Wei tian memacu kudanya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai di kota Xinji sebelum tengah malam . Dirinya merasa sedikit bersalah pada lu ming yue, Wei tian sadar jika selama ini dirinya terlalu memaksakan kehendaknya kepada lu ming yue tanpa bertanya apa keinginan gadis itu.
Lu ming yue merasakan pelukan di pinggangnya semakin erat. Wei tian sangat ahli dalam menunggang kuda ia hanya menggunakan satu tangannya untuk memegang tali kekang kuda , dan satu tangan lainya Wei tian gunakan untuk memeluk pinggang langsung lu ming yue.
Sebelum tengah malam Wei tian dan lu ming yue tiba lebih dulu di gerbang kota Xinji. setengah jam kemudian para prajurit Wei tian juga tiba , lu ming yue segera turun dari kudanya dan masuk kedalam kereta tandu.
Rombongan jendral Wei tian segera memasuki ibu kota kekaisaran Wei yaitu Kota Xinji. Ribuan rakyat kekaisaran Wei menatap takjub kedatangan jendral Wei.
Sudah lama tersiar kabar jika jendral Wei dan para prajuritnya pergi kebarat untuk menjemput calon istri jendral Wei. begitu banyak orang yang penasaran seperti apa rupa wajah wanita yang mampu membuat jendral Wei jatuh hati.
Di dalam tandunya lu ming yue bersyukur mereka tiba malam hari sehingga tidak terlalu banyak mata memandang kedatangannya.
Kereta tandu yang di tarik oleh empat kuda gagah berjalan tanpa halangan menuju kediaman jendral Wei tian.
Pelayan fu segera membuka pintu gerbang kediaman jendral. kereta tandu yang membawa tandu lu ming yue segera memasuki kediaman jendral Wei , pelayan fu menunduk hormat ketika lu ming yue keluar dari tandunya.
Selamat datang nona Lu ming yue, sapa kepala pelayan fu.
Lu ming yue masih mengingat jelas sosok kepala pelayan fu yang kini terlihat jauh lebih tua dari yang seharusnya, dulu ketika lu ming yue datang berkunjung kekediaman pangeran Wei Fang kepala pelayan fu selalu menyambutnya dengan senyuman ramah.
Kakek Fu jangan terlalu lelah ,tegur lu ming yue dengan tatapan lembut kepada pelayan fu. Fu fei yang dari awal menunduk belum sempat melihat wajah calon nyonya mereka mengangkat kepalanya.
Mata tua pelayan fu fei berbinar cerah . Nona An seo jue, tanpa sadar fu fei menyebut nama mendiang sahabat putri Seo yuna yang sangat sering datang mengunjungi putri Seo yuna.
Wei tian segera mendatangi pelayan fu fei dan lu ming yue yang berdiri mematung di halaman rumah. " apa yang kalian bicarakan,? Tanya Wei tian penasaran.
"Aku hanya bertanya di mana aku harus tidur mana ini jawab lu ming yue.
" ayo ikut aku , Wei tian menggenggam erat tangan lu ming yue.
Wei tian membawa lu ming yue ke kamarnya. Kau bisa istirahat di sini, jangan mencoba kabur peringat Wei tian sebelum pergi meninggalkan lu ming yue.
Wei tian segera masuk kedalam ruangan rahasia yang berada di balik rak buku di kamarnya. Dari sana ia bisa mengawasi lu ming yue, Wei tian sungguh ketakutan jika lu ming yue melarikan diri darinya, karena itu ia diam-diam mengawasi lu ming yue.
Lu ming yue sendiri yang merasa sangat lelah langsung tertidur pulas di ranjang besar yang sangat empuk dan hangat.
melihat lu ming yue yang sudah tertidur Wei tian juga bersiap untuk istirahat. Dirinya sudah meminta kesepuluh pasukan rahasianya untuk berjaga di sekitar kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments