beberapa hari kemudia semunya kembali norman semenjak kejadian itu. ruby menjalani hidup nya seperti biasa walau 7 hantu itu terus mengikutinya kemanapun kecuali kekamar mandi.
"ruby bangun". teriakan jin.
"bangun sudah pagi". ucap jimin.
"ayo bangun". ucap V.
"berisik. biarkan aku tidur setengah jam". ucap ruby.
"ayo bangun". ucap suga sambil menarik tangan ruby.
"biarkan aku tidur setengah jam saja". ucap ruby.
"kau harus berangkat sekolah ratu ku". ucap J hope.
"aku ingin tidur". ucap ruby.
"bangun". ucap RM.
"iya aku bangun". ucap ruby.
ruby pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"beberapa hari ini ruby jadi aneh, dia sering bicara sendiri, berteriak sendiri, tertawa sendiri. apa lebih baik kita bawa dia kerumah sakit". ucap mama.
"mama. kakak itu baik baik saja dia sering bicara sendirian, berteriak sendiri, tertawa sendiri itu wajar. aku juga sering melakukan itu dan aku juga pernah liat mama atau papa seperti itu". ucap sura.
"kalian ini terus saja membicarakan ruby lebih baik cepet selasa kan makannya". ucap papa.
ruby menuruni anak tangga sambil menyapa keluarganya dengna pakaian sedikit tidak rapih karna tergesah gesah.
"pagi semunya". ucap ruby.
"pagi juga". ucap mama.
"ruby kau ga sarapan". ucap papa.
"ga. udah telat". ucap ruby.
ruby berlari dari rumah nya sampai ke sekolahanya. saat sampai di gerbang ruby engos engosan.
"ah. akhirnya tepat waktu". ucap ruby.
"lo lari lagi". ucap lin yang baru datang.
"iya". ucap ruby.
"cape ga". ucap jin.
"iya cape lah". ucap ruby ketus.
"kenapa lo tiba tiba ngegas". ucap lin.
"gw ga ngegas sama lo, sama dia". ucap ruby.
"ga ada siapa siapa". ucap lin.
"gw lupa kalau lin ga bisa liat hantu". pikiran ruby.
"kata siapa ga ada. ada ko tuh kucing". ucap ruby.
"sejak kapan lo bisa bicara sama kucing". ucap lin.
"ga tau pusing gw, mau masuk kelas". ucap ruby.
"aneh". ucap lin.
"lo yang aneh". ucap ruby.
"ternyata dia dengar". pikiran lin.
"ruby tunggu". ucap lin menyusul ruby yang ada di depannya.
saat ruby sampai di kelas jam menunjukan pukul 07: 10 yang berarti 20 menit lagi Bel masuk berbunyi. ruby sudah duduk manis di kursinya sambil membaca novel kesukaannya.
sebenernya ruby masih sedikit takut jika melihat mahluk mahluk yang menyeramkan, seharusnya ruby sudah terbiasa melihat ini semua walau sudah bertahun tahun dan berteman dengan ke 7 hantu tersebut, tapi ruby juga bisa mengatasinya ketakutannya itu.
tak terasa ruby sudah 10 menit berkutik dengan novelnya, tapi tiba tiba ruby merasakan aura negatif yang baru muncul.
kedua matanya ke arah pintu di sana terdapat seorang siswa yang berjalan gontai terlihat sangat lemah, ruby melihat kebelakang punggung siswa itu.
ruby terkejut siswa itu penempelan mahluk yang sangat menjijikan, baunya menyengat, wajahnya rusak di penuhi darah, kaki kirinya buntung dan lidahnya terulur ke bawah.
"sungguh menjijikan". pikiran ruby.
ruby dengan cepat memalingkan wajahnya menatap novelnya lagi. sepertinya hantu itu sadar bahwa ruby bisa melihatnya, hantu itu turun dari punggung siswa tersebut. setelahnya, siswa itu merasakan lega dan langsung merenggangkan otot ototnya, kemudian berjalan dan duduk di tempatnya.
ruby menghelas nafas lega karena hantu itu sudah tidak mengikuti siswanya.
"tunggu dulu, kemana hantu itu? kenapa sekarang menghilang?". pikiran ruby.
"sudahlah itu tidak penting. lagi pula bel masuk sudah berbunyi". ucap ruby yang harus fokus pada pelajarannya.
saat guru sudah duduk di depan murid murid. tubuh ruby mulai merasakan merinding, ruby memegang tangannya. kemudian ruby tidak memperdulikan rasa merindingnya itu ruby kembali fokus kedepan untuk memperhatikan guru yang sedang menerangkan di papan tulis.
rasa merinding itu perlahan lahan menghilang tapi bergantian dengan bau busuk yang sangat menyengat, ruby sudah tidak bisa lagi untuk tidak mempedulikannya.
ruby menoleh ke arah kursi kosong yang ada di sampingnya. ruby terkejut dan langsung berteriak histeris sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya, ternyata mahluk yang menempel di siswa tadi kini duduk di samping ruby.
"waaaaaaaaaaah".
teriakan ruby cukup keras, sehingga seluruh murid yang ada di kelas dan pa guru langsung menatap ruby kebingungan.
"tuh kan bener dia gila".
"lin. teman lo gila".
"kenapa sih orang seperti dia ga keluar saja dari sekolahan ini".
"dasar aneh".
"cantik cantik gila".
cibiran dari murid murid yang ada di kelas sebelum pak herman menghentikannya.
"sudah diam".
seluruh murid terdiam dan suasana kelas menjadi hening.
"kamu kenapa ruby". tanya pak herman.
" ma- maaf pak". ucap ruby
"saya mau izin ke toilet". ucap ruby kembali.
"jadi kamu cuman mau ketoilr? kenapa berteriak". tanta pak herman
"yaudah sana". ucap pak herman kembali.
ruby pun menganggukan kepalanya kemudian pergi ke toilet.
"ruby baik baik saja kan". ucap jungkook.
"iya gw baik, cuman sedikit kaget semakin kesini semakin menyeramkan". ucap ruby.
"terus kau akan pergi ke toilet". ucap RM.
"ga lah. kalian tau kan di sanah itu banyak mahluk yang tidak gw suka". ucap ruby.
"masih takut sama hal gituan". ucap V.
"seharusnya kau sudah terbiasa melihat hal seperti itu". ucap J hope.
"sudah jangan mengejeknya terus. ruby, kalau kau tidak pergi ke toilet kau mau pergi kemana". ucap jimin.
"paling pergi kekantin". suga.
"itu ga mungkin kalau ruby pergi kesana nanti kalau ada guru liat ini di saat jam pelajaran nanti di sangka bolos lagi". ucap jin.
"gw memang mau bolong jin". ucap ruby.
"terus ruby akan pergi kemana". ucap jungkook.
"gw udah mutusin untuk ke taman belakang sekolah saja. sepi memang tapi itu lebih baik dari pada ke toilet seorang diri atau ketahuan guru saat berada di kantin".ucap ruby.
ruby pun pergi ke taman belakang sekolah. ia duduk di bawah pohon rindang dan menyandarkan punggungnya ke pohon tersebut, ruby memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin sepoi sepoi yang menerap wajahnya.
beberapa menit ruby merasakan ketenangan tapi tidak lama tiba tiba ada seorang yang sengaja menipu wajah ruby dengan sengaja.
Dengan cepat ruby membuka matanya, ruby terlonjak kaget. bukan hantu atau mahluk yang biasa ruby lihat melainkan di depannya kini, seorang laki laki yang tengah menatap ruby. setidak nya ini lebih baik dari pada hantu yang duduk di sampingnya saat di kelas.
"huuuuuuuuu". ruby menghembuskan nafas lega.
lalu ruby tidak sengaja melihat tangan laki laki itu memegang pisau dengan noda merah di pisau nya.
"kenapa pisau yang dia pegangnya ada noda merah jangan jangan itu darah lagi. apakah laki laki yang di depan gw telah membunuh seseorang?. tapi tidak mungkin juga dia membunuh orang, mungkin saja itu darah hewan atau cuman saus tomat?. tapi bisa juga ini orang bisa membunuh seseorang?". pikiran ruby.
pertanyaan itu terus memutar otak ruby. ini lebih buru dari pada bertatapan dengan hantu bisa saja nyawa ruby yang melayang, kalau laki laki ini seorang pembunuh.
"ka...kamu ngapain?". tanya laki laki tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 248 Episodes
Comments