Awal dari Permainan

...❤︎‬...

..."Dia tak butuh senjata untuk melukai. Hanya senyuman lembut dan janji kecil yang terdengar manis."...

...❤︎‬...

Proses les private hari pertama berjalan dengan lancar. Tak ada yang aneh dan tak ada yang membuat Elika tak nyaman. Bahkan ... Elika menjadi bersemangat menghafal kosa kata baru yang sebelumnya belum pernah ia jamah.

Tak terasa, sudah 3 jam berlalu.

"Bagaimana? Apa bahasa Jerman sulit untukmu?" tanya Julian lembut.

Elika menggerakkan bibirnya ke kiri dan ke kanan. Seolah sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Julian. "Hmm."

"Oh ... sulit ya?"

"Sedikit," kekeh Elika pelan.

"It's okay. Karena ini baru hari pertama. Pelan-pelan saja," ucap Julian meyakinkan.

Elika mengangguk pelan. Bibir merah muda itu melengkung, membentuk sebuah senyuman yang indah dan sangat manis. Mata coklatnya yang terlihat polos itu menatap penuh percaya pada Julian.

"Kalau kau berhasil menguasai materi A1 dalam waktu 1 bulan, aku akan memberikanmu hadiah."

Seketika mata Elika berbinar-binar. Gadis yang masih di usia muda itu senang mendengarkan ucapan dari seorang pria dewasa di depannya. Ia pikir, Julian memberikannya hadiah hanya sebatas agar ia bersemangat dalam belajar.

Sayangnya tidak. Tentu saja ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sesuatu. Karena di dunia yang kejam ini, tentu saja tak ada yang gratis.

...❤︎‬...

Setelah Julian pulang dari kediaman Dawson, Elika berbaring di atas ranjang. Ia menghela nafas dan memejamkan matanya sejenak. Sekedar melepas lelah karena sudah belajar selama 3 jam yang terbagi menjadi speaking & listening, grammar & reading serta writing & vocabulary.

..."Kalau kau berhasil menguasai materi A1 dalam waktu 1 bulan, aku akan memberikanmu hadiah."...

Kembali terngiang ucapan Julian di kepala Elika. Mata yang tadinya terpejam sejenak, kembali terbuka. Ia mendadak bersemangat dan tak mengenal lelah.

"Aku harus giat! Agar aku bisa kuliah di Jerman dan ... tentu saja demi hadiah yang Julian janjikan!"

Elika bangkit dari tidurnya. Ia melirik jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 12 lewat. Perutnya mendadak keroncongan.

"Oh my God!" Elika menepuk jidatnya. "Aku lupa menawarkan dia makan siang sebelum pulang!"

Gadis berkulit putih bercahaya itu menghela nafas. "Besok ... aku akan menawarkannya makan siang sebelum pulang."

...❤︎...

Di sebuah rumah mewah yang ada di Kota Houston, Texas.

Sebuah sedan tua berhenti tepat di depan pintu masuk rumah tersebut. Sesaat mobil berhenti, salah seorang pria dengan jas hitam datang dan membukakan pintu untuk Julian.

Tutor yang tadinya dikenal hangat oleh Elika, kini ia melepaskan kacamata dan memberikannya kepada Logan—ajudan yang tak kalah tampan dan juga setia pada Julian.

"Makan siang sudah—"

"Nanti saja," potong Julian.

"Baik, Mr. Dreyson."

Kael Julian Dreyson. Kerap disapa Kael. Hanya saja, saat ia bersandiwara, ia menggunakan nama Julian. Namun, saat ia kembali ke kehidupan asli, ia menggunakan sapaan aslinya, Kael.

Kael berjalan masuk ke dalam rumah megah yang besar, di mana di ambang pintu ia disambut dengan bungkukan hormat dari para penjaga yang ada.

Pria dengan tubuh atletis itu melepaskan satu per satu kancing kemeja navy yang ia kenakan sambil menapaki tangga menuju ke lantai 2. Setibanya ia di lantai 2, ia bergegas ke kamarnya. Lalu, ia menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dengan satu lengan menopang di atas dahi.

"Elika Pierce ...."

"Ck!"

Kael menyeringai tipis.

"Aku penasaran, seperti apa reaksi ayahmu saat tahu ... anaknya menjadi mainan yang menyenangkan untukku."

