“Sudah malam,” ucap Andri. Wajahnya masam, tatapannya sayu, jelas terganggu oleh perkataan Reni barusan.
Hana melirik jam dinding butik—jarumnya menunjuk angka sepuluh. Ia menarik napas, lalu menoleh ke sahabatnya. “Reni… maaf, aku harus pulang. Sudah malam.” Suaranya terdengar gusar, seolah merasa tak enak hati.
Reni mengangguk pelan, meski sorot matanya enggan melepas. “Padahal masih banyak yang ingin aku ceritakan.”
Hana menggenggam tangannya erat, memberi sedikit senyum yang dipaksakan. “Nanti kita ketemu lagi, ya.”
Reni mengangkat tangannya, melambai singkat, dan membiarkan Hana pergi bersama Andri.
---
Di dalam mobil, Hana duduk di kursi penumpang. “Antar aku ke rumahmu dulu,” katanya pelan.
Andri sempat menoleh, alisnya terangkat. “Tumben,” gumamnya sebelum menyalakan mesin. Mobil perlahan meluncur di jalan malam yang lengang.
“Aku mau bertemu Bu Mirna dan Sinta,” ucap Hana datar, pandangannya lurus ke depan.
Andri menelan ludah. Ia tahu, kalimat itu artinya satu: pertengkaran mungkin tak terhindarkan. Sambil menggenggam setir, ia diam-diam mengirim pesan pada Lina: Pastikan Maharani sudah tidur sebelum aku sampai rumah. Jangan biarkan dia keluar kamar.
Di sisi lain, Hana hanya terdiam. Tatapannya kosong menembus kaca depan, larut dalam kesedihan yang dalam
Malam semakin larut, tapi kota tak pernah tidur. Lampu jalan berkelip di antara bangunan mewah. Di trotoar, gerobak-gerobak berderet; sebagian dipenuhi perempuan dan anak kecil yang terlelap di bawah langit terbuka. Mereka tersenyum dalam mimpi sederhana, seolah langit adalah atap dan bumi adalah kasur terbaik yang mereka punya.
Namun di sebuah kamar megah berlapis marmer dan lampu gantung kristal, kegelisahan justru meraja.
“Kenapa gagal, Bu?” suara Sinta pecah. Wajahnya muram, bibirnya mengatup keras.
“Bukan gagal,” jawab Mirna tenang, menyilangkan tangan di dada. “Belum berhasil.”
Mirna menghela napas panjang, lalu menegakkan tubuhnya. “Sinta, coba pikir dalam-dalam. Kalau Hana benar-benar menikah denga…
Duda-ku
amarah yang meledak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments
budak jambi
cerita ny memuak kan.org kaya bodoh percaya gitu aja.selidiki dulu jgn asal terima aja
2025-10-26
1