“Terima kasih, Tuan, atas kunjungan Anda.”
Raffa berdiri dengan sopan, menjabat tangan Arman yang juga sudah berdiri di hadapannya.
Arman, pria paruh baya itu, menyambut genggaman tangan Raffa dengan hangat. Setelah keduanya menarik tangan, Raffa lalu meraih jasnya yang tersampir rapi di sandaran kursi.
“Anda juga ingin pergi?” tanya Arman ketika melihat Raffa mulai bersiap.
“Ya, saya ingin menemani istri saya untuk periksa kandungan,” jawab Raffa. Ada kebanggaan tersirat dalam nada bicaranya, seolah menahan senyum yang mengembang begitu saja.
Arman tersenyum lebih lebar, ekspresinya hangat. “Wah, anak keberapa? Kedua, atau ...,”
“Pertama. Saya menikah cukup terlambat,” sela Raffa, matanya berbinar.
Arman mengangguk perlahan, tatapannya sejenak menerawang. “Semoga kandungan istrimu sehat-sehat saja, ya. Jaga dia baik-baik ... karena ketika kamu tua nanti, hanya dialah yang akan tetap setia mendampingimu. Jangan sia-siakan istrimu, Tuan Raffa. Karena bisa jadi ... di mata pria lain, dia terlihat sangat sempurna.”
Raffa hanya mengangguk kaku. Kata-kata Arman menampar batinnya dengan cara yang tak ia mengerti. Ada yang mengganjal, tapi ia menepis perasaan itu. Setelah Arman benar-benar pergi, barulah Raffa keluar dari kantornya menuju mobilnya yang terparkir. Ia melajukan kendaraannya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Raffa tersenyum lebar dan langsung melangkah masuk. Biasanya, Meira menyambutnya sambil memeluk kucing kesayangannya. Tapi kali ini ... rumah terasa sunyi. Terlalu sunyi. Tak ada suara anak itu, bahkan si kucing pun tak terdengar mengeong. Suasana yang aneh, seperti ada sesuatu yang hilang dari keseharian.
Raffa memutuskan untuk naik ke lantai dua—tempat kamarnya berada. Dengan keyakinan penuh, ia membuka pintu kamar dan mengira akan menemukan Arexa di dalam. Tapi ternyata, kamar itu kosong. Tak ada siapa pun di sana.
“Mungkin di kamar Meira,” gumamnya, mencoba menenangkan diri.
Ia berjalan cepat ke kamar Meira dan membukanya. Lagi-lagi, tak ada siap…
Rahim Yang Tergadai
Kepanikan Raffa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
kop lah rek ngareog kumaha rupa ge maneh Raffa, hayang nyaho rek nepi ka palebah mana maneh kitu wae. pamikirnamah moal aya mereun nya nu ngampihan si Rexa? hohoho maneh salah Raffa, mamam tah gengsi/Hammer//Hammer/
2025-09-14
6
Annabelle
ho...ho..ho....Raffa kelimpungan tingkat dewa.🤣🤣 mesti dia malamnya gk bisa tidur.....memikirkan Rexa yg hilang ....kasihan banget lo Raffa tapi syukurin kenapa menikah harus tanpa pengetahuan Bunda Ratu Tania 🫢🤣 kaloau marah ..marah saja ke Bunda Ratu 🫢😆memang lo berani marah ke dia 😆....Ayo Bunda Ratu hukum juga papa Ferdi ..dia sebagai papa seharusnya menasehati tapi ini malah membantu meyembunyikan pernikahan tanpa pengetahuan mamanya 😆😝🤣🤣
Dan Miera mesti senang juga ketemu sama Biru dan Lora ..mereka ber3 bisa membuat keributan di rumah keluarga Mahardika... keadaan inilah yg membuat bahagia Bunda Ratu Tania 😅🤣
2025-09-14
8
sleepyhead
Seriusan nanya tor, Payung Cinderella masih belum ketebak 🤣
2025-09-14
8