Bab 2 Hanya ilusi

Mengapa mereka menipuku? Apakah Devan tahu? Apa memang ini adalah rencananya?

Pikiran Alia mulai kalut, merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Iya, kita pernah membohonginya untuk mencari buku di perpustakaan kampus, padahal buku itu tak pernah ada, hahaha," tutur Eko.

"Oh iya benar, sampai dia terkunci di perpustakaan karena sampai malam masih belum mendapatkan bukunya kan?" tanya Joe memastikan.

"Iya benar, lalu kalian ingat saat Devan memberinya kalung namun Devan mengatakan jika kalung itu jatuh di kolam renang?" ujar Beri bersemangat.

"Iya aku ingat. Akhirnya Alia masuk ke dalam kolam dan mencari kalung itu hingga berjam-jam. setelah itu ia menemui Devan dalam keadaan menangis karena tak bisa menemukannya, padahal tubuhnya sedang demam," sahut Eko.

"Tentu saja tak pernah menemukannya, kalung itu tak pernah aku jatuhkan ke dalam kolam. Aku hanya tak ingin memberikan kalung itu kepadanya dengan sedikit tipuan," ucap Devan dengan suara yang terdengar puas.

Deg.

Hati Alia semakin terkejut dan sakit kala mendengar suara Devan dengan lantang mengatakan hal itu.

Devan?

Alia tak pernah menyangka bahwa kekasih yang begitu ia cintai selama ini tega menipu dan mengerjainya seperti itu. Airmata pun sudah tak mampu lagi dibendung olehnya.

"Hahaha kau benar-benar kejam Dev," balas Joe seraya tertawa.

"Masih ada lagi yang paling keji," tiba-tiba Beri berujar.

"Yang mana? Terlalu banyak, kita sudah 19x menipunya jadi aku tidak ingat yang mana yang kau maksud," Eko ikut memikirkan.

"Itu loh, saat ujian semester tapi Devan meminta Alia menunggunya di rumah karena ingin menjemputnya. Tapi Devan tak pernah datang hingga ujian itu selesai, dan Alia dinyatakan tidak lulus karena tak mengikuti ujian."

"Oh iya iya aku ingat, saat itu ia menangis meminta Devan untuk membantunya berbicara pada Dosen karena ia hampir di DO," ucap Joe.

"Iya, tapi Devan tak pernah pergi menemui dosen itu namun ia mengatakan pada Alia semua sudah diurus, bukan begitu Devan?" tanya Beri.

Devan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum smirk. Terlihat dengan jelas wajah Devan yang begitu licik, wajah yang tak pernah Alia lihat sebelumnya.

"Dan kali ini dia tertipu lagi, ia menghabiskan begitu banyak darah namun semua berakhir di tempat sampah. Hahaha sungguh bodoh wanita itu."

Apa???

"Apa kalian tidak kasihan dengan Alia? Kalau dipikir-pikir kita keterlaluan juga,"ujar Eko.

"Biarkan saja, masih untung kita tidak jadi menggunakan tubuhnya di malam pesta itu. Jadi biarkan saja, semua ini adalah hukuman yang pantas untuknya, karena telah merebut posisi ketua club tari dari tangan Riska, wanita yang dicintai Devan, apalagi sampai membuatnya menangis."

Duarrr!!

Bagaikan petir di siang bolong. Jantung Alia semakin berpacu lebih cepat dengan rasa sakit yang mengusiknya.

Riska?? Riska Amalia, sahabatku?

Alia tertawa ironis sembari meneteskan airmata mendengar semua ini.  Ia pun segera mengusap airmata nya dengan kasar dan menarik nafasnya panjang.

Ku rasa aku tahu apa yang terjadi. Riska merasa tersaingi oleh ku, lalu ia meminta bantuan kepada Devan untuk mengerjai ku. Ia tahu jika Devan menyukainya, dan ia tahu bahwa aku menyukai Devan.

Hahahaha Riska, kau sungguh kejam.

Alia segera pergi dari tempat itu dengan hati yang sakit. Airmata masih terus menggenang di wajah cantiknya. Permainan apa yang selama ini ia jalani? Ia hanya menjadi pion dalam rencana licik orang-orang yang dicintainya.

Sungguh ironis. Sahabat yang sering mendengarkan ceritaku tentang Devan, adalah penulis skenario jahat yang sesungguhnya.

Alia mengusap kembali airmata nya dengan kasar. Merasa kesal karena buliran bening itu terus saja jatuh hanya karena manusia jahat seperti Devan dan Riska.

"Aku terlalu bodoh! Bodoh!! Bodoh!!" teriak Alia kesal sekaligus sedih menghujam hatinya.

Alia pun terduduk di bawah pohon yang berada di pekarangan rumah sakit dan menangis tersedu-sedu di sana.

Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dengan tubuh yang sesenggukan. Ia tak tahu lagi bagaimana menggambarkan perasaan dan hatinya saat ini. Alia merasa langit seperti sedang jatuh di pundaknya.

"Apa kurangnya aku kepada kalian? Mengapa kalian tega kepadaku?" ucap Alia di tengah isaknya.

Alia merasakan hatinya patah yang tak terkira. Ia bahkan merasa bingung hendak berbuat apa terhadap Devan dan Riska. Orang-orang yang terlalu menyakiti hatinya.

Gadis itu berjalan dengan menundukkan kepala.

"Devan, aku kira kau mencintaiku dengan tulus. Aku kira aku telah menemukan cinta sejati ku melalui dirimu. Tapi ternyata semua hanya ilusi," gumam Alia sendu.

Sakit hati memang tidak mudah disembuhkan begitu saja. Ia harus merelakan kisah cintanya bersama Devan. Kisah cinta yang ia harapkan menjadi kisah romansa manis, ternyata hanyalah ilusi.

Kakinya terus membawanya berlari entah kemana. Bahkan jarak yang sudah jauh pun tak lagi dipedulikannya. Sakit di hatinya mampu membuatnya tak memperdulikan apapun yang ia rasakan.

Hingga tiba-tiba Alia merasa tubuhnya membentur seseorang.

"Awww," rintih Alia.

Gadis itu tanpa sengaja menatap seseorang di hadapannya. Ia melihat seorang pria bertubuh tinggi mengenakan setelan jas yang terlihat sangat mahal. Otot-otot nya begitu keras dan rahangnya begitu tegas.

Alia tersentak kaget, kala menatap lelaki tampan di hadapannya itu. Kedua mata pria itu menatapnya dingin. Sedangkan beberapa pasang mata di belakangnya menatapnya dengan marah.

Tanpa berpikir pikir panjang, Alia lngsung berlari meninggalkan mereka. Ia lebih baik kabur daripada harus berhadapan dengan pria yang membawa pengawal bersamanya.

"Tuan Sam, apakah saya perlu mengejar gadis yang tidak memiliki sopan santun itu?" tanya Ardi.

"Tidak perlu," tegas Sam lalu kembali berjalan.

Suara langkah kaki terdengar menjauh, Alia merasa lega karena ia tidak dikejar oleh pria dan pengawalnya itu.

"Siapa laki-laki itu? Menabraknya saja membuatku takut," gumam Alia.

.

.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Metana

Metana

hati yang sakit kali yah, ini bukan hari

2025-06-15

0

Miu Nuha.

Miu Nuha.

sambung pelan2 ya kak othor...
,, salam kenal dari Zara dan Haru... jgn lupa mampir di 'lingkaran cinta kita' 🤗🤗

