Bab 5 Kebohongan

Alia berjalan dengan hati berdebar. Satu demi satu langkah dilewatinya. Hingga kini, ia telah berada di depan kamar 208 yang disebutkan oleh Riska.

Alia terdiam sejenak, mencoba mengatur kembali hatinya. Ia tahu bahwa Devan selama ini telah menipunya, ia tahu bahwa Devan tak pernah mencintai dirinya. Ia juga tahu bahwa Devan ternyata mencintai sahabatnya, Riska.

Namun tak pernah terpikir oleh Alia, jika ia harus benar-benar melihat kebersamaan mereka di dalam kamar yang sama.

Ya, Riska tak pernah tahu jika Alia telah mengetahui semua tipu dayanya bersama Devan. Riska mungkin ingin mengejutkan dirinya dengan menunjukkan kebersamaan mereka, namun Alia sudah bisa menebaknya bahkan sebelum melihat semuanya.

Alia menekan bel yang terdapat di sudut pintu hotel. Beberapa saat kemudian terdengar pintu mulai terbuka, dan ia berpikir ia akan bertemu dengan Riska. Namun ternyata ia salah, sosok yang kini ada di hadapannya adalah Devan, kekasih yang hingga kini masih dicintainya.

"Devan?" Seru Alia sedikit histeris.

Meskipun ia telah menduganya, hatinya tetap sakit kala melihat pria yang ia cintai bertelanjang dada dengan hanya mengenakan hotpants dan rambut yang berantakan.

"Alia??" Devan pun terkejut melihat Alia yang tiba-tiba telah ada di hadapannya.

"Ka-kamu sudah datang?"

Devan tak menyangka jika Alia akan menemuinya di kamar ini, karena seingatnya, ia hanya meminta Alia menunggunya di restoran.

Semula Devan ingin menjebak Alia dan mengambil kesuciannya, namun karena ia telah menghabiskan waktu bersama Riska, ia mengubah rencananya dan bermaksud mengerjai Alia sekali lagi, membuat wanita itu menunggu hingga pagi hari.

Tapi ternyata Alia justru menemuinya di kamar hotel tempat dirinya menghabiskan waktu bersama Riska.

"Ya, Dev aku datang. Apa kau bersama Riska?" tanya Alia mencoba setenang mungkin, meski hatinya sangat terguncang.

"Apa?? Riska??" Devan sedikit kebingungan mendengar pertanyaan Alia.

"Sayang, mengapa kau menanyakan Riska padaku?" tanya Devan seraya tersenyum.

Alia tersenyum tipis.

Kau sangat terbiasa menipuku rupanya Dev.

"Alia, aku mengajak mu makan malam, dan agar tidak terlambat aku menyewa kamar di sini untuk bisa menemui mu sayang. Tapi aku malah ketiduran, tunggu sebentar ya, aku bersiap dulu," tutur Devan menyentuh kedua tangan Alia dengan senyum manis di wajahnya.

Alia menatapnya nanar, hatinya begitu sakit melihat senyuman itu. Selama ini ia mengira senyum itu adalah senyuman paling tulus untuknya. Senyuman penuh cinta dari Devan.

Tapi ternyata, senyuman itu adalah senyuman tipu daya yang merenggut semua harga dirinya. Bahkan di saat seperti ini, pria di hadapannya masih berusaha menipunya lagi dan lagi.

"Lepaskan tanganmu dariku Devan."

Mendengar itu Devan pun terkejut. Ia menatap Alia dengan heran.

"Sayang, kamu kenapa?"

"Selama ini aku terlalu bodoh karena mencintai laki-laki sepertimu Dev."

"Apa???"

Alia tersenyum tipis, mencoba menekan rasa sakit dihatinya.

"Aku pikir aku telah mendapatkan cinta sejati ku melalui dirimu. Aku berusaha menjadi wanitamu yang terbaik. Aku mengikuti semua keinginanmu meskipun itu merugikan diriku. Aku selalu menerima jika kau tiba-tiba marah padaku tanpa alasan meskipun hatiku sakit."

"Al...."

"Aku terkunci di perpustakaan kampus, aku tidak lulus ujian dan terancam Do, aku menyelam ke dalam kolam hingga aku kehabisan nafas dan kedinginan, aku berlari mengejar mu ketika kau memintaku membawakan buku yang tertinggal di kelasmu hingga kakiku terasa sakit."

"Al.. Maafkan aku, kita sudah pernah membahasnya kan?"

"Kau tidak pernah membahasnya, kau hanya mengatakan maaf dan terima kasih namun tak pernah tahu bagaimana kondisiku."

"Aku berlutut di depan dosen hanya untuk melindungi mu, aku mempermalukan diriku di hadapan orang lain demi dirimu. Aku percaya padamu ketika kau memintaku mencarikan sebuah benda yang menurutmu adalah jimat keberuntungan, aku keliling ke semua toko tapi aku tak menemukannya hingga kau memintaku pergi ke atap kampus dengan menaiki tangga karena benda itu ada di sana dan hanya aku yang bisa mengambilnya."

"Aku lelah saat itu tapi aku melakukannya untuk dirimu Devan," Alia terdiam sejenak.

Mengingat hal-hal bodoh itu membuat hatinya begitu sesak hingga tak mampu lagi membendung airmata nya.

Devan pun terdiam menatap Alia yang mulai meneteskan airmata. Mendengar Alia menyebutkan semua kejahatan yang ia lakukan, hatinya terasa dingin.

"Al, untuk apa kau menyebutkan semua itu lagi? Bukankah itu memang aku butuhkan dan kita sudah membahasnya?" tanya Devan, entah mengapa kali ini hatinya berdebar.

Alia tersenyum kecil, lalu mengusap airmata nya.

"Kau hanya membahas bagian dirimu, kau tak pernah menanyakan aku. Dan ternyata semua itu hanya kebohongan dirimu yang mencoba menyulitkan diriku. Iya kan Dev?"

Devan pun membelalakkan matanya terkejut.

"Apa??"

Mengapa Alia mengatakan hal semacam itu? Apakah ia mengetahui jika selama ini aku hanya menipunya?

Terpopuler

Comments

Miu Nuha.

Miu Nuha.

iya, rasain tuh. dn jgn sampe kamu ambil kesucian Alia yaa, ak bkl bunuh kamu!! 😭😭

