Hadiah Penuh Hasrat

...❤︎...

..."Satu pelukan, satu kecupan. Dan tubuh gadis itu terperangkap dalam permainan yang tak lagi polos."...

...❤︎...

"Kenapa kau yang membayarnya?" tanya Elika dengan bibir manyunnya. "Sebaiknya kau simpan uangmu untuk keperluan yang lain."

Keduanya berjalan masuk ke dalam restoran yang tak jauh dari toko buku berada. Julian membukakan pintu untuk gadis itu.

"Anggap itu hadiah," ucap Julian hangat. Kemudian ia menarik kursi untuk Elika duduk.

"Hadiah ya?" Elika mengambil buku menu yang diberikan oleh pelayan kepadanya. "Kalau begitu, aku juga harus memberimu hadiah, bukan?"

Julian bersorak dalam hati. Ini adalah waktunya untuk menjebak gadis itu semakin dalam. Ia mengangguk pelan sambil tersenyum. "Kau mau makan apa?"

Mereka memesan makanan, lalu kembali melanjutkan obrolan.

"Jadi, apa yang kau mau? Aku akan menyiapkan hadiah terbaik untuk tutorku yang baik ini," girang Elika dengan wajah yang bersinar.

"Sekarang?" Julian balik bertanya.

Elika mengangguk. Ia menyilangkan kedua tangannya ke atas meja. Mendempetkan tubuhnya ke meja dan menatap Julian sambil menanti kado apa yang tutornya itu inginkan.

"Kita tunggu setelah kau lulus ujian A1. Saat itu, aku akan mengatakan permintaanku padamu."

...❤︎...

Haripun berlalu. Hubungan antara Julian dan Elika semakin dekat. Bahkan mereka kerap bertukar pesan saat di luar jam belajar. Elika banyak bercerita, sementara Julian mendengarkan. Hal-hal kecil yang terkesan sepele, itulah yang kerap Elika ceritakan pada Julian.

Sentuhan fisik mereka masih di batas yang wajar. Julian masih bisa menahan diri, sampai hari di mana hasil ujian A1 Elika keluar.

"Aku gugup," ucap Elika dengan ekspresi yang gelisah. Ia memeluk boneka kesayangannya dengan sangat erat.

Julian mengambil tangan Elika untuk yang pertama kalinya. Lalu dia menggenggam erat tangan gadis itu menggunakan tangan kekarnya. "Kau pasti lulus, percaya padaku."

Di sela-sela kegelisahan hatinya, Elika merasa sedikit tenang dengan sentuhan tangan Julian. Meskipun Julian bukan pria pertama yang menggenggam tangannya, dan masih ada mantannya yang pernah memegang tangannya. Tapi, tetap saja sentuhan tangan pria itu membuat ia tertegun.

Perlahan ... Elika menjadi sedikit tenang.

"Bisakah kau yang melihat hasilnya?" tanya Elika dengan mata penuh harap pada Julian.

"Okay," sahut Julian sambil tangannya bersiap menyentuh kursor laptop yang ada di depan Elika.

Saat ini keduanya duduk di atas sofa yang ada di kamar Elika, saling berdampingan dengan kedua lengan yang saling bersentuhan. Laptop di atas meja menjadi saksi kedekatan mereka yang sudah semakin berkembang.

Elika memejamkan matanya. Menanti dengan tegang sambil menggenggam tangan Julian dengan sangat kuat.

"Yah ...," Julian menghela nafas berat.

Seketika Elika membuka matanya dengan paksa. Ia tak berani melirik ke layar laptop. Tapi ia menoleh ke wajah Julian.

"Aku gagal ya?" tanya Elika dengan ekspresi sedih. Mata bulatnya mendadak sendu dengan bibir sensual yang melengkung ke bawah.

*Julian menatap wajah Elika dengan seksama. Ekspresi sedihnya berubah menjadi girang. "Nein*." (Nein \= tidak)

"Kau berhasil, Elika! Kau berhasil dengan perolehan 88 poin!" seru Julian sambil memeluk tubuh Elika dengan erat.

Saat Julian berhasil memeluk tubuh Elika, ia menyeringai. Karena gadis itu ... sama sekali tidak menolak pelukan yang ia berikan.

*Julian bergegas melepaskan pelukannya. "Es tut mir Lied*." (Maaf)

"Aku terlalu senang kau lulus," imbuh Julian berdusta.

Wajah Elika memerah. Namun jantungnya? Berdetak dengan sangat kencang. Sebuah pelukan hangat dari tubuh kekar Julian yang wangi, membuat ia tak bisa berkata-kata. Bohong jika ia tak suka dengan pelukan itu. Tapi ... apa dia bisa melewati batas antara hubungan tutor dan murid?

Elika mengepalkan kedua tangannya. Ia tertunduk dengan pikiran yang berkecamuk. "Hangat ... dan bohong kalau aku tidak menaruh perasaan padanya."

Julian menatap Elika dengan hati-hati. Menunggu respon yang akan gadis itu berikan padanya.

"Elika ... aku ...."

Elika mengangkat wajahnya. Kemudian gerakannya gesit dan cepat seperti angin. Tak terlihat dan tak terdengar. Entah bagaimana, tiba-tiba saja ia sudah mencium pipi Julian.

*"Vielen Dank*, Julian ...," lirih Elika pelan dan malu-malu. Kemudian ia berdiri dari duduknya. (Vielen Dank \= terima kasih banyak)

Julian bersorak girang dalam hati. Seringai tipis muncul sedetik, dan kembali hilang. "Akhirnya ... kau masuk ke dalam perangkapku, putri kesayangan Tuan Pierce!"

Julian langsung meraih tangan Elika. Menarik tubuh gadis itu hingga jatuh ke atas tubuhnya.

Dua tubuh itu menjadi satu di atas sofa.

Julian berada di posisi bawah, Elika berada di posisi atas. Mata mereka menjadi satu.

"Apa kau punya kekasih?" tanya Julian tanpa basa basi.

*"Nein*," jawab Elika kebingungan. (Nein \= tidak)

"Hari ini, aku akan mengatakan hadiah yang ku inginkan."

"Apa?"

"Aku menginginkanmu," lirih Julian. Pelan. Dalam. Berat. Dan terdengar memelas.

Sesaat usai mengatakan keinginannya, Julian langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Elika. Elika terbelalak sesaat, namun perlahan, mata itu menjadi sayu dan pasrah.

Ciuman mereka sangat panas. Pertukaran lidah membuat Julian semakin bersemangat. Selain ingin membalaskan dendam yang sudah lama ia pendam, ia juga ingin menikmati pergumulan gratis dengan gadis muda itu.

Julian tak segan-segan menggerakkan tangannya menyusuri punggung mulus Elika. Tapi ia tahu benar, bagaimana cara membuat gadis itu semakin ketagihan, penasaran dan menggila. Julian berhenti dan tak melanjutkan gairahnya.

Pria itu menatap mata Elika dengan sangat dalam. "Terima kasih, untuk hadiah yang indah ini, Elika."

Nafas Elika terengah-engah saat ciuman mereka terputus. Elika semakin malu karena ia mendadak tak bisa mengontrol diri. Bahkan ia menikmati sentuhan pria itu dan berharap lebih. Tapi sayang, harapannya tak kesampaian.

...❤︎❤︎❤︎...

...To be continued .......

Terpopuler

Comments

Kim nara

Kim nara

ya ampun eri kamu polos sekali

2025-07-24

0

vj'z tri

vj'z tri

wohooo Julian kelas kakap 😎😎😎

2025-07-27

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

elika 🤦‍♀️

2025-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Tutor Baru Elika
2 Awal dari Permainan
3 Semakin Dekat, Semakin Tertipu
4 Hadiah Penuh Hasrat
5 Kelembutan yang Berbahaya
6 Antara Nafas, Tatapan dan Jebakan
7 Hasrat yang Membungkam Logika
8 Kejujuran Penuh Dusta
9 Sepotong Sandwich dan Luka Lama
10 Batas yang Kuciptakan Sendiri
11 Yang Aku Taklukkan, Justru Menaklukkanku
12 Di Balik Nama yang Tak Kau Kenal
13 The Lover and The Liar
14 Bukan Julian, Tapi Kael
15 Auf Wiedersehen, Elika
16 Bayangan yang Bangkit
17 Terlarang Namun Tertawan
18 Rindu Berujung Pilu
19 Bicara Saja Dengan Tubuhmu
20 Dia Datang Membawa Diri, Bukan Harga Diri
21 Rinduku Meledak Di Tubuhmu
22 Pagi yang Tak Biasa
23 Sang Algojo
24 All for Her
25 Raja yang Kehilangan Kendali
26 Cinta Dalam Ancaman
27 Malam Itu, Segalanya Retak
28 Nama Asli yang Terkubur
29 Rencana yang Menjadi Cinta
30 Luka yang Kita Nikmati
31 Di Antara Dua Kebenaran
32 Kael Friedrich yang Terkubur
33 Luka yang Kita Peluk
34 Antara Cinta dan Luka
35 Warisan yang Tak Kuinginkan
36 Insiden Cokelat - Part 1
37 Insiden Cokelat - Part 2
38 Dibelenggu Hasrat
39 Perpisahan Pertama
40 Perpisahan Kedua
41 Dua Nisan yang Berdampingan
42 Perpisahan Tanpa Janji
43 Dari Paris ke Berlin
44 Apa Kau Bahagia Tanpaku?
45 Jarak yang Dekat
46 Terlihat, Namun Tak Tersentuh
47 Sudah Cukup?
48 Saat Takdir Bekerja
49 Kesempatan Dalam Kesempitan
50 Cemburu
51 Rencana Logan
52 Perang Hati
53 Dermaga Rindu
54 Bahasa Tubuh - Part 1
55 Bahasa Tubuh - Part 2
56 Logan vs Selena
57 Pengumuman
58 Jalan yang Berbeda
59 Pagi di Paris
60 Mulai Hari Ini
61 Bahagia Itu Langka
62 Potret Kita
63 Perpisahan di Pintu Keberangkatan
64 LDR
65 Pertemuan yang Ditunggu
66 Surprise!
67 Singkat, tapi Membakar
68 Lamaran di Langit
69 Malam Penanda
70 Kemesraan Di Pagi Hari
71 Warisan yang Dikembalikan
72 Nama yang Tak Diinginkan
73 Sebuah Pengorbanan
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Tutor Baru Elika
2
Awal dari Permainan
3
Semakin Dekat, Semakin Tertipu
4
Hadiah Penuh Hasrat
5
Kelembutan yang Berbahaya
6
Antara Nafas, Tatapan dan Jebakan
7
Hasrat yang Membungkam Logika
8
Kejujuran Penuh Dusta
9
Sepotong Sandwich dan Luka Lama
10
Batas yang Kuciptakan Sendiri
11
Yang Aku Taklukkan, Justru Menaklukkanku
12
Di Balik Nama yang Tak Kau Kenal
13
The Lover and The Liar
14
Bukan Julian, Tapi Kael
15
Auf Wiedersehen, Elika
16
Bayangan yang Bangkit
17
Terlarang Namun Tertawan
18
Rindu Berujung Pilu
19
Bicara Saja Dengan Tubuhmu
20
Dia Datang Membawa Diri, Bukan Harga Diri
21
Rinduku Meledak Di Tubuhmu
22
Pagi yang Tak Biasa
23
Sang Algojo
24
All for Her
25
Raja yang Kehilangan Kendali
26
Cinta Dalam Ancaman
27
Malam Itu, Segalanya Retak
28
Nama Asli yang Terkubur
29
Rencana yang Menjadi Cinta
30
Luka yang Kita Nikmati
31
Di Antara Dua Kebenaran
32
Kael Friedrich yang Terkubur
33
Luka yang Kita Peluk
34
Antara Cinta dan Luka
35
Warisan yang Tak Kuinginkan
36
Insiden Cokelat - Part 1
37
Insiden Cokelat - Part 2
38
Dibelenggu Hasrat
39
Perpisahan Pertama
40
Perpisahan Kedua
41
Dua Nisan yang Berdampingan
42
Perpisahan Tanpa Janji
43
Dari Paris ke Berlin
44
Apa Kau Bahagia Tanpaku?
45
Jarak yang Dekat
46
Terlihat, Namun Tak Tersentuh
47
Sudah Cukup?
48
Saat Takdir Bekerja
49
Kesempatan Dalam Kesempitan
50
Cemburu
51
Rencana Logan
52
Perang Hati
53
Dermaga Rindu
54
Bahasa Tubuh - Part 1
55
Bahasa Tubuh - Part 2
56
Logan vs Selena
57
Pengumuman
58
Jalan yang Berbeda
59
Pagi di Paris
60
Mulai Hari Ini
61
Bahagia Itu Langka
62
Potret Kita
63
Perpisahan di Pintu Keberangkatan
64
LDR
65
Pertemuan yang Ditunggu
66
Surprise!
67
Singkat, tapi Membakar
68
Lamaran di Langit
69
Malam Penanda
70
Kemesraan Di Pagi Hari
71
Warisan yang Dikembalikan
72
Nama yang Tak Diinginkan
73
Sebuah Pengorbanan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!