2025-06-26

0

Tini Timmy

Tini Timmy

sakit bener jadi alia

2025-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Kabar Mengejutkan
2 Bab 2 Hanya ilusi
3 Bab 3 Rencana Jahat
4 Bab 4 Hal Tersembunyi
5 Bab 5 Kebohongan
6 Bab 6 Bukan Cinderella
7 Seperti Gadis Peminta Belas Kasihan
8 Bab 8 Ada apa dengan Esok?
9 Tamu Penting
10 Hanya Tawanan
11 Permainan akan dimulai
12 Jangan Berharap Bisa Lepas Dariku!
13 Apa Kau Masih Perawan?
14 Cantik
15 Jangan Menunduk Kepada Siapapun
16 Mantan Kekasihku
17 Wanita Bodoh!
18 Marah-marah Tak Jelas
19 Dipermalukan
20 Jangan Selalu Membuatku Marah
21 Hanya Menari
22 Mengapa aku Memikirkannya?
23 Terima kasih Tuan
24 Jadilah Gadis Baik
25 Masih Tentang Alia
26 Kau yang Telah Membuang ku
27 Akan Menghukum mu
28 Bukan Kekasihnya
29 Menyakiti Hatiku
30 Apa saja yang telah Kamu Lewati?
31 Tidak Mungkin!
32 Kau Sangat Mencintaiku
33 Sam Pria yang Menyeramkan
34 Cukup Lupakan Hari Ini
35 Gadis menyebalkan
36 Mari Lakukan Hal Yang Lain
37 Balas lah Ciumanku
38 Jangan Banyak Bicara + visual
39 Foto Alia
40 Berita Palsu
41 Kau ingin Mati Tanpa Izinku?
42 Jangan Buat Keributan
43 Baik-baik Saja
44 Tidak Menjual Diriku!
45 Bagaimana Jika Melepaskan Aku?
46 Kau Milikku!
47 Jangan Takut
48 Bukan Pel*cehan
49 Kau Harus Menungguku
50 Aku akan Kembali
51 Sam Tidak Pulang
52 Pria Jahat
53 Berjalanlah Bersamaku
54 Kepada Siapa Harusnya Berpihak
55 Jangan Bertindak Bodoh Lagi
56 Jangan Mencoba Pergi
57 Pernah Terluka
58 Kenapa Merasa Sakit Hati?
59 Nikmati Waktumu Bersamaku
60 Jangan Mengusiknya, Ayah
61 Tubuhmu adalah Milikku
62 John Lawier Bachtiar
63 Tidak ada yang boleh Menyentuhnya
64 Trauma Mendalam
65 Merindukan Suaramu
66 Bisakah Kau Tetap Hidup?
67 Menyiksaku Seumur Hidupku
68 Aku Takut Kehilanganmu
69 Aku Ada Di sini
70 Hanya Boleh Berbinar Kepadaku
71 Hari Pernikahan
72 Malam Panas Bersama (21+)
73 Lakukan Setiap Hari
74 Terima Kasih Alia (End)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab 1 Kabar Mengejutkan
2
Bab 2 Hanya ilusi
3
Bab 3 Rencana Jahat
4
Bab 4 Hal Tersembunyi
5
Bab 5 Kebohongan
6
Bab 6 Bukan Cinderella
7
Seperti Gadis Peminta Belas Kasihan
8
Bab 8 Ada apa dengan Esok?
9
Tamu Penting
10
Hanya Tawanan
11
Permainan akan dimulai
12
Jangan Berharap Bisa Lepas Dariku!
13
Apa Kau Masih Perawan?
14
Cantik
15
Jangan Menunduk Kepada Siapapun
16
Mantan Kekasihku
17
Wanita Bodoh!
18
Marah-marah Tak Jelas
19
Dipermalukan
20
Jangan Selalu Membuatku Marah
21
Hanya Menari
22
Mengapa aku Memikirkannya?
23
Terima kasih Tuan
24
Jadilah Gadis Baik
25
Masih Tentang Alia
26
Kau yang Telah Membuang ku
27
Akan Menghukum mu
28
Bukan Kekasihnya
29
Menyakiti Hatiku
30
Apa saja yang telah Kamu Lewati?
31
Tidak Mungkin!
32
Kau Sangat Mencintaiku
33
Sam Pria yang Menyeramkan
34
Cukup Lupakan Hari Ini
35
Gadis menyebalkan
36
Mari Lakukan Hal Yang Lain
37
Balas lah Ciumanku
38
Jangan Banyak Bicara + visual
39
Foto Alia
40
Berita Palsu
41
Kau ingin Mati Tanpa Izinku?
42
Jangan Buat Keributan
43
Baik-baik Saja
44
Tidak Menjual Diriku!
45
Bagaimana Jika Melepaskan Aku?
46
Kau Milikku!
47
Jangan Takut
48
Bukan Pel*cehan
49
Kau Harus Menungguku
50
Aku akan Kembali
51
Sam Tidak Pulang
52
Pria Jahat
53
Berjalanlah Bersamaku
54
Kepada Siapa Harusnya Berpihak
55
Jangan Bertindak Bodoh Lagi
56
Jangan Mencoba Pergi
57
Pernah Terluka
58
Kenapa Merasa Sakit Hati?
59
Nikmati Waktumu Bersamaku
60
Jangan Mengusiknya, Ayah
61
Tubuhmu adalah Milikku
62
John Lawier Bachtiar
63
Tidak ada yang boleh Menyentuhnya
64
Trauma Mendalam
65
Merindukan Suaramu
66
Bisakah Kau Tetap Hidup?
67
Menyiksaku Seumur Hidupku
68
Aku Takut Kehilanganmu
69
Aku Ada Di sini
70
Hanya Boleh Berbinar Kepadaku
71
Hari Pernikahan
72
Malam Panas Bersama (21+)
73
Lakukan Setiap Hari
74
Terima Kasih Alia (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!