2025-06-29

0

Tini Timmy

Tini Timmy

sekarang jangan gitu lagi ya al

2025-07-03

0

Bella syaf

Bella syaf

jahat banget si Devan ini ya Allah

2025-06-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Kabar Mengejutkan
2 Bab 2 Hanya ilusi
3 Bab 3 Rencana Jahat
4 Bab 4 Hal Tersembunyi
5 Bab 5 Kebohongan
6 Bab 6 Bukan Cinderella
7 Seperti Gadis Peminta Belas Kasihan
8 Bab 8 Ada apa dengan Esok?
9 Tamu Penting
10 Hanya Tawanan
11 Permainan akan dimulai
12 Jangan Berharap Bisa Lepas Dariku!
13 Apa Kau Masih Perawan?
14 Cantik
15 Jangan Menunduk Kepada Siapapun
16 Mantan Kekasihku
17 Wanita Bodoh!
18 Marah-marah Tak Jelas
19 Dipermalukan
20 Jangan Selalu Membuatku Marah
21 Hanya Menari
22 Mengapa aku Memikirkannya?
23 Terima kasih Tuan
24 Jadilah Gadis Baik
25 Masih Tentang Alia
26 Kau yang Telah Membuang ku
27 Akan Menghukum mu
28 Bukan Kekasihnya
29 Menyakiti Hatiku
30 Apa saja yang telah Kamu Lewati?
31 Tidak Mungkin!
32 Kau Sangat Mencintaiku
33 Sam Pria yang Menyeramkan
34 Cukup Lupakan Hari Ini
35 Gadis menyebalkan
36 Mari Lakukan Hal Yang Lain
37 Balas lah Ciumanku
38 Jangan Banyak Bicara + visual
39 Foto Alia
40 Berita Palsu
41 Kau ingin Mati Tanpa Izinku?
42 Jangan Buat Keributan
43 Baik-baik Saja
44 Tidak Menjual Diriku!
45 Bagaimana Jika Melepaskan Aku?
46 Kau Milikku!
47 Jangan Takut
48 Bukan Pel*cehan
49 Kau Harus Menungguku
50 Aku akan Kembali
51 Sam Tidak Pulang
52 Pria Jahat
53 Berjalanlah Bersamaku
54 Kepada Siapa Harusnya Berpihak
55 Jangan Bertindak Bodoh Lagi
56 Jangan Mencoba Pergi
57 Pernah Terluka
58 Kenapa Merasa Sakit Hati?
59 Nikmati Waktumu Bersamaku
60 Jangan Mengusiknya, Ayah
61 Tubuhmu adalah Milikku
62 John Lawier Bachtiar
63 Tidak ada yang boleh Menyentuhnya
64 Trauma Mendalam
65 Merindukan Suaramu
66 Bisakah Kau Tetap Hidup?
67 Menyiksaku Seumur Hidupku
68 Aku Takut Kehilanganmu
69 Aku Ada Di sini
70 Hanya Boleh Berbinar Kepadaku
71 Hari Pernikahan
72 Malam Panas Bersama (21+)
73 Lakukan Setiap Hari
74 Terima Kasih Alia (End)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab 1 Kabar Mengejutkan
2
Bab 2 Hanya ilusi
3
Bab 3 Rencana Jahat
4
Bab 4 Hal Tersembunyi
5
Bab 5 Kebohongan
6
Bab 6 Bukan Cinderella
7
Seperti Gadis Peminta Belas Kasihan
8
Bab 8 Ada apa dengan Esok?
9
Tamu Penting
10
Hanya Tawanan
11
Permainan akan dimulai
12
Jangan Berharap Bisa Lepas Dariku!
13
Apa Kau Masih Perawan?
14
Cantik
15
Jangan Menunduk Kepada Siapapun
16
Mantan Kekasihku
17
Wanita Bodoh!
18
Marah-marah Tak Jelas
19
Dipermalukan
20
Jangan Selalu Membuatku Marah
21
Hanya Menari
22
Mengapa aku Memikirkannya?
23
Terima kasih Tuan
24
Jadilah Gadis Baik
25
Masih Tentang Alia
26
Kau yang Telah Membuang ku
27
Akan Menghukum mu
28
Bukan Kekasihnya
29
Menyakiti Hatiku
30
Apa saja yang telah Kamu Lewati?
31
Tidak Mungkin!
32
Kau Sangat Mencintaiku
33
Sam Pria yang Menyeramkan
34
Cukup Lupakan Hari Ini
35
Gadis menyebalkan
36
Mari Lakukan Hal Yang Lain
37
Balas lah Ciumanku
38
Jangan Banyak Bicara + visual
39
Foto Alia
40
Berita Palsu
41
Kau ingin Mati Tanpa Izinku?
42
Jangan Buat Keributan
43
Baik-baik Saja
44
Tidak Menjual Diriku!
45
Bagaimana Jika Melepaskan Aku?
46
Kau Milikku!
47
Jangan Takut
48
Bukan Pel*cehan
49
Kau Harus Menungguku
50
Aku akan Kembali
51
Sam Tidak Pulang
52
Pria Jahat
53
Berjalanlah Bersamaku
54
Kepada Siapa Harusnya Berpihak
55
Jangan Bertindak Bodoh Lagi
56
Jangan Mencoba Pergi
57
Pernah Terluka
58
Kenapa Merasa Sakit Hati?
59
Nikmati Waktumu Bersamaku
60
Jangan Mengusiknya, Ayah
61
Tubuhmu adalah Milikku
62
John Lawier Bachtiar
63
Tidak ada yang boleh Menyentuhnya
64
Trauma Mendalam
65
Merindukan Suaramu
66
Bisakah Kau Tetap Hidup?
67
Menyiksaku Seumur Hidupku
68
Aku Takut Kehilanganmu
69
Aku Ada Di sini
70
Hanya Boleh Berbinar Kepadaku
71
Hari Pernikahan
72
Malam Panas Bersama (21+)
73
Lakukan Setiap Hari
74
Terima Kasih Alia (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!