Kirana tak bisa mengabaikan firasat yang menyelimuti dirinya begitu mendengar nama Lembah Tumasik. Ada sesuatu yang terasa mengganjal di balik sebutan tempat terkutuk itu, seolah-olah tempat tersebut menyimpan rahasia yang jauh lebih dalam dari sekadar legenda.
Pikiran Kirana berputar cepat.
Jika makam Chandra memang berada di sana, dan jika tempat itu dikatakan berbahaya serta tak terjamah manusia, tentu itu adalah tempat yang sempurna untuk menyimpan sesuatu yang berharga — atau bahkan sangat berbahaya.
Kirana akhirnya memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang sejak tadi mengusiknya. "Yang Mulia. Apakah hanya ada makam sahabat Yang Mulia yang dikebumikan di tempat itu? Di Lembah Tumasik?"
Dara menatap kosong, bayang-bayang kesedihan menutupi wajahnya. Setelah menghela napas panjang, dia mengangguk pelan, seperti mengingat kembali masa lalu yang kelam. "Ya, hanya Chandra yang dikebumikan di sana," jawab Dara lirih, suaranya diliputi kedukaan.
"Mengapa hanya dia yang dimakamkan di sana?"
Raut wajah Dara semakin berat, seolah menahan perasaan yang lama terpendam. Bibirnya bergetar sebelum ia akhirnya berkata dengan suara serak, "Aku tidak tahu harus mulai bercerita dari mana, Nona Kirana."
"Jika Yang Mulia tidak bisa. Maka tidak perlu memaksakan diri. Saya paham, pasti cukup berat bercerita tentang seseorang yang sangat berarti bagi kita. Saya pun pasti akan merasakan hal yang sama. Tapi, ada baiknya Yang Mulia juga bercerita, untuk mengurangi beban di hati Yang Mulia. Yang Mulia tak perlu khawatir, saya adalah utusan Tuhan. Sudah tugas saya untuk mendengarkan keluh kesah hamba-Nya. Saya akan membantu jika saya bisa membantu, dan rahasia Yang Mulia akan selalu aman bersama saya."
Dara tak langsung menjawab. Matanya menatap ke luar jendela besar di belakang Kirana, seolah sedang menerawang peristiwa yang terjadi jauh di masa lampau.
"Chandra ... dia adalah korban dari pemberontakan yang terjadi lebih dari setahun yang lalu. Dia dikhianati oleh orang terdekatny…
Selenophile
Lembah Tumasik
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments