Hana mengerjapkan matanya pelan. Sinar lampu yang menyilaukan membuat bola matanya perih, seperti ditusuk jarum halus. Pandangannya buram, berputar, lalu perlahan-lahan menjadi jelas.
“Di mana aku?” gumamnya lirih.
Tangannya bergerak gemetar, menyentuh sprei yang lembut. Pandangannya jatuh ke tubuhnya sendiri.
“Pak… pakaianku? Kok berubah lagi?” desisnya, nyaris tak percaya.
Degupan jantungnya makin kencang. Ingatannya kembali ke semalam. Beberapa orang pria kekar akan menculiknya dan hana yakin kalau itu adalah anak buah andri. Apa yang dikatakan nela sekarang semuanya terbukti kalau Andri adalah seorang mafia penjualan manusia. Mengingat itu bulu kuduk hana berdiri.
“Andri… bangsat kamu. Kenapa tega menculik aku?” Gumam Hana kesal,,Hana tidak pernah menipu apalagi menyakiti Andri tapi kenapa Andri berniat menculiknya itulah pikiran hana yang menyimpulkan kalau dalang dibalik ini semua ini adalah andri.
Tiba-tiba, suara pintu berderit.
Ceklek.
Hana refleks menoleh. Sosok yang muncul membuat tubuhnya kaku.
“Tante Viona?” gumamnya terkejut.
Kebingungan makin menyesakkan dada. Kenapa tante Viona ada di sini? Bukankah Andri yang menculiknya? Atau jangan-jangan mereka bersekongkol? Kenapa semua orang seolah-olah ingin menghancurkannya?
“Kamu sudah bangun, Nak,” ucap Viona lembut sambil mendekat.
Hana menatapnya dengan mata penuh air. “Tante… ada hubungan apa dengan Andri? Kenapa tante bersekongkol dengannya? Kenapa tante ingin menculikku? Kenapa, Tante… kenapa?” Suaranya pecah, air mata jatuh membasahi pipi.
“Andri?” Viona mengulang dengan nada bingung. Tatapannya lurus ke arah Hana. “Siapa Andri? Tante bahkan tidak kenal siapa dia.”
“Bohong!” Hana spontan berteriak. Matanya melebar, suaranya bergetar. “Tante pasti bersekongkol dengan Andri, kan?”
Tubuhnya gemetar hebat. Ia merapat ke tepi ranjang, seakan dinding itu bisa melindunginya. Wajahnya pucat, penuh ketakutan dan trauma yang menumpuk. Nafasnya pendek, seperti baru saja berlari.
Viona terdiam sejenak. Ia lalu me…
Duda-ku
22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments