Kelembutan yang Berbahaya

...❤︎...

..."Pria itu tahu, satu demi satu bagian tubuh targetnya akan segera ia miliki. Tanpa paksaan. Hanya kelembutan. Itulah kenapa, kelembutan lebih mematikan daripada paksaan."...

...❤︎...

Seminggu setelah adegan ciuman panas antara Julian dan Elika, keduanya melanjutkan rutinitas sehari selama 3 jam seperti biasa

Seminggu setelah adegan ciuman panas antara Julian dan Elika, keduanya melanjutkan rutinitas sehari selama 3 jam seperti biasa. Tak ada yang berubah. Semua masih sama seperti sebelum-sebelumnya.

Tapi Elika membatin. Ia merasa digantung. Bahkan ia merasa kesal karena tutornya itu tak mengatakan apa-apa setelah mencium bibirnya dengan buas?

"Apa kau mempermainkanku?" batin Elika. Tangan yang semula menulis di atas catatan, mendadak terhenti. Ia mencengkeram pena hitam itu dengan sangat kuat. Terlihat bahwa saat itu ia sedang menumpahkan segenap kekesalannya.

Julian sadar dengan reaksi Elika. Dan dia memang sengaja. Sengaja membuat gadis itu berantakan dan tak tenang.

"Ck! Terima kasih saranmu, Logan. Kau benar, jika ingin membuat seseorang menderita, maka kau harus menghancurkan anak atau orangtuanya lebih dulu," batin Julian bergumam.

Julian mengambil tasnya yang ada di atas lantai. "Elika ...."

Julian menyodorkan sebuah kotak hitam dengan pita emas di atas buku catatan Elika. "Maaf, kado kelulusan A1 kamu terlambat."

"Kau tahu, seminggu yang lalu adikku berada di ICU. Jadi, aku harus mengeluarkan uang yang banyak. Aku kalut dan tak bisa berfikir dengan baik selama seminggu terakhir. Maaf."

Mata Elika membelalak. Kekesalannya mendadak sirna. Ia menoleh ke samping, menatap Julian dengan tatapan terkejut. Tatapan yang menyiratkan bahwa pria itu tak lupa dengan janjinya.

"Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Elika penasaran.

"Sudah membaik." Julian tersenyum.

"Dia sakit ap—"

"Bukalah hadiahnya," potong Julian sengaja. Ia tak ingin Elika membicarakan sosok yang tak ada itu lebih dalam lagi. Karena adiknya ... sudah lama meninggal dunia.

Elika teralihkan. Ia meraih kotak hitam itu dan membukanya dengan perasaan yang berdebar-debar. Sesaat kotak itu ia buka, matanya membulat dengan sempurna. Bibirnya setengah terbuka.

"Kalau kau tak suka—"

"Julian! I love this necklace!" seru Elika dengan mata berbinar-binar. Namun sesaat kemudian bahunya menyusut turun. "Tapi ... hadiah ini terlalu berlebihan."

"Bukankah kau sedang kesulitan?" imbuh Elika sedih.

Julian bertindak agresif, menyentuh dagu Elika dan mengangkat wajah cantik itu. "Kau sudah bekerja keras. Sudah seharusnya kau mendapatkannya."

"Tapi—"

Julian membungkam bibir Elika dengan bibirnya. Tanpa ragu dan tanpa takut akan ada penolakan dari gadis itu. Karena ia tahu, Elika tak akan menolaknya.

"Berbaliklah, aku akan memakaikan benda cantik ini ... untuk gadis yang cantik sepertimu," perintah Julian sambil mengeluarkan kalung itu dari kotaknya.

Elika tak menolak. Ia menuruti ucapan Julian. Membelakangi pria itu dan mengangkat rambutnya tinggi-tinggi, agar Julian dengan mudah memasangkan kalung di lehernya.

Kalung silver dengan liontin permata sudah menggantung di leher Elika. Tapi gadis itu tak sadar, di dalam permata yang indah itu, Julian menanamkan alat pelacak yang tak seharusnya ada di tubuh seorang gadis yang tak berdosa.

Sesaat memasangkan kalung di leher Elika, Julian mengecup lembut tengkuk gadis itu.

Elika bergidik. Namun ia langsung menoleh ke belakang, menatap Julian dengan kesal. "Kau membuatku bingung, Julian."

"Apa arti ciuman kita bagimu? Apa aku hanya mainan untukmu? Apa karena aku masih 19 tahun, maka kau dengan mudah memanipulasi perasaanku?"

Julian membetulkan posisi duduknya. Kemudian ia memegang kedua tangan Elika. Tertunduk sambil memasang ekspresi penuh sesal dan tak berdaya. "Aku takut melewati batas, Elika."

"Kau terlalu sulit untukku gapai. Dan aku ... aku bukan siapa-siapa," imbuhnya penuh dusta.

Kekesalan yang meluap, seketika mereda. Elika dengan seribu satu pikiran positifnya, ia tak sedikitpun meletakkan rasa waspadanya pada tutornya. Baginya ... Julian adalah sosok pria yang lemah lembut, penyayang, hangat dan pekerja keras.

"Kau sudah melewati batas itu, Julian," papar Elika gamblang. "Kau sudah menciumku. Dan sepertinya ...."

"Aku menyukaimu, Julian ...." Elika membuang wajahnya ke samping. Suaranya hampir tak terdengar. Tapi Julian dapat mendengarkan apa yang gadis itu gumamkan.

Julian mendadak girang. Bibirnya mengulum senyum. Sebuah senyum kemenangan, di mana gadis itu sukses mengungkapkan perasaannya tanpa ia perlu bersusah payah. Itu artinya, target sudah menyerahkan seluruh hatinya. Hanya membutuhkan beberapa trik lagi agar ia bisa menguasai tubuh gadis itu, memakannya dan membuangnya seperti sampah yang tak berarti lagi.

Julian memegang kedua pipi Elika. Membawa wajah cantik itu mengahadap ke arahnya. Ia memasang topeng pria hangat yang penuh kelembutan di depan gadis itu. "Apa ... aku bisa menjadi kekasihmu?"

Elika tak menjawab dengan bahasa. Tapi ia menjawab dengan sebuah kecupan di bibir Julian. Kecupan yang singkat dan penuh gairah. Serta kecupan yang menjawab pertanyaan dan keraguan dari hati Julian.

"I'm yours ... Mr. Julian."

"Besok ... mau ke apartemenku?" ucap Julian tanpa basa basi. Langsung ke intinya. Apalagi yang ada di pikiran pria kalau bukan untuk melahap habis tubuh gadis muda itu.

"Aku ingin menunjukkan padamu, seperti apa keseharianku. Kau bisa mundur menjadi kekasihku saat itu juga."

...❤︎❤︎❤︎...

...To be continued .......

Terpopuler

Comments

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀JB_Adin💜⃞⃟𝓛 §𝆺𝅥⃝

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀JB_Adin💜⃞⃟𝓛 §𝆺𝅥⃝

wah wah Elika jangan terlalu polos kamu

2025-08-14

1

Ita rahmawati

Ita rahmawati

weeehh julian mainnya lgsg apartemen cuy 🤣

2025-08-01

0

vj'z tri

vj'z tri

streak gak tuh umpan benar benar di lahap habis 😁😁😁

2025-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 Tutor Baru Elika
2 Awal dari Permainan
3 Semakin Dekat, Semakin Tertipu
4 Hadiah Penuh Hasrat
5 Kelembutan yang Berbahaya
6 Antara Nafas, Tatapan dan Jebakan
7 Hasrat yang Membungkam Logika
8 Kejujuran Penuh Dusta
9 Sepotong Sandwich dan Luka Lama
10 Batas yang Kuciptakan Sendiri
11 Yang Aku Taklukkan, Justru Menaklukkanku
12 Di Balik Nama yang Tak Kau Kenal
13 The Lover and The Liar
14 Bukan Julian, Tapi Kael
15 Auf Wiedersehen, Elika
16 Bayangan yang Bangkit
17 Terlarang Namun Tertawan
18 Rindu Berujung Pilu
19 Bicara Saja Dengan Tubuhmu
20 Dia Datang Membawa Diri, Bukan Harga Diri
21 Rinduku Meledak Di Tubuhmu
22 Pagi yang Tak Biasa
23 Sang Algojo
24 All for Her
25 Raja yang Kehilangan Kendali
26 Cinta Dalam Ancaman
27 Malam Itu, Segalanya Retak
28 Nama Asli yang Terkubur
29 Rencana yang Menjadi Cinta
30 Luka yang Kita Nikmati
31 Di Antara Dua Kebenaran
32 Kael Friedrich yang Terkubur
33 Luka yang Kita Peluk
34 Antara Cinta dan Luka
35 Warisan yang Tak Kuinginkan
36 Insiden Cokelat - Part 1
37 Insiden Cokelat - Part 2
38 Dibelenggu Hasrat
39 Perpisahan Pertama
40 Perpisahan Kedua
41 Dua Nisan yang Berdampingan
42 Perpisahan Tanpa Janji
43 Dari Paris ke Berlin
44 Apa Kau Bahagia Tanpaku?
45 Jarak yang Dekat
46 Terlihat, Namun Tak Tersentuh
47 Sudah Cukup?
48 Saat Takdir Bekerja
49 Kesempatan Dalam Kesempitan
50 Cemburu
51 Rencana Logan
52 Perang Hati
53 Dermaga Rindu
54 Bahasa Tubuh - Part 1
55 Bahasa Tubuh - Part 2
56 Logan vs Selena
57 Pengumuman
58 Jalan yang Berbeda
59 Pagi di Paris
60 Mulai Hari Ini
61 Bahagia Itu Langka
62 Potret Kita
63 Perpisahan di Pintu Keberangkatan
64 LDR
65 Pertemuan yang Ditunggu
66 Surprise!
67 Singkat, tapi Membakar
68 Lamaran di Langit
69 Malam Penanda
70 Kemesraan Di Pagi Hari
71 Warisan yang Dikembalikan
72 Nama yang Tak Diinginkan
73 Sebuah Pengorbanan
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Tutor Baru Elika
2
Awal dari Permainan
3
Semakin Dekat, Semakin Tertipu
4
Hadiah Penuh Hasrat
5
Kelembutan yang Berbahaya
6
Antara Nafas, Tatapan dan Jebakan
7
Hasrat yang Membungkam Logika
8
Kejujuran Penuh Dusta
9
Sepotong Sandwich dan Luka Lama
10
Batas yang Kuciptakan Sendiri
11
Yang Aku Taklukkan, Justru Menaklukkanku
12
Di Balik Nama yang Tak Kau Kenal
13
The Lover and The Liar
14
Bukan Julian, Tapi Kael
15
Auf Wiedersehen, Elika
16
Bayangan yang Bangkit
17
Terlarang Namun Tertawan
18
Rindu Berujung Pilu
19
Bicara Saja Dengan Tubuhmu
20
Dia Datang Membawa Diri, Bukan Harga Diri
21
Rinduku Meledak Di Tubuhmu
22
Pagi yang Tak Biasa
23
Sang Algojo
24
All for Her
25
Raja yang Kehilangan Kendali
26
Cinta Dalam Ancaman
27
Malam Itu, Segalanya Retak
28
Nama Asli yang Terkubur
29
Rencana yang Menjadi Cinta
30
Luka yang Kita Nikmati
31
Di Antara Dua Kebenaran
32
Kael Friedrich yang Terkubur
33
Luka yang Kita Peluk
34
Antara Cinta dan Luka
35
Warisan yang Tak Kuinginkan
36
Insiden Cokelat - Part 1
37
Insiden Cokelat - Part 2
38
Dibelenggu Hasrat
39
Perpisahan Pertama
40
Perpisahan Kedua
41
Dua Nisan yang Berdampingan
42
Perpisahan Tanpa Janji
43
Dari Paris ke Berlin
44
Apa Kau Bahagia Tanpaku?
45
Jarak yang Dekat
46
Terlihat, Namun Tak Tersentuh
47
Sudah Cukup?
48
Saat Takdir Bekerja
49
Kesempatan Dalam Kesempitan
50
Cemburu
51
Rencana Logan
52
Perang Hati
53
Dermaga Rindu
54
Bahasa Tubuh - Part 1
55
Bahasa Tubuh - Part 2
56
Logan vs Selena
57
Pengumuman
58
Jalan yang Berbeda
59
Pagi di Paris
60
Mulai Hari Ini
61
Bahagia Itu Langka
62
Potret Kita
63
Perpisahan di Pintu Keberangkatan
64
LDR
65
Pertemuan yang Ditunggu
66
Surprise!
67
Singkat, tapi Membakar
68
Lamaran di Langit
69
Malam Penanda
70
Kemesraan Di Pagi Hari
71
Warisan yang Dikembalikan
72
Nama yang Tak Diinginkan
73
Sebuah Pengorbanan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!