.
*
Like dan komentarnya, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Anonim
Beberapa anak buah Nero tak habis pikir melihat si boss memuji senapan laras panjang bak memuji istrinya. Nero ini lama membujang jadi koplak /Facepalm/ tak ada yang dipuji, senjatapun jadi sasaran pujiannya - edan.
Elle sudah sampai di rumah, Nero tidak mau menemui.
Elle uring-uringan gak jelas.
2025-11-26
3
Ainal Fitri
jiwa Nero makin tersesat aj nich dlm kegelapan. tp tenang Pedro tuan mu emg gak nya pulang dan mau nya berpesta tp liat aj besok ato lusa dsaat dia sampe krumah dan menemukan mainan baru nya ia akn melupakan pesta itu dan juga senjata senjata itu.
2025-11-26
7
As Lamiah
Nero sama Elle ini sama sama saling punya rasa tpsama gengsi dan egois tp suatu saat pasti saling mengerti satu sama lain
2025-11-26
5