Waktu pun berlalu. Kael terlelap tanpa sadar dan melewatkan makan siang. Dua jam kemudian ia terjaga saat ponselnya bergetar.

Ada sebuah notifikasi masuk.

Kael mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Lalu membawa benda pipih itu ke awang. Mata elangnya menatap datar ke layar. Dan sesaat kemudian, ia menyeringai tipis.

^^^"Hai, Julian. It's me. Elika."^^^

^^^"Aku ingin ke toko buku."^^^

^^^"Apa kau ada saran, buku apa sebaiknya yang ku beli?"^^^

^^^"You know? Aku tak sabar untuk segera menguasai bahasa Jerman." ^^^

Alih-alih membalas pesan Elika, Kael memilih bangkit dari sofa empuknya. Ia melempar ponselnya ke atas ranjang, kemudian ia melepaskan kemejanya sambil menuju ke kamar mandi. Ia sengaja tak langsung membalas pesan gadis itu.

Bukankah membuat gadis itu menunggu, semakin membuat gadis itu menjadi penasaran padanya? Itulah yang Kael rencanakan.

...❤︎...

Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Usai menerima beberapa laporan dari Logan di ruang kerjanya, Kael meraih ponselnya. Beberapa detik kemudian, ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

^^^"Halo? Julian?"^^^

Wajah datar Kael berubah seketika. Dingin menjadi hangat. Tegang menjadi santai.

"Hai, Elika. Maaf aku baru pulang dari rumah sakit."

^^^"Ah ... maaf, aku mengganggu."^^^

"No worries," sahut Julian dengan santai. "Jadi ... apa kau sudah pergi ke toko buku?"

^^^"Belum."^^^

"Bagaimana kalau lusa kita pergi bersama?" Julian kembali melempar umpan. Tentu saja umpan yang ia lemparkan kali ini untuk menciptakan kedekatan antara ia dan Elika, sesegera mungkin.

^^^"Eum ... apa itu tidak merepotkan?"^^^

"Of course not. Aku senang bisa membantumu. Tapiii ... kau harus menyetor 25 kosa kata padaku besok."

^^^"Hah? 25 kosa kata?"^^^

"You can do it, Elika."

^^^"I will try."^^^

...❤︎❤︎...

...Notes :...

...Nama Kael saat dia menjadi dirinya sendiri. Sementara nama Julian, saat dia berubah menjadi orang lain....

...❤︎❤︎❤︎...

...To be continued .......

Terpopuler

Comments

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀JB_Adin💜⃞⃟𝓛 §𝆺𝅥⃝

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀JB_Adin💜⃞⃟𝓛 §𝆺𝅥⃝

mungkin dendammu berhasil Kael,, tapi apa mungkin hatimu tidak akan punya rasa untuk Elika nanti ya

2025-07-25

0

vj'z tri

vj'z tri

woah butuh uang untuk perawatan adik yah 🤭🤭🤭🤭🤭 alsan yang luarrrr biasa

2025-07-27

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

yakinkael klo kmu juga gk akn baper sm elika

2025-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Tutor Baru Elika
2 Awal dari Permainan
3 Semakin Dekat, Semakin Tertipu
4 Hadiah Penuh Hasrat
5 Kelembutan yang Berbahaya
6 Antara Nafas, Tatapan dan Jebakan
7 Hasrat yang Membungkam Logika
8 Kejujuran Penuh Dusta
9 Sepotong Sandwich dan Luka Lama
10 Batas yang Kuciptakan Sendiri
11 Yang Aku Taklukkan, Justru Menaklukkanku
12 Di Balik Nama yang Tak Kau Kenal
13 The Lover and The Liar
14 Bukan Julian, Tapi Kael
15 Auf Wiedersehen, Elika
16 Bayangan yang Bangkit
17 Terlarang Namun Tertawan
18 Rindu Berujung Pilu
19 Bicara Saja Dengan Tubuhmu
20 Dia Datang Membawa Diri, Bukan Harga Diri
21 Rinduku Meledak Di Tubuhmu
22 Pagi yang Tak Biasa
23 Sang Algojo
24 All for Her
25 Raja yang Kehilangan Kendali
26 Cinta Dalam Ancaman
27 Malam Itu, Segalanya Retak
28 Nama Asli yang Terkubur
29 Rencana yang Menjadi Cinta
30 Luka yang Kita Nikmati
31 Di Antara Dua Kebenaran
32 Kael Friedrich yang Terkubur
33 Luka yang Kita Peluk
34 Antara Cinta dan Luka
35 Warisan yang Tak Kuinginkan
36 Insiden Cokelat - Part 1
37 Insiden Cokelat - Part 2
38 Dibelenggu Hasrat
39 Perpisahan Pertama
40 Perpisahan Kedua
41 Dua Nisan yang Berdampingan
42 Perpisahan Tanpa Janji
43 Dari Paris ke Berlin
44 Apa Kau Bahagia Tanpaku?
45 Jarak yang Dekat
46 Terlihat, Namun Tak Tersentuh
47 Sudah Cukup?
48 Saat Takdir Bekerja
49 Kesempatan Dalam Kesempitan
50 Cemburu
51 Rencana Logan
52 Perang Hati
53 Dermaga Rindu
54 Bahasa Tubuh - Part 1
55 Bahasa Tubuh - Part 2
56 Logan vs Selena
57 Pengumuman
58 Jalan yang Berbeda
59 Pagi di Paris
60 Mulai Hari Ini
61 Bahagia Itu Langka
62 Potret Kita
63 Perpisahan di Pintu Keberangkatan
64 LDR
65 Pertemuan yang Ditunggu
66 Surprise!
67 Singkat, tapi Membakar
68 Lamaran di Langit
69 Malam Penanda
70 Kemesraan Di Pagi Hari
71 Warisan yang Dikembalikan
72 Nama yang Tak Diinginkan
73 Sebuah Pengorbanan
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Tutor Baru Elika
2
Awal dari Permainan
3
Semakin Dekat, Semakin Tertipu
4
Hadiah Penuh Hasrat
5
Kelembutan yang Berbahaya
6
Antara Nafas, Tatapan dan Jebakan
7
Hasrat yang Membungkam Logika
8
Kejujuran Penuh Dusta
9
Sepotong Sandwich dan Luka Lama
10
Batas yang Kuciptakan Sendiri
11
Yang Aku Taklukkan, Justru Menaklukkanku
12
Di Balik Nama yang Tak Kau Kenal
13
The Lover and The Liar
14
Bukan Julian, Tapi Kael
15
Auf Wiedersehen, Elika
16
Bayangan yang Bangkit
17
Terlarang Namun Tertawan
18
Rindu Berujung Pilu
19
Bicara Saja Dengan Tubuhmu
20
Dia Datang Membawa Diri, Bukan Harga Diri
21
Rinduku Meledak Di Tubuhmu
22
Pagi yang Tak Biasa
23
Sang Algojo
24
All for Her
25
Raja yang Kehilangan Kendali
26
Cinta Dalam Ancaman
27
Malam Itu, Segalanya Retak
28
Nama Asli yang Terkubur
29
Rencana yang Menjadi Cinta
30
Luka yang Kita Nikmati
31
Di Antara Dua Kebenaran
32
Kael Friedrich yang Terkubur
33
Luka yang Kita Peluk
34
Antara Cinta dan Luka
35
Warisan yang Tak Kuinginkan
36
Insiden Cokelat - Part 1
37
Insiden Cokelat - Part 2
38
Dibelenggu Hasrat
39
Perpisahan Pertama
40
Perpisahan Kedua
41
Dua Nisan yang Berdampingan
42
Perpisahan Tanpa Janji
43
Dari Paris ke Berlin
44
Apa Kau Bahagia Tanpaku?
45
Jarak yang Dekat
46
Terlihat, Namun Tak Tersentuh
47
Sudah Cukup?
48
Saat Takdir Bekerja
49
Kesempatan Dalam Kesempitan
50
Cemburu
51
Rencana Logan
52
Perang Hati
53
Dermaga Rindu
54
Bahasa Tubuh - Part 1
55
Bahasa Tubuh - Part 2
56
Logan vs Selena
57
Pengumuman
58
Jalan yang Berbeda
59
Pagi di Paris
60
Mulai Hari Ini
61
Bahagia Itu Langka
62
Potret Kita
63
Perpisahan di Pintu Keberangkatan
64
LDR
65
Pertemuan yang Ditunggu
66
Surprise!
67
Singkat, tapi Membakar
68
Lamaran di Langit
69
Malam Penanda
70
Kemesraan Di Pagi Hari
71
Warisan yang Dikembalikan
72
Nama yang Tak Diinginkan
73
Sebuah Pengorbanan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!