Pemuda itu?

"Nona Ava, ada apa?" tanya Botak yang baru saja tiba dan melihat Ele mengamuk.

"Sepertinya siklus bulanannya tidak lancar maka dari itu emosinya tidak stabil," jawab wanita itu dengan asal seraya menatap Ele yang berjalan di tangga menuju lantai atas.

"Benarkah begitu?" Botak menatap punggung Ele yang semakin jauh dari pandangan.

"Mungkin." Ava kembali bicara sambil menaikkan kedua bahunya. "Tugasku sudah selesai menjemputnya dan mengantarnya dengan selamat," tambahnya sebelum pamit pulang.

"Tunggu! Jadi bukan Tuan Nero yang menjemput Nona Ele?" tanya Botak dengan raut terkejut.

Ava menggeleng pelan.

"Lalu di mana Tuan Nero? Kenapa dia tidak menjemput Nona Ele?"

"Aku tidak tahu, Paman." Ava segera beranjak pergi karena harus kembali ke kantor, pekerjaannya sangat banyak.

Botak menghela nafas panjang, "Tuan Nero, kenapa Anda selalu saja menghindar?"

*

Nero bertepuk tangan sambil berteriak menyemangati anak buahnya yang sedang bertarung di atas ring tinju.

"Tuan Nero." Pedro menunjukkan ponselnya pada boss-nya, kemudian berbisik tepat di dekat telinga Nero.

Raut wajah Nero seketika berubah dingin, rahangnya mengeras dan urat-urat ditangannya menonjol seiring kepalan tangannya semakin kuat.

"Kau yakin?" tanya Nero, dingin.

"Yakin, Tuan."

Nero segera beranjak berdiri menghentikan pertarungan tersebut.

Sontak para anak buahnya yang sedang bersorak sorai menyemangati dua rekannya yang sedang bergulat di ring langsung terhenti, suasana yang tadinya riuh berubah senyap dan mencekam.

Apakah mereka ada yang membuat kesalahan? Pikir mereka, bertanya-tanya dalam hati dengan perasaan takut.

"Bubar, dan segera kembali ke Markas besar!" tegas Pedro memberikan intruksi pada semua anak buah, lalu ia segera berlari mengikuti Nero yang sudah keluar lebih dulu meninggalkan ruangan itu.

"Berani sekali dia menginjakkan kakinya di Italia! Apa dia sudah bosan hidup!" geram Nero dengan penuh emosi.

"Yang pasti dia datang ke sini untuk mengejar Nona Elle," jawaban Pedro semakin membuat jiwa iblis Nero bangkit.

Nero menyeringai, "tak akan kubiarkan dia mendekati Ele!"

"Anda benar sekali. Pemuda itu hanya memanfaatkan Nona Ele untuk balas dendam atas kematian keluarganya," sahut Pedro, menggebu. "Anda harus bisa melindungi Nona Ele. Bukankah itu tujuan Tuan Ben memindahkan Nona Ele ke Italia," tambahnya membuat Nero sangat terkejut.

"Jadi Tuan Ben sudah mengetahui identitas asli pemuda itu?" Nero menatap tajam Pedro.

Pedro mengangguk, "aku rasa begitu, tapi dia masih merahasiakan semua ini dari Tuan Damon dan Nona Glam mengingat mereka sedang menanti kelahiran anak ke tiga." Pedro memberikan penjelasan.

"Apa? Nona Glam hamil lagi?" Ini sebuah kejutan untuknya.

"Jadi Anda belum tahu? Usia kehamilan Nona Glam telah memasuki 8 bulan."

"Aish! Kurang ajar sekali mereka karena tidak memberitahu kabar bahagia ini," kesal Nero.

"Sepertinya mereka merajuk karena Anda tidak pernah mau datang ke Barcelona," jawaban Pedro membuat Nero menghembuskan nafas kasar.

*

Ele membuka pintu kamarnya. Kamar yang sudah lama tidak ia tempati, akan tetapi semuanya masih sama seperti dulu saat ia meninggalkan kamar tersebut. Sangat bersih, rapi, dan wangi, menandakan kalau kamar tersebut di rawat dengan baik.

"Tuan Nero terkadang tidur di kamar ini," suara Botak membuat Ele sadar dari lamunannya.

Ele menoleh, menatap pria botak itu yang berdiri di ambang pintu.

"Paman, apa kabar?" tanya Ele, tersenyum lebar saat menatap pria tersebut.

"Seperti yang Anda lihat." Botak melebarkan kedua tangan diiringi dengan senyuman tipis, menandakan bahwa dirinya baik-baik saja. "Wah, Anda sekarang sangat berbeda, sudah dewasa dan sangat cantik," puji Botak, memperhatikan penampilan Ele yang sangat cantik dan modis. Semua yang menempel pada gadis itu adalah barang branded.

"Paman, bisa aja." Ele tersipu malu mendapat pujian seperti itu. "Tadi, Paman bilang kalau Tuan Nero sering tidur di sini?" Ele meminta penjelasan.

"Ah, maksudku, Tuan Nero sering memeriksa kamar ini." Botak segera meralat ucapannya dengan gelagapan karena tadi ia sudah keceplosan, dan untung saja gadis itu percaya kepadanya.

*

Like dan komentarnya!

Terpopuler

Comments

asih

asih

kayaknya Nikolas manfaati ele utk Bala's dendam,DIA bukan lelaki miskin kira² Nikolas Anak siapa hingga DIA ingin Bala's dendam siapa yg sudah di bunuh oleh ben, apakah DIA nenek tua yg jual glam ke Italia trs di bunuh ma Ben itu atau org lain lagi

2025-12-01

11

Anonim

Anonim

Kasihan Ava serba salah, Elle marah mulu.
Bagi Ava sekarang ke kantor, pekerjaan sudah menunggu, dan yang penting sudah menjemput dan mengantar Elle sampai di rumah dengan selamat.

Nero malah bersenang-senang menyemangati anak buahnya yang bertarung di atas ring tinju.

Anak buah Nero si Pedro bisikin apa ke Nero - sampai Nero membubarkan pertarungan, lalu pergi diikuti Pedro.

Pemuda yang di maksud siapa, sehingga menjadikan Nero emosi.

Botak bongkar rahasia Nero yang kadang tidur di kamar Elle.

Tiati botak, kalau sampai memuji dihadapan Nero habis kau.

2025-12-01

3

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

Daddy ben berusaha menjauhkan putrinya dari nicholas , nicholas punya niat jahat dan licik tidak tulus mencintai elle hanya tuk balas dendam, elle hanya dimanfaatkan sm nicholas balas dendam...

Nero tidak akan membiarkan nicholas mendekati elle, nicholas blm tahu aja mero itu seorang mafia sangat kejam dan sadis lebih kejam dari damon😀 pantesan elle jd pembangkang dan melawan orgtua pengaruh buruk dr nicholas..
makanya elle dikirim ke Italia dijauhkan dr nicholas...
nicholas bawa pengaruh buruk.....

2025-12-02